
Masih ditempat yang sama, tempat acara di resmikan nya Gustav dan Bele menjadi suami istri.
Bele dan Gustav mendekati Hazelo dan Gabriella.
"Tuan muda, terimakasih."
"Aku tidak melakukan apapun, Semua adalah hasil kerja keras mu membuat kau diakui semua orang."
"Tuan muda." Bele malah menangis. "Terimakasih juga untuk anda nona. Anda memberi kebahagiaan untuk tuan muda Hazelo, juga semua penghuni Mansion. Tetaplah disisi tuan muda, nona. Selalu tersenyum untuk kami semua." membungkuk menghormati sambil mengusap air mata nya.
"Bele, jangan menangis ini hari bahagia mu. Eh, tunggu! Ternyata kau bisa seperti wanita normal ya? Kemana gaya angkuh mu yang sangat menyebalkan."
"Ah, iya nona." Bele mengusap pipinya yang basah.
"Kau sudah berjanji kan? Jaga dia dengan nyawamu!." Menoleh ke arah Gustav sambil menekankan intonasi kata terakhir.
Ucapan yang sungguh bukan main main.
"Baik tuan muda." Balas Gustav sambil sedikit membungkuk hormat.
"Selamat." Ujar Hazelo yang membuat Bele terkejut saat Hazelo menyentuh kepala nya.
Huuaaa...
Tangis Bele semakin kencang merasa sangat terharu, Kepala nya disentuh tuan muda Hazelo. Itu sangat luar biasa bagi nya, melebihi hadiah hadiah pernikahan yang tuan muda Hazelo berikan termasuk satu unit Apartment.
Sementara di tempat lain, Miguel sedang duduk disamping tuan Walson.
"Miguel." Berkata sambil menatap lurus kedepan, menatap Hazelo Gabriella dan Bele yang sedang tertawa.
"Ya tuan"
"Tidak terasa mereka sudah dewasa ya. Kau lihat? Mereka sudah bahagia Miguel."
"Ya tuan"
"Lalu kapan kau menyusul?." Menoleh pada Miguel kemudian menatap lurus kedepan lagi.
Miguel hanya diam. Tidak membalas juga tidak bereaksi.
"Kau selalu memikirkan Hazelo hingga terkadang kau lupa pada dirimu. Ayahmu sering mencemaskan mu Miguel" Masih dengan pandangan yang sama, menatap Hazelo dan Gabriella yang jauh disana.
Miguel masih diam, hanya helaan nafas nya yang terdengar.
"Aku menunggu Miguel, dimana hati mu akan berlabuh." Tepuk Tuan Walson pada bahu Miguel sebelum bangun dari duduk nya kemudian berlalu pergi.
Sedangkan nyonya Walson terlihat masih mengobrol dengan Dokter Faros juga yang lain nya.
"Miguel."
__ADS_1
Miguel menoleh saat nama nya disebut. Suara pria yang sangat hafal itu siapa.
"Ayah." Miguel pun bangun dari duduk nya. Mereka berdiri sejajar sekarang.
"Kau terlihat lebih tinggi sekarang." Ucapan keluar dari bibir Ayah Miguel. Terdengar tidak penting namun mengisyaratkan jika Miguel sudah lama tidak pernah pulang, Ada kerinduan di hati pria paruh baya itu. Yang selalu menunggu Miguel datang di setiap perayaan setiap tahun nya.
Miguel yang selalu sibuk bekerja, tidak tertarik dengan hal apapun selain tuan muda. Jiwa angkuh dan dingin nya yang seperti menghipnotis membuat semua orang merindukan.
Miguel hanya diam.
Ayah Miguel yang sangat faham sifat putra nya memilih menjauh pergi.
"Aku menunggu nya, menunggu kau datang bersama wanita mu. Jangan kembali sebelum kau mendapatkan nya." Ujar Ayah Miguel sambil berlalu pergi.
***
Malam hari pun tiba, setelah seharian berada di tempat dilangsungkannya pernikahan, tiba saat nya acara resepsi pernikahan Bele dan Gustav di laksanakan.
Di dalam hotel berbintang berlogo Keluarga Walson. Disini lah mereka berada, Potret Bele dan Gustav bertengger di depan pintu masuk. Berjajar pula karangan bunga ucapan selamat.
Pesta dibuat meriah, tamu undangan pun terlihat memenuhi ruangan. Sorot mata para pria bangsawan tertuju pada wanita cantik nan elegant Gabriella Mamoju.
Dress terbaik dan terlihat sangat berkelas, belahan menjulang hingga pa..ha juga punggung mul..us yang terekspose. cukup terbuka di bagian depan membuat bu..kit indah tampak sebagian indahnya nya menonjol.
"Pecat designer nya sekarang!." Kesal Hazelo pada ponsel nya yang melihat para pria berfokus pada istrinya.
Hazelo tidak meninjau gaun yang Gabriella akan kenakan terlebih dahulu tadi, sebab Gaby bersama Bele yang di bantu tim perias untuk mempercantik mereka di dalam kamar hotel ini.
Hazelo mendekati Gabriella, merangkul pinggang mengecup bahu nya.
"Ada apa?." Gabriella mengusap kepala Hazelo yang sekarang memeluk dari belakang. bergedik sebab bibir itu masih menyentuh di bahu.
"Mengapa berpakaian seperti ini. Mereka melihat mu, aku tidak suka." Bicara sambil berbisik nafas hangat itu membuatnya merinding.
"Apa kau sedang cemburu sekarang?." Memutar tubuh nya, mereka berhadapan sekarang. Tangan Gaby Ia kalungkan di leher Hazelo.
"Aku hanya tidak ingin mereka melihat milik ku." Mendekatkan wajah nya mencium bibir tanpa aba aba.
Muach!
"Sayang, ini di tempat umum. Kondisikan sikap mu." Gaby mencubit pinggang Hazelo.
"Aww!. Baiklah tuan putri, Aku menyerah."
Hazelo mengangkat tangan nya.
"Aku mencintaimu." Sentuh Gaby pada rahang suami.
***
__ADS_1
Malam semakin larut para tamu undangan mengucapkan selamat pada Bele, Ada sebagian dari mereka menikmati hidangan.
"Selamat Bele. " ujar rekan kerjanya sambil memeluk.
"Terimakasih." balas Bele berbinar.
Tamu undangan silih berganti datang, Sementara di luar berdiri seorang wanita sejak satu jam yang lalu, Berniat untuk masuk namun masih ragu.
"Apa nona hanya akan berdiri di situ? sudah satu jam anda disana, jika tidak berkepentingan silahkan pergi." ujar penjaga yang berdiri di depan pintu merasa jengah dengan wanita itu berdiri sejak tadi
"Iya, maaf tuan. Aku memiliki undangan, hanya masih ragu untuk masuk kedalam." Balas nya.
"Biarkan dia masuk." Suara Miguel terdengar, seketika membuat dua penjaga menoleh begitupun dengan wanita itu.
Megi?
Wanita itu melangkah masuk bersama Miguel, membuat yang hadir disana menoleh pada mereka.
Ya, Miguel bersama wanita. Jika wartawan diizinkan masuk, mungkin berita ini menjadi tranding topik.
"Megi, aku--" Merasa tidak nyaman sebab para tamu menoleh pada mereka.
"Seharusnya kau masuk saja tadi, jika tidak ingin diperhatikan." Masih dengan intonasi datar.
Bele dibuat menganga melihat siapa disamping Miguel, begitupun dengan Gabriella. Namun tidak untuk Hazelo yang Terlihat acuh tidak perduli.
"Viona?." Ujar Bele.
Benar, tidak mungkin Bele tidak mengenal Viona. Mereka dibesarkan bersama dibawah naungan tuan Walson.
Viona melangkah mendekati Bele, sedangkan Miguel menuju dimana Hazelo berada.
"Selamat Bele." Ujar Viona sambil mengulurkan Hadiah. Suara lembut yang sudah lama tidak Bele dengar menghilang bagaikan ditelan bumi.
"Kau kemana saja, Aku sangat merindukan mu."Peluk Bele pada Viona.
"Apa kau hidup dengan layak selama ini? Atau bersembunyi seperti wanita menyedihkan untuk menjauh meninggalkan semuanya?."
Bele melepaskan pelukan.
"Mungkin semuanya benar. Sudahlah, aku senang melihat tuan muda bahagia." Melirik Hazelo yang jauh disana sedang memeluk sang istri.
Meski hatinya cukup sakit, namun bibirnya tersenyum. Tersenyum tulus dengan mata yang berkaca. Desa..Han nafas nya terdengar lega. Membuat Bele tersenyum sambil meraih tangan Viona.
"Tuan akan mempertemukan mu dengan seseorang yang istimewa seperti dirimu."
-
-
__ADS_1
Next