
( Kejadian di dalam Club' malam tadi.)
Gaby ditarik paksa Hazelo Keluar meninggalkan Club' malam itu.
Sedangkan Miguel masih di dalam Club' baru saja menampar keras wajah Zoe, kekasih Gaby.
Musik seketika berhenti, para pengawal Hazelo siap mengepung dan berjaga di setiap sudut ruangan. Sedangkan Nathali mundur beberapa langkah menjauh kan jarak dari Miguel. Zoe masih gemetar tergeletak di lantai berusaha bangkit.
"A-Ampun tu-tuan." Ujar Zoe terbata bata sambil mengusap bibir nya yang terdapat sedikit bercak darah.
Sial..?! Tamatlah riwayat ku!! Miguel jauh lebih menyeramkan dari pada saat melihat nya di pemberitaan televisi.*
Gumam Zoe dalam hati, dengan tubuh yang gemetar takut.
Di hadapan para wanita yang masih bergetar ketakutan. Miguel mendekati Zoe yang barusaja bangkit berdiri. Zoe terus mundur sedangkan Miguel terus melangkah maju mendekati nya dengan mata yang menatapnya benci.
"Ampun Tuan Miguel, Maafkan aku." Berkata dengan terbata.
Miguel menyeringai, menarik Rambut pendek Zoe Membuat nya menjerit kecil. "Awww!!!."
"Sakit?." Miguel semakin menguatkan cengkraman nya. "Sakit?!." Berkerut dahi sambil menarik rambut Zoe hingga kepalanya mendongak, sedangkan tangan Zoe memohon tidak berani menyentuh Miguel.
Tatapan mereka bertemu, sesaat kemudian Zoe mengalihkan pandangan nya takut.
"Ampun tuan." Zoe berkali kali memohon dengan air mata yang terus berderai. Sedangkan Nathali hanya terdiam takut, tidak berani berucap apapun apalagi menolong Zoe saat ini.
"Ampun? Jika kau masih ingin hidup. maka ENYAHLAH kau dari hadapan ku SELAMANYA...!!" Miguel meninggikan suara. Menggema memenuhi ruangan Membuat seluruh manusia yang masih bernafas di dalam Club' malam itu bergetar ketakutan.
Pemilik Club' itu hanya bisa pasrah membeku di samping bartender saling melirik.
Tamatlah usaha ku kali ini.
Pemilik Club' bergumam dalam hati dengan dada yang berdebar, Bertalu talu detak jantung nya sambil mengusap keringat dingin yang bercucuran.
"Geledah tempat ini,!!." Miguel memberi perintah.
"Baik." Jawab semua pengawal serempak.
Bergegas menggeledah masing masing wanita di dalam ruangan. Dan benar saja, beberapa diantara mereka membawa serbuk putih yang tersimpan rapi di dalan plastik di dalam tas.
"Jangan sentuh Aku! tidak ada apapun disini,?!.
Salah satu dari mereka berusaha mengelak.
Ada pula yang membawa pil ekstasi yang tersimpan di kantong celana.
"Ini tuan." Pengawal memberikan pada Miguel.
__ADS_1
"Panggil yang berwajib kemari. Jangan terlibat terlalu jauh." Balas Miguel kemudian menghempaskan Zoe hingga kembali tersungkur di lantai.
"Lepas kan Aku..,!!"Para pengawal menggeledah paksa tas Zoe. Ditemukan pula seruk putih di dalam nya. Serbuk sejenis obat obatan terlarang yang tadi hendak diberikan pada Gabriella.
"Cih!!" Miguel Menyeringai berbalik meninggalkan tempat itu kemudian. Diikuti para pengawal yang melangkah mengikuti Miguel Keluar.
Tidak membutuhkan waktu lama, sirine aparat keamanan Negara menggema setelah Miguel pergi dari sana, seketika terjadi kepanikan didalam Club'.
"Geledah tempat ini. Dan bawa semua ke kantor." Perintah salah satu aparat kepolisian itu.
Tidak ada lagi yang bisa melarikan diri selain pasrah mengikuti aparat kepolisian itu membawa mereka untuk di mintai keterangan.
Sebagian dari mereka terpaksa bermalam di dalam jeruji besi dan sebagian lagi bebas tanpa syarat. Sedangkan Zoe bebas bersyarat sebab orang tua nya adalah salah satu pengusaha ternama di kota ini.
***
"Memalukan!!"
Plaakk..!! Tamparan keras mendarat di pipi Zoe.
"Papa kirim kau ke Madrid. Dan selesaikan pendidikan mu disana bersama bibi mu!!. Papa tidak tahan lagi dengan kelakuan mu Zoella !!."
Papa Zoe menarik paksa membawa Zoe masuk kedalam rumah.
Bibi Zoe adalah seorang Dokter, mungkin disana kelainan Zoe bisa disembuhkan. Gumam Papa Zoe dalam hati.
***********
Gabriella semakin berdebar setelah mendengar cerit malam tadi. Lamunan nya buyar dengan Terdengar nya bunyi Helicopter.
Deru Helicopter mendekati mansion. Miguel melihat arloji " Bersiap lah nona."
"Kau akan mengirim ku kemana Miguel?."
Gaby menatap Miguel penuh selidik.
"Orang tua anda tidak menghubungi?." Miguel menyungging kan senyum. Senyum menghina penuh arti.
"Apa maksud mu?!." Gaby Meninggi kan suara.
"Nyonya Mamoju dirumah sakit, Berterima kasih lah pada Tuan muda atas kebaikan nya memberi tahu anda dan mengirimkan anda pada nya." Miguel bangkit dari duduknya berlalu melewati Gabriella yang melirik pada nya.
"Bergegas atau aku berubah fikiran!!." Berkata sebelum menghilang dibalik pintu.
"Brengs*k kau MIGUEL..!!!" Umpat Gabriella bergegas keluar dari ruang kerja itu kemudian.
Gabriella mengikuti Miguel di belakang nya, menuju Hazelo yang tengah duduk menikmati sarapan pagi nya.
__ADS_1
"Kalian sudah selesai?." Hazelo mengelap bibirnya dengan tisu bangkit dari duduk nya. " Kita berangkat sekarang." Berkata sambil melewati Miguel yang sedikit membungkuk hormat.
Cih!! Miguel hanya patuh dengan Hazelo.
"Hazelo tunggu!." Cegah Gabriella.
Seketika Hazelo berhenti. "Ibu mu masuk rumah sakit. Kau bisa mengunjungi nya, orang orang ku akan mengantar mu." Berkata kemudian berlalu dari sana.
Eh? Dia mengerti yang ingin aku katakan?
Gumam Gaby dalam hati. Ingin berterima kasih namun hati nya sangat gengsi.
Gaby mengikuti langkah Hazelo dan Miguel Keluar dari mansion. Telah menunggu Mobil di depan pintu utama.
"Silahkan tuan." Ujar Miguel membukakan pintu.
Hazelo masuk kedalam mobil, namun ujung mata nya melirik Gaby yang berdiri di depan pintu utama disamping Bele yang sejak tadi berdiri di sana. Ini untuk pertama kali nya setelah hampir dua bulan menikah Gaby mengantar kepergian Hazelo.
Miguel menutup pintu kemudian menuju tempat nya mengendalikan kemudi.
"Jalan."
"Baik Tuan." Jawab Miguel secepat itu langsung menginjakkan kaki di pedal gas mobil itu.
"Ini pertama kali nya Gaby mengantar ku. Menurut mu Apa yang akan terjadi selanjutnya?."
"Nona akan jatuh di pelukan anda tuan." Berkata sambil fokus menatap jalanan.
"Kau Fikir begitu?." Hazelo menyentuh rahang nya, menyandar di sandaran. Hening suasana di dalam mobil itu hingga sampai di area parkir VVIP gedung utama perusahaan milik Hazelo.
*********
Sementara di dalam Mansion.
Gaby menatap mobil yang terus berjalan melewati taman mansion itu menghilang di balik gerbang tinggi.
"Silahkan nona, kami akan mengantar anda." Ujar seorang pengawal sambil sedikit membungkuk kan badan.
Gaby melangkah mengikuti pengawal itu. menuju ke samping mansion. Telah menunggu pilot yang berdiri di depan Helicopter sedikit membungkuk menghormati.
"Silahkan nona.," Ujar pengawal mempersilahkan. Sambil membukakan pintu helicopter itu kemudian.
"Terimakasih" Balas Gabriella.
Pilot pun kembali menuju tempat nya, menyalakan mesin bersiap menerbangkan Helicopter itu.
Sedangkan Gabriella mengencangkan pengaman, pengawal Gabi pun melakukan hal yang sama. Mengencangkan seat belt bersiap
__ADS_1
Baling baling mulai berputar, suara menderu mulai terdengar. Angin disekitar mulai terhempas kencang. Perlahan Helicopter itu menerbangkan Gabriella meninggi mengudara meninggalkan mansion.