Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 63


__ADS_3

"Tuan akan mempertemukan mu dengan seseorang yang istimewa seperti dirimu."


Semakin mempererat genggaman. "Dia bukan cinta pertamamu, namun cinta terbaik untuk hidup mu. Percayalah." Senyum Bele pada Viona.


Viona hanya mengulas senyumnya palsu, tarikan nafas yang terdengar berat sambil melepaskan genggaman.


"Tuan muda sudah bahagia, akan begitu juga dengan hidup mu." Tatap Bele pada Viona yang kemudian mengangguk meng iya kan.


"Kau terlihat sangat cantik Bele." Mengalihkan pembicaraan kemudian tersenyum tulus pada Bele dan menoleh pada Gustav. " Hi, Gustav Aku Viona, Bele sering menceritakan tentang mu." Viona memperkenalkan diri.


"Senang bertemu dengan mu Viona." Gustav sedikit membungkuk menghormati.


"Jaga Bele baik baik ya, Aku titipkan dia pada mu." Ucapan lembut yang selalu keluar dari bibir manis Viona seolah menghipnotis lawan bicara.


"Nikmati pesta nya Viona, ajak serigala kutub itu berdansa." Bele berbisik. Yang di maksud adalah Miguel.


Bisikan Bele yang cukup keras membuat Gustav mendengar seketika berkomentar


" Kau mau mati ya! itu jawaban nya jika kau berani mengajak nya berdansa." Membuat mereka tertawa menistakan Miguel.


"Baiklah Bele, Gustav Selamat untuk kalian." ujar Viona yang kemudian melambai pada pasangan suami istri itu sambil beranjak pergi.


Sedangkan Gustav hanya membayangkan saja sudah bergedik ngeri, Seorang Miguel memeluk wanita di lantai dansa. Hal yang sangat mustahil bahkan hingga dunia kiamat sekalipun*batin Gustav


Sementara Miguel melangkah menuju Hazelo dan Gabriella.


"Selamat malam tuan muda."


Hazelo tidak mengidahkan Miguel, Ia lebih fokus dengan istri nya kemudian berkata.


"Tempat ini kurang nyaman, kau juga terlihat lelah. Kita ke kamar ya, kau perlu istirahat."


Banyak kolega yang sejak tadi menyapa mereka, ada gurat lelah dan sedikit pucat terlihat.


"Aku tidak apa apa." Berkata sambil mengusap usap kepala Hazelo yang sekarang memeluknya dari belakang, kepala Hazelo Ia rebahkan di bahu Gabriella. Tidak mengidahkan siapa pun yang melihat.


"AKu belum mendengar alasan mu Miguel, mengapa kau membawa nya kemari." Berkata sambil membawa istrinya menuju sofa meninggalkan Miguel kemudian duduk disana.


Yang dimaksud adalah Viona, Sebab Miguel telah meninjau undangan sebelum tersebar. Ada nama Viona disana dan Miguel meloloskan undangan itu dan membiarkan Viona hadir.


Miguel mengikuti dari belakang, kemudian duduk di sofa hadapan tuan muda Hazelo.


"Dia tidak perlu lagi untuk bersembunyi, tuan muda. Nona juga tidak terlihat keberatan." melirik Gaby sekilas tanpa Hazelo sadari.

__ADS_1


"Benar yang Miguel katakan, Aku tidak apa apa. Biarkan Viona hidup normal dan berdampingan dengan keluarga Walson seperti dulu. Dan izinkan aku menyapa nya." Gaby menimpali sambil tersenyum.


Hazelo menarik nafas nya, tarikan nafas yang bagi Miguel adalah mewakili rasa lega.


Nona banyak sekali berubah, ini semua karena kau tuan muda.


"Panggil dia kemari."


"Baik tuan muda" balas Miguel yang kemudian bangun dari duduk nya berlalu pergi.


Pesta masih terus berlangsung, alunan musik telah berganti dengan musik klasik yang romantis. Indahnya permainan biola berpadu dengan piano yang merdu, Lampu lampu yang awal nya terang dibuat meredup.


Suasana romantis semakin menguat, para tamu undangan juga Bele dan Gustav menuju lantai dansa. Saling memeluk pasangan masing masing menikmati romantis nya suasana malam ini.


Tidak terkecuali Dokter Faros yang entah siapa Ia gandeng malam ini.


Beberapa jam yang lalu Dokter Faros sempat menemui Miguel di parkiran khusus setelah Miguel mengantar Hazelo.


"Miguel?!." Suara Dokter Faros menggema di dalam gedung area parkir khusus hotel itu.


Miguel tidak mengidahkan meski mendengar nama nya disebut. Sangat khafal suara siapa yang berisik menggema di udara di mana mereka bernafas dalam satu ruangan yang sama.


Miguel tetap diam, meraih pintu mobil berniat untuk masuk.


Jika tidak diselesaikan wanita ini tidak akan menyerah. Batin Miguel sambil menutup pintu mobil mengurungkan niat nya.


Senyum mengembang di bibir Dokter Faros yang sekarang berjalan mendekat.


"Miguel, senang bertemu dengan mu. Kau semakin tampan dan Aku pun semakin jatuh cinta."


Astaga, aAku tidak menyangka bibirku seberani ini. hehehe.


Menutup mulut nya sambil tertawa geli tanpa suara di belakang punggung Miguel.


Miguel melihat arloji di tangan nya, meski tanpa bicara apapun Dokter Faros mengerti jika Miguel tidak memiliki banyak waktu.


"Ok, Baik. Aku mengerti. " Dokter Faros berada di samping Miguel sekarang.


"Miguel, Maukah kau menjadi pasangan ku di pesta malam ini?." Mendongak menatap Miguel.


Miguel diam, namun terdengar de..sa..Han kesal dari cara nya bernafas. Meskipun Dokter Faros sudah tau jika Miguel akan menolak, namun tetap saja Ia masih berdiri menatap wajah tampan Miguel menunggu jawaban.


"Apa aku terlihat kurang kerjaan?!." Miguel berpaling sambil meraih handle pintu.

__ADS_1


"Miguel tunggu!." Dokter Faros menarik tangan Miguel menahan agar tidak pergi.


"Kau mau mati ya!!." Suara Miguel menggema membuat Dokter Faros melepaskan tangannya.


"Miguel, jawab saja Aku."Berkata dengan terbata saat air mata tidak mampu lagi tertahan.


"Aku menolaknya, pergilah" Lirih Miguel sebelum masuk kedalam mobil kemudian berlalu pergi,


Dokter Faros hanya diam mematung sambil menatap mobil pria yang selalu menolaknya, Pria yang Ia kejar selama bertahun tahun. Dokter Faros berusaha mati matian agar mandiri hingga menyandang gelar kepala rumah sakit. Tujuan nya tidak lain hanyalah Miguel, Dokter Faros ingin Miguel mengakui nya dan sejajar dengan nya. Hingga suatu saat nanti Dokter Faros berharap bisa berdiri sejajar dengan Miguel sebagai kekasih nya. Sambil mendengar kata "Aku Mencintaimu."


Dokter Faros berlalu dari tempat itu sambil membawa luka, mengusap air mata nya lagi dan lagi. Selalu seperti ini, luka yang sama yang di torehkan Miguel.


***


"Tuan Muda mengijinkan mu menemui nona." Miguel berkata pada Viona.


"Terimakasih tuan Miguel." Ucapan formal terdengar, Ya tidak lain sebab ini di tempat umum. Viona bangun dari duduknya, melangkah mengikuti Miguel dari belakang.


Debaran jantung Viona menguat saat melihat tuan muda dan nona di sana. Kenangan bersama tuan Muda menari nari di dalam ingatan. Saat terkadang Hazelo tiba tiba memeluknya, hangat nya nafas Hazelo saat terakhir kali Ia mencium dahi nya dan mengatakan "Kita tidak mungkin bersama, Ada janji yang harus aku lakukan. Hidup lah dengan layak dan bahagia. Kelak kau akan bertemu pria yang istimewa seperti dirimu."


Oh ya Tuhan, Aku jadi ingin menangis kan. Batin Viona sambil tersenyum pada nona Gabriella disertai sedikit membungkuk.


Viona terkejut, begitupun dengan Hazelo namun tidak untuk Miguel saat Nona Gabriella tiba tiba bangkit dan memeluk Viona.


"Maafkan aku Viona. Karena aku kau mengalami masa masa sulit."


"Tidak nona, Aku baik baik saja. Aku yang bersalah pada anda. Maafkan aku."


Gabriella melepaskan pelukannya, tersenyum seraya berkata. "Hiduplah berdampingan dengan kami. Kau tidak perlu lagi bersembunyi. Tidak akan ada yang akan mendarat mu. Jika Dia melakukan nya lagi-- " Melirik Hazelo sebelum melanjutkan bicara. "Kau Fikir aku akan diam saja?."


Viona tertawa kecil sambil menutup mulut nya. Begitupun dengan Gabriella yang akhirnya bisa bercengkrama dengan Viona meskipun Viona menahan diri sebab sangat tahu batasan.


Membuat Hazelo merasa lega, tidak ada beban lagi untuk nya tentang masa lalu. Dan semua berakhir dengan bahagia.


-


-


-


Epilog..


"Miguel, Antarkan Viona kembali kerumahnya." Gabriella memberi perintah, sambil menunggu reaksi dari wajah setan Miguel.

__ADS_1


"Apa aku terlihat kurang kerjaan?!." Miguel menoleh pada Viona."Taxi akan mengantar mu." Berkata sebelum berlalu pergi, Dengan gaya khas nya yang bagi Gabriella sangat menjengkelkan.


__ADS_2