
Di dalam Club' malam, Dentuman musik menggema menghipnotis para wanita yang sedang berpesta. Berdansa bergerak mengikuti alunan musik DJ yang menggema di udara. Ada pula yang sampai melompat menjiwai dentuman musik malam terpengaruh efek obat obatan yang baru saja Ia konsumsi.
Gumpalan asap ro..kok mengudara, Aroma alkohor pun ikut serta semerbak di mana mana. Gelas gelas wine bertengger di meja meja sekitar tempat para wanita saling ber..mes..raan di atas sofa.
Nathali, Duduk di sofa menyilangkan kaki mengekspose paha mulusnya disana sambil mengudarakan asap, Di Tangan kanan nya segelas wine bertengger, menegak habis seketika meletakkan gelas nya keras.
Beberapa diantara mereka memilih menjauh dari keramaian, ada pula yang berada di belakang koridor bercum...Bu ber..mesra..an. Ada pula yang berciuman dan saling mere..mas di lorong lorong pintu masuk.
Tidak ada satupun pria disana, kecuali seorang bartender yang sudah sangat jengah melihat pemandangan saat ini merasa mual ingin sekali muntah. "Menjijikkan!!." Gumam nya dalam hati sambil meracik minuman pesanan dari Zoe.
Zoe, wanita sexy berambut pendek. Duduk di atas kursi tinggi di depan meja bar. Menyesap minuman nya ketika bartender telah selesai meracik dan meletakkan di atas meja di depan Zoe.
"Maaf Baby aku terlambat." Ujar Gaby sambil memberikan bunga mawar pada Zoe kekasihnya.
"Akhirnya kau datang juga sayang." Zoe menyentuh bibir Gaby. "Aku merindukan mu."
"Aku juga." Gaby tersenyum penuh cinta. "Aku temui Nathali, Kita bisa lanjutkan ini nanti."
Zoe mengerlingkan sebelah matanya menggoda Gaby. "Aku menunggumu." Meraih tangan lembut Gaby mengecupnya.
Muach!!
Satu pria berkacamata hitam melirik geram ke arah meja bar. Menenggak segelas wine yang bartender baru' saja siapkan.
Sampai kapan dia akan berada di sini, aku bekerja sampai gemetar begini kan?!
"God bless you." Gaby mendekati Nathali memeluknya kemudian.
"Kau kemana saja, Kami semua merindukan mu." Nathali melepas pelukannya.
Gaby memberikan paper bag berwarna maroon.
"Apa ini?." Nathali Membuka nya, sebuah Dress indah limited edition. "Wow cantik sekali, makasih sayang." Nathali mengecup pipi Gaby.
"Cih!! Menjijikkan..!!" Umpat pria berkacamata yang duduk di area bartender meremas gelas di depan nya.
"Buatkan untuk ku seperti biasa."Zoe memesan wine lagi"
"Baik Nona" tidak membutuhkan waktu lama segelas wine pun berada di meja.
Zoe meletakkan sedikit serbuk putih kedalam wine tersebut, meraih gelasnya kemudian bangkit dari duduk melangkah ke arah Gaby dan Nathali yang sedang turun untuk berdansa. Mengikuti dentuman musik malam diiringi gemerlam nya lampu disco mendominasi.
"Nikmati malam ini baby." Zoe memeluk Gaby dari belakang. "Aku sangat merindukanmu." Zoe mulai mendekatkan bibirnya.
__ADS_1
Plak.!!
Tamparan keras membuat Zoe tersungkur, Segelas wine di tangan nya pecah beserta gelasnya terjatuh di lantai. Semua wanita menghentikan aktifitasnya seketika, ketika menyadari siapa yang menampar Zoe baru saja. Para wanita yang sedang duduk di sofa tersentak hingga bangkit dari duduk nya menganga.
"Tu- tuan Miguel?!."
Pria berkacamata yang di samping bartender Membuka kacamata, bangkit dari duduknya melangkah lebar mendekati lantai dansa tempat Miguel dan Gaby berada.
"Hazelo?." batin Gaby.
"Bereskan semua !!." Hazelo meninggikan suara Membuat para wanita itu merinding menatap Haze dan Miguel.
Tanpa banyak bicara Hazelo menarik tangan Gaby. " LEPASKAN ?!." Gaby meronta
" LEPASKAN aku Hazelo?!!." Gaby meninggikan suara dan terus meronta menghempaskan tangan.
Namun, cengkraman Hazelo semakin kuat menarik paksa Gaby keluar dari Club' malam itu, melewati orang orang yang menatap mereka.
Hazelo membawa paksa Gabriella, melewati lorong lorong Keluar dari Club' . "Masuk!!." Hazelo mendorong Gaby masuk kedalam mobil di kabin paling belakang, diikuti Hazelo tanpa melepas Cengkraman tangan.
"Jalan!." Perintah Hazelo pada pengawal nya.
"Baik tuan."
Selama di perjalanan Hazelo bungkam, namun tidak melepaskan tangan nya hingga masuk kedalam Mansion. wajah nya masih menyeramkan hingga Semua pelayan bergedik ngeri tidak berani menatap Tuan Muda apalagi bertanya ada apa, Semua menunduk membisu dan saling melirik.
"LEPASKAN tangan ku Hazelo! " Gaby meronta mengikuti langkah Hazelo menaiki anak tangga. Hazelo tetap tidak mengidahkan hingga menarik Gaby masuk kedalam kamar.
Brraakk..!!
Terdengar suara Hazelo membanting pintu dari kamar utama. Para pelayan merinding memilih membubarkan diri pergi ke kamar masing masing.
Sementara di kamar utama, Hazelo menghempaskan Gabriella ke atas ranjang.
Brruugh..!!
Aawww!! Gaby menjerit kaget.
Hazelo tampak murka, kemarahan nya benar benar sampai batas nya. Hazelo menarik laci, mengeluarkan tali memotong nya jadi dua.
" Ayah mu benar, aku tidak perlu lagi menahan diri." Hazelo Menin..dih tubuh Gabriella mengikat tangan nya meraih beberapa lembar tisu yang ada di meja kecil disamping ranjang. Ia sumpalkan ke mulut Gabriella.
Sontak saja membuat Gaby berhenti berteriak.
__ADS_1
"Mmmm.....!!!"
"Mmmmm....!!!"
Mau apa kau Hazelo?!. Gaby berteriak dalam dalam hati sambil menggelengkan kepala. Air mata Gaby mengalir begitu sangat ketakutan. Kaki Gaby tidak lagi bisa memberontak sebab baru saja Hazelo juga mengikat nya.
"Kita lihat Gaby, Sampai dimana pertahanan mu!!" Bangkit dari ranjang meraih gunting yang ada di dalam nakas. Tatapan Hazelo berubah buas, seperti hendak menerkam mangsa yang tidak berdaya di atas ranjang.
" Crek..Crek..!!." Hazelo memainkan gunting di hadapan Gabriella.
"Mmmmm..!!!". "Mmmmmm....!!!" Gaby terus berteriak namun mulut nya tersumpal tidak lagi bisa berkata kata apalagi untuk meminta tolong.
Hazelo menepaskan jas nya melempar sembarang arah, mengendurkan dasi melepas nya kemudian, kancing baju Hazelo perlahan terlepas satu per satu.
Apa yang akan Hazelo lakukan pada ku?! Gaby berteriak dalam hati, Berdebar ketakutan dengan kepalanya terus menggeleng dan air mata yang sudah bercucuran.
Kemeja dan kaus dalaman Hazelo telah tertanggal di lantai, Dada bidang terekspose, tubuh kekar atletis Hazelo baru kali ini Ia perlihatkan pada sang istri.
"Apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan Aku!!." Gaby terus berteriak dalam hati.
Hazelo menyeringai, dengan tersenyum yang bagi Gaby sangat mengerikan apalagi Hazelo perlahan mendekat. Mendekat dan terus dekat naik ke atas ranjang.
Gaby terus menangis sambil menggelengkan kepala, saat tubuh Hazelo berada di atas nya, bertumpu pada kedua lutut.
"Kita suami istri bukan? Mari lakukan apa yang seharusnya dilakukan!"
Aaaaaa....!! Gaby berteriak dalam hati, ketika Hazelo mendekatkan gunting nya ke wajah Gabriella.
" Kau benci aroma pria bukan? Aku akan mengajari mu, kau akan terbiasa menikmati aroma tubuh ku!." Ucapan menggoda namun bagi Hazelo Terdengar Menjijikkan.
Kau mau apa!! Hentikan Hazelo...!!!!!
Hazelo menyentuh lutut Gabriella, perlahan naik melewati paha nya masuk kedalam Dress Gabriella. Tubuh Gabriella bergerak ketika tangan itu sampai di pangkal paha.
"Jangan terus menolak Baby, perlahan tubuh mu akan bereaksi."
Gunting yang ada di tangan Hazelo mulai Ia gerakkan, menggunting Dress yang Gaby kenakan mulai dari bawah kemudian naik ke atas, terus naik hingga terkoyak semua, Terekspose lah tubuh putih mulus tanpa cela yang hanya tertutup dalaman di area sensitif.
-
-
Next
__ADS_1