Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 42


__ADS_3

Hazelo membuka mata saat alarm di ponsel nya berdering, Membuka mata perlahan. Alam bawah sadar nya meraba sebelah nya berbaring


Gaby yang tidak ada lagi di samping nya membuat Hazelo terkejut membuka mata.


Ambigu kehilangan Gaby masih membekas.


"Kau sudah bangun?." Ujar Gaby yang sedang memoles wajah nya di depan meja rias menoleh pada Hazelo, yang masih terbaring di bawah


selimut tanpa bu..sana.


Jangan ditanya mengapa, tentu saja penyebab nya adalah aktifitas semalam yang membuat pakaian teronggok berserak di lantai.


"Kemarilah," Hazelo mengulurkan tangan. Suara serak terdengar, Mata nya masih sayup sayup


sambil tersenyum Ia memeluk bantal.


Gaby beranjak, memunguti pakaian yang berserak melempar nya ke dalam keranjang


Mendekat pada Hazelo kemudian.


"Ayo bangun." Gaby duduk di tepi ranjang sambil mengusap


rambut Hazelo.


"Aku masih ingin memeluk mu." Menarik Gaby agar lebih mendekat, Membuat Gaby meringsut


Kepala Hazelo Ia letakkan di paha Gabriella.


Manja, tapi imut sih


Bergumam sambil mengusap usap kepala Hazelo yang berbaring menjadikan


pangkuan nya sebagai bantal.


"Kau tidak ke kantor hari ini?."


Bukan nya menjawab, Tangan Hazelo mulai bergerak na..kal masuk ke dalam dress Gabriella.


"Hazelo, kondisikan tangan mu!." Merendahkan tubuh nya mengi..git telinga, saat tangan Hazelo mulai naik ke da..da.


"Aww!!." Gaby meng..geli..at. "Mengapa kau mencubit ku!."


"Kau panggil apa aku tadi." Suara serak khas bangun tidur.


"UPS! " Gaby menutup mulut nya. " Sayang, jika begini terus kau bisa terlambat."


"Eh?!" Mengge..liat


"Aww?!." Menggeli..at


Saat tangan Hazelo mulai tidak terkendali.


"Sekali lagi ya?." Mengerlingkan sebelah mata.

__ADS_1


"Apa!."


Hazelo menyeringai sambil menyibak selimut, kembali mengulang apa yang Ia lakukan semalam, membuat Gaby tidak berdaya untuk menolak sebab setiap


sentuhan yang membuat nya menikmati menggila hingga suara suara laknat kembali mendayu


shahdu. Dan terjadilah suara yang semakin mendominasi ruangan diiringi hen..ta..kan di dalam kamar utama,


Di atas ranjang, di dalam Mansion belogo keluarga Walson.


***


Kau sangat kurang kerjaan Hazelo, kau membuatku mandi dua kali pagi ini!!


Gumam Gaby dalam Hati sambil mendongak merapikan dasi.


"Selesai, rapih kan?." Menoleh pada cermin melihat pantulan bayangan Hazelo.


"Lumayan." Hazelo melihat bayangan di dalam cermin.


penampilan sempurna, memang selalu seperti itu tuan muda di setiap hari nya.


"Terimakasih, istri ku." Kecup Hazelo pada dahi Gabriella, membuat nya tersenyum mengembang mengalah kan sinar mentari pagi yang mulai memasuki sela sela kamar itu.


Hazelo menuruni anak tangga sambil meraih pinggang Gaby yang sekarang berada


disamping nya mengantar.


"Selamat pagi tuan muda, Nona Gabriella." Miguel sedikit membungkuk bersama Bele yang juga ikut menyapa


Hazelo sialan, Semua ini ulah mu kan.


Gaby bergumam sambil melirik Bele yang tersenyum samar, sorot mata Bele mengarah pada leher Gabriella yang tertutup syal namun masih cukup


terbuka di bagian dada.


Membuat Gaby malu, tidak nyaman. Padahal sudah Ia tutup dengan cream dan bedak yang tebal, namun tetap saja tidak mampu melenyapkan tanda tanda di kulit putih mulus nya mulai dari le..her hingga da..da.


"Aku sarapan di kantor." Hazelo melihat arloji yang melingkar di tangan. "Tunggu aku dirumah ya. Aku pulang cepat hari ini."


Para penjaga memalingkan wajah, begitupun dengan Miguel. Namun tidak untuk Bele yang membelalak namun seketika Miguel menutup mata Bele dengan tangan nya.


"Apa sih Miguel, Mengganggu saja!!." Batin Bele saat melihat Hazelo yang menautkan bibir nya pada Gabriella di hadapan mereka di depan pintu utama.


"Sayang!!." Gaby memukul dada Hazelo yang tergelak.


"Kau istri ku, apa masalah nya!." Tersenyum licik sambil mengusap bibir Gabriella yang basah.


Semakin membuat Bele membelalak saat Ia menurunkan tangan Miguel yang menutup mata nya,


Menyaksikan tuan muda Hazelo dengan iseng nya menarik syal Gabriella membawa nya masuk kedalam mobil sebelum Miguel membukakan pintu.


"Oh God!!! Hazeellloooo!!."

__ADS_1


Memekik pada mobil yang baru saja berlalu pergi meninggalkan tawa yang masih terdengar.


Hazelo masih tertawa di dalam mobil hingga melewati taman sebelum sampai di depan gerbang.


Pintu Gerbang terbuka, dua orang penjaga membungkuk hormat ketika mobil tuan nya melintas seketika kembali ke posisi nya setelah mobil itu berlalu pergi.


Sementara di dalam mobil, Miguel tidak bergeming, namun sorot mata nya melirik


pada tuan muda Hazelo yang sedang senyum senyum sendiri sambil menatap jalanan.


Benar yang Bele katakan, tuan muda mulai membuka hati nya untuk nona Gabriella.


***


Sementara di dalam Mansion.


Leher dan da..da yang penuh dengan bekas gigitan


serigala terlihat, Gaby yang malu seketika melesat masuk kedalam melewati pintu utama sambil menggerutu.


"Apa sih Bele, pasti dia sedang menertawakan ku sekarang." Mengingat sorot mata Bele yang menangkap leher nya seketika tersenyum sendiri melirik ke kiri dan ke kanan membayangkan adegan semalam.


"Bele, untuk apa kau mengikuti ku?!." Berhenti, Menoleh pada Bele kemudian berbalik lagi masuk kedalam.


"Tidak nona, aku hanya berniat masuk ke dalam, dan kebetulan kita satu arah kan." menyahuti di belakang punggung nona Gabriella.


Yang terus masuk hingga sampai di dalam.


"Apa!!." Terkejut ketika Gaby hendak menaiki tangga, menganga mencerna setiap suku kata yang baru saja Bele katakan sebelum berlalu meninggalkan tawa yang masih menggema di udara di ruangan itu.


"Seperti nya Burung Camar sudah mendarat di rerumputan ya nona. Hahahaha...."


Itulah yang Bele katakan sebelum Ia melesat menghilang dari pandangan.


'Pelaayaan... Siiiaaalllaan!!!!." Pekik Gaby dalam hati sambil menaiki tangga melesat kedalam kamar. Meninggalkan tawa menjengkelkan dari Bele masih terdengar sebelum Gaby masuk kedalam kamar.


Brraakk!! Pintu kamar Gaby tutup dengan keras.


"Dasar pelayan IDIOT!." Umpat Gaby menghentakkan kaki menuju meja rias melihat pantulan bayangan nya di depan cermin.


"Astaga Hazelo, Kau sangat kurang kerjaan!!."


Memperhatikan leher juga da..da nya yang terlihat di cermin. Menggerutu sambil berkali kali mengoleskan Foundation juga menutupi nya dengan bedak.


***


Sementara Bele yang baru saja menertawakan Nona Gabriella, merasa puas mengerjai nona nya yang pemarah itu.


Menghela nafas panjang mengingat


kemes..raan yang juga pernah Ia lakukan bersama Gustav kekasih nya.


"Aku lebih hebat dari mu nona, Bohong jika aku tidak pernah me..laku..kan nya dengan kekasihku

__ADS_1


Gustav. Aku lepaskan semua miliku untuk nya untuk meyakinkan nya tentang keseriusan dan berharap Ia akan terus menunggu di waktu yang tepat. Kami menghabiskan malam itu di Roma, di dalam kamar ku sendiri Gustav menginap. Aku mencintainya dan hanya butuh waktu untuk kami bersama.


Bahagiakan tuan muda, nona. Agar aku tenang dan segera menyusul mu." Ujar Bele dalam hati Kelu, Terdengar dari helaan nafas nya.


__ADS_2