Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 82


__ADS_3

Sore menjelang malam


Dengan wajah yang sumringah berseri Gabriella menatap layar tepat dihadapan nya sambil Ia berbaring tenang di atas ranjang


sekarang.


Sangat terlihat betapa kebahagiaan terpancar disana. hingga air mata bahagia menggenang di pelupuk mata


penuh haru.


"Lihat sayang, Dia tumbuh semakin besar. Ini bukan mimpi tuan muda" Mengusap pipi Hazelo sambil berkata "Dia anak ku."


Menunjuk pada layar empat dimensi yang memperlihatkan bentuk bayi


"Anak kita." Balas Hazelo sambil menjatuhkan kepalanya di sisi bantal bed rumah sakit tempat Gabriella saat ini tengah berbaring.


Sambil meraih tangan yang tadi menyentuh pipi nya, mengecupnya berulang


ulang.


Hazelo duduk di kursi tepat di samping bed itu. Dengan kepala Ia jatuhkan tepat di samping Gabriella. Sambil sesekali menciumi pipi lembut istri nya tanpa mengindahkan Dokter yang sedang memeriksa perut nona.


Ketegangan terjadi di dalam ruangan itu, dua perawat senior yang baru kali ini mendapat kehormatan membantu memeriksa nona Gabriella, membuat mereka tidak tidur nyenyak


semalaman, hanya memikirkan hal ini. Melihat tuan muda Hazelo, sang pemilik rumah sakit ini dan nona Gabriella secara langsung begitu pula dengan calon penerus Keluarga Walson.


Meski nyatanya tuan Hazelo tidak lah semenakut kan yang mereka bayangkan.


Namun, membuat kesalahan sedikit saja. Mereka bisa di mutasi atau bahkan di berhentikan dengan tidak hormat.


Ya, Tuan muda Hazelo dan nona Gabriella sedang berada di rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Rutinitas bulanan dengan Hazelo selalu mendampingi.


Tidak pernah Ia absen meski hanya sekalipun.


"Ya, ya Anak kita." Balas Gaby sambil mengusap kepala Hazelo. Gaby mengecup dahi Hazelo sambil berbisik.


"I love you."


Hazelo tergelak, Ia benturkan dahi nya pada dahi Gabriella perlahan.


"Love you too."


Balas Hazelo sambil meraih tangan Gaby lalu mengecupnya. "Aku tidak sabar lagi menunggu nya hadir. "


Dokter yang sedang berada di sana mengulas senyum melihat tuan muda Hazelo dan nona Gabriella


tangan Dokter itu sambil menggerak gerakkan alat medis di atas perut nona Gabriella.


Pemandangan yang bikin iri semua wanita.


"Dokter, apakah bayi ku laki-laki? Tendangan nya sangat kuat?."

__ADS_1


Belum mendapatkan jawaban, Gaby pun menjawabnya sendiri " Kurasa dia laki laki." Gaby penasaran dengan hasil USG.


Sebab


setiap bulan nya Gaby tidak pernah menanyakan perihal jenis kelamin pada Dokter yang selalu memeriksa nya.


Dokter wanita tersebut hanya tersenyum kemudian meletakkan kembali alat medis di tempatnya, perawat dengan sigap membersih kan Gel yang ada di atas perut nona Gabriella dengan hati hati.


Dokter itu mulai memeriksa layar di hadapan nya kemudian meraih hasil cetak USG sebelum menjawab.


"Dia perempuan, cantik seperti mu." Hazelo yang menjawab.


"Dokter, bagaimana calon bayi ku. Apakah dia sehat? Dia baby boy atau baby girl?" Masih penasaran dengan pertanyaan yang belum Dokter jawab.


Mengabaikan Hazelo.


Sedangkan dua perawat wanita mohon undur diri. Berkata dengan sopan, sedikit membungkuk, melangkah perlahan, berbalik meninggalkan ruangan itu sebelum menghilang di balik pintu yang mereka tutup dengan hati hati.


Menarik nafas nya lega setelah keluar dari ruangan yang sempat membuat kedua perawat itu sangat tercekik sebab tegang tadi.


Dokter itu belum juga menjawab pertanyaan nona Gabriella, hanya tersenyum sambil mengetik ponsel,


Ia melaporkan pekerjaan nya dengan menjelaskan usia kandungan, berat badan bayi, jenis kelamin dan taksiran melahirkan.


Kemana lagi Ia melaporkan pekerjaan kalau bukan pada Miguel yang


sekarang sedang duduk di dalam mobil tempat nya di dalam gedung area parkir.


Sebab semakin besar perut nona Gabriella, semakin tajam pula penciuman nya pada Miguel,


tidak hanya itu, Ruangan yang pernah di lewati Miguel pun tidak luput dari penciuman nona Gabriella, sehingga Miguel pun sudah tidak pernah lagi masuk kedalam Mansion.


Meskipun hanya sekedar menjemput tuan Muda Hazelo.


Ia hanya duduk di dalam mobil ketika menjemput tuan muda Hazelo saat akan pergi ke kantor.


"Dokter apa kau mendengar ku?." Gaby mulai kesal.


Dokter itu tersenyum lagi. "Bayi Anda sehat nona, anda tidak perlu cemas." Jawabnya santun.


"Maka jawab pertanyaan ku Dokter." semakin kesal.


"Gaby sudah lah." Usap Hazelo pada pipi istrinya.


"Tidak Sayang, Dokter itu pasti melaporkan pada asisten sialan mu itu bukan?


Tunggu, Jangan katakan Dokter itu melaporkan setiap bulan nya tentang perkembangan bayi ku."


"Bayi kita."


"Iya, maksud ku bayi kita."

__ADS_1


"Kau mulai pintar ya." Hazelo meraih tangan Gabriella dan mengecupnya, tidak peduli Gaby yang terus merengek dan marah.


"Bayi nona tampan seperti tuan muda Hazelo." ujarnya sambil tersenyum.


"Baby boy? O God ?!." Gaby bangkit dari tidurnya diikuti Hazelo yang seketika mendekapnya erat.


"Hati hati sayang, kondisi kan pergerakan mu!." Hazelo terlihat kesal, Ia melirik Dokter itu membuat Dokter itu takut.


"Ma-maaf tuan muda." Sedikit membungkuk.


Oh God, mengapa berbuat kesalahan si?!


menampar dirinya dalam khayalan.


"Kau jangan marah, aku terkejut karena senang." Melembutkan suara nya sambil menyentuh pipi Hazelo.


"Bergerak lah dengan hati hati, bukan spontan begitu."


"Dia tampan seperti mu" Mengusap perutnya yang kini telah membesar.


"Terimakasih sayang. Terimakasih." Berkali kali Hazelo mengucapkan itu sambil menghujani Gabriella dengan ciuman.


Hazelo juga menciumi perut Gabriella berkali kali.


Pemandangan yang membuat Dokter kandungan yang menyaksikan itu merasa iri. "Nona Gabriella wanita paling beruntung yang mendapatkan cinta seorang tuan muda Hazelo." Batin nya.


Sementara Miguel yang baru saja mendapatkan laporan hasil pemeriksaan kandungan nona Gabriella, Ia kemudian menghubungi seseorang.


"Buatkan malam ini 100 design untuk baby boy."


"What?! 100 design dalam waktu satu malam???." Seseorang di sana memekik. "Kau akan menyiksanya Miguel, yang benar saja!!." Pekik pria disana keberatan.


"Aku akan memilihnya sendiri." Tidak peduli dengan lawan bicara yang terus protes karena keberatan.


"100 design, dan kau hanya memilih beberapa???" Memekik. Benar benar tidak habis pikir.


"Jika tidak mampu, suruh saja mengundurkan diri." ujar Miguel sambil mematikan ponsel, meskipun Ia sempat mendengar lawan bicaranya mengumpat berkali kali.


"Kau sudah Gila Miguel?!." umpat nya setelah Ia pastikan Miguel telah mematikan panggilan nya.


Miguel keluar dari mobil, tangan kekar itu menutup pintu mobil itu perlahan,


melangkah mendekati dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan sekitar rumah sakit. Dengan tangan Ia masukkan ke dalam kantong celana, Miguel menatap awas sekeliling.


Ya, Miguel berada tepat di gedung yang tinggi dan bisa melihat langsung mobil milik tuan muda Hazelo yang terparkir di bawah sana.


Suasana gelap menjadi indah sebab sorotan lampu lampu, Setelah cukup lama mengawasi.


Terlihat tuan muda keluar dari rumah sakit sambil merangkul bahu istri nya, diiringi dua penjaga yang setia atas perintah Miguel.


Tarikan nafas lega setelah Miguel memastikan sendiri tuan muda Hazelo pergi dari sana apalagi tatkala orang orang nya melaporkan bahwa Tuan muda Hazelo dan nona Gabriella sampai di dalam Mansion dengan selamat.

__ADS_1


Next


__ADS_2