
Dan terjadilah, saat Gaby membelalak tatkala Hazelo menyentuhkan bibir nya pada bibir Gabriella, me..lu..mat lembut bibir nya hingga Gaby terbawa suasana. Ahirnya memejam membalas ciuman itu hingga waktu yang cukup lama.
Tangan Gaby beralih Ia kalungkan di leher Hazelo dengan bibir yang saling bertaut di dalam remang remang nya suasana kamar Hotel. Ciuman semakin dalam hingga tangan Hazelo menyentuh handuk Gabriella, sekali tarik seketika terjatuh teronggok di lantai.
Hazelo semakin memperdalam ci..Uman nya. Me..lu..mat bibir Gabriella dengan Gaby pun mengimbangi. Perlahan tangan kekar itu menyentuh lembut dadanya. Mem..be..lai lembut bukit indah Gabriella, hingga terjadilah sentuhan yang menciptakan rasa bagaikan aliran listrik yang nikmat menjalar.
Gaby melepaskan ciumannya tatkala sadar handuk nya telah terjatuh ke lantai. "Hazelo." Lirih nya.
"Sssttt." Hazelo meletakkan jari telunjuknya di bibir Gabriella kemudian menautkan bibirnya lagi.
Memperdalam ciuman nya dengan lidah yang menyeruak membelit. Tangan Hazelo kembali menyentuh bukit indah Gabriella me..re..Masi. Dengan tangan kiri Hazelo menahan punggung Gabriella membuat Gaby semakin mempererat tangan nya di leher Hazelo.
Terjadi begitu saja, Hazelo mulai men..ciu..mi telinga bermain dengan lidah nya disana, membuat merinding di sekujur tubuh hingga tarikan nafas nya yang mulai tidak beraturan saat lidah itu mulai men.. jelajah di leher. Tangan Hazelo masih terus mem..be..lai bukit indah itu hingga sesekali me..re..Masi membuat Gabriella merasakan efek tagih yang mengalir menjalar.
" Hazelo?."
Lirih Gaby saat tubuh nya terangkat.
"Ssstt." Hazelo mencium dahi Gabriella.
Lagi lagi Gaby diam seperti terhipnotis menurut begitu saja saat Hazelo kemudian menggendong nya membawa mendekati ranjang membaringkan nya disana perlahan.
Tatapan mereka bertemu, Hazelo merendahkan tubuh nya, entah siapa yang memulai kedua nya ber..ciu..man lagi dan lagi. Hazelo menghempaskan Handuk yang sejak tadi melilit di pinggang kemudian me..nin..dih tubuh Gabriella dengan sempurna, dengan lutut dan tangan masih menahan tentunya.
Tanpa dendam dan benci, Hazelo sungguh melakukan nya. menjelajahi leher jenjang sambil terus me..re..Masi bukit indah milik Gabriella.
Gaby mer..emas rambut Hazelo yang saat ini Turun ke bawah sana men..ji..Lati bukit ke..nya.l nya dengan tangan me..re..Masi gundukan di samping nya. Terus meraja Lela menggebu Hazelo melakukan nya. me..lu..mat lembut terkadang sesekali menggigit gemas.
Hazelo terus bermain di da..da nya membuat nafas Gabriella tidak lagi mampu Ia kendalikan. Rasa ingin melakukan sesuatu yang lebih menyeruak dalam jiwa nya. Sesuatu yang baru kali ini Ia rasakan dengan de..sa..Han kecil mulai mengudara meski sudah berusaha susah payah untuk menahan.
__ADS_1
Hazelo sungguh menjelajahi tu..buah indah nan lembut itu. berkali kali Ia mengecup tato bunga mawar di dada sambil me..re..Masi bagian dada.
Terus men..ji..Lati hingga Gaby meng..ge..liat nikmat dengan tangan mulai menjelajahi area paling sensitif di sela sela pa..ha. Terus men..ji..Lati bukit indah itu dengan tangan kanan mem..be..lai di bawah sana.
"Hazelo!." Nama Hazelo berkali kali disebut saat Tangan kiri Hazelo terus mere..ma...si bukit indah di da..da nya membuat Gaby sungguh menggila sambil meremas rambut Hazelo.
Ucapan Dokter Faros ikut meracuni otak nya, dan sungguh Gaby tidak mampu lagi untuk menahan nya ingin sekali melakukannya dan melepaskan semua malam ini.
"Hazelo..ah..?!." Gaby menjerit kecil saat Hazelo menjelajahi setiap inci tu..buh nya hingga memainkan lidah nya di area inti di bawah sana yang telah membasah sejak tadi.
"No Hazelo."
Rin..tih Gabriella, mencakar sprey saat tubuh nya tidak lagi terkendali, suara suara laknat mendayu Dayu tidak lagi mampu tertahan.
Hazelo kembali naik mendekatkan wajah nya, menatap mata Gabriella mengecup dahi nya.
milik nya sudah me..negang entah sejak kapan. Sudah tidak lagi mampu Ia untuk menahan.
"Lakukan yang memang seharus nya dilakukan." Gaby mengalungkan tangan nya di leher Hazelo, menatap nanar pada nya kemudian mengecup bibir nya.
"I love you, tuan muda."
Hazelo mengulas senyum. "Ini akan sakit, maka bagilah rasa sakit itu dengan ku. Lakukan saja jangan pernah menahan nya sendiri, cakar punggung ku atau kau gigit saja bahu ku. Lakukan yang apapun yang kau inginkan." Lirih Hazelo. Gaby pun mengangguk, kemudian me..lu..mat bibir Hazelo.
Hazelo mempersiapkan diri mulai membenamkan milik nya, sangat sulit sebab milik nya cukup besar. Terus berusaha membenamkan nya perlahan.
Dan terjadilah yang memang seharusnya terjadi di dalam kamar hotel dengan suasana remang remang kedua nya mulai menyatukan diri di..atas rannjang.
Suara Gabriella mengudara Meri..n..tih, saat ada sesuatu yang berusaha menyeruak masuk kedalam sana. Bagaikan tertusuk benda tumpul antara sakit perih dan tertagih lagi dan lagi.
__ADS_1
"A...hhhh...!!" Gaby terus me..rin..tih menancapkan kuku kuku nya di punggung Hazelo. Dengan Hazelo terus me .lu..mati bibir Gabriella berusaha mengalihkan rasa sa .kit.
Lu..ma..Tan beralih ke telinga hingga ke leher sambil terus merusaha membenamkan miliknya di bawah sana, naik turun menggerakkan ping..gu..l agar terbenam sempurna.
Benar saja, Gabriella meng..Gi .git bahu Hazelo ketika benda tumpul itu terus berusaha menyeruak untuk masuk.
"Aa...hhhh..." Setelah proses yang cukup lama, ahirnya pun terbenam juga, Hazelo kembali me..lu..mat bibir Gabriella,memperdalam ci..Uman nya, sambil mulai menggerakkan ping..gul di bawah sana perlahan naik--turun.
"Hazelo..." Suara suara laknat kedua nya mendominasi di ruangan, rasa sakit perlahan sedikit demi sedikit berubah menjadi hangat dan nik..ma..t
Dengan Hazelo yang terus memompa perlahan membuat kegilaan Gabriella dengan de..sa..Han khas nya mengudara.
Hazelo terus memompa mulai mempercepat ri...tme nya hingga Gaby pun merasakan ke..nik..ma..Tan yang meledak hangat di bawah sana. "Hazelo...A..h..."
Hazelo terus bergerak mendominasi, me..mom..pa menekan milik nya kedalam sana hingga sesuatu menyemburat nikm..at di dalam inti di bawah sana. De..sa..Han.. Hazelo Ia tutupi dengan me..lu..mat bibir Gabriella lagi dan lagi. Dengan nafas yang ngos ngosan kedua nya melepaskan ha..s..rat yang tertahan selama berbulan bulan.
Di atas ranjang, Di remang remang kamar Hotel, Di kota Brazilia......
-
-
Next......
Maaf ya kawan... Jika mungkin a..de..ga..n
nya kurang berkenan, Sebab ini adalah bentuk totalitas dalam keprofesionalan saat menulis. Mohon maaf juga jika tulisan tulisan Q masih sangat belepotan sebab minim nya pengalaman 🙏.
Ini semua real karya sendiri tanpa menjiplak apapun dan milik siapapun. Meski tidak akan pernah lolos, Q bersyukur ada kalian yang terus membaca dan mendukung penulis seperti aku yang amatiran dan tidak populer 🤗🤗
__ADS_1
Terimakasih untuk semuanya kawan... Tunggu episode selanjutnya ya ...😘😘