Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 16


__ADS_3

Venice, The Queen of adriatic. ITALY.


Disinilah Gaby sekarang berada, kota kanal yang sangat menakjubkan. Diatas Gondola, Gaby duduk berhadapan dengan Hazelo. Dibawah sinar bulan purnama yang memantul indah terlihat berkilauan di atas air.


Sedangkan Miguel terus mendayung, raut wajah standar seperti biasa tidak menunjukkan ekspresi apapun. Entahlah, ada juga manusia yang seperti nya tidak pernah tertarik dengan segala hal selain segala sesuatu yang berhubungan dengan tuan nya.


"Indah sekali" Gaby menatap sekeliling. " Meskipun kau menyebalkan tapi aku berterima kasih pada mu untuk kali ini, Hazelo." Tersenyum manis pada nya.


" Kau akan semakin sering berterima kasih nanti nya."


"Apa maksud nya?."


Hazelo hanya mengherdikan bahu. Mengulurkan tangan nya kemudian, Mengajak Gaby untuk mendekat. "Kemarilah"


"Apa."


Gaby menjabat tangan Hazelo, seketika Hazelo menarik tangan Gaby membuat Gaby duduk di samping nya."Apa mau mu!."


"Apa kau lupa? Kita dalam pengawasan, sebaiknya kau menurut." Hazelo berbisik sambil melingkarkan tangan nya di bahu Gaby.


Eh? Kenapa jadi begini sih?


"Baiklah, apa boleh buat." Gaby menghela nafas, menoleh Hazelo yang diam memandang jauh entah kemana.


Hingga beberapa menit berlalu, Hazelo masih diam. Gaby pun memberanikan diri menyandarkan kepalanya di bahu Hazelo.


Astaga! Apa yang aku lakukan?!*Gumam Gaby dalam hati, dan lagi lagi hati dan jiwa nya bertolak belakang.


Gondola terus berjalan, dengan Miguel pun terus mendayung. Gaby menoleh pada Hazelo yang masih saja diam. Gaby menatapnya lekat menelisik sepertinya tempat ini mengingatkan nya pada seseorang.


Hazelo disini, namun fikiran dan hatinya entah kemana. Apa karena Viona? Apa Hazelo pernah kemari bersama Viona?* Batin Gaby.


Sedangkan Miguel, menatap iba pada Hazelo yang diam sejak tadi."Tuan muda, Tempat ini mengingatkan anda pada gadis itu." Gumam Miguel.


"Hazelo?." ujar Gaby memecah keheningan. Masih dengan posisi semula kepalanya menyandar di bahu.


"Hm?" Hazelo menyahut. Namun pandangan nya masih menatap jauh.


"Apa kau pernah kemari?."


Hazelo menoleh pada Gaby yang telah mengangkat kepalanya tidak lagi menyandar di bahu. Kemudian menatap lagi kedepan.


"Apa tempat ini mengingatkan mu pada seseorang?." Tanya Gaby lagi.

__ADS_1


"Bukan urusan mu!." Hazelo memindahkan tangan nya, tidak lagi di bahu Gabriella.


Seperti apa sebenarnya Viona itu. Hingga kau seperti ini. Kau disini bersama ku. Namun hati mu tidak.


"Hazelo kau marah? Mengapa kau tidak mengejarnya dan malah menikahi ku?!." Dada Gaby berdebar, Sebenarnya tidak berniat menanyakan hal itu. Namun, selain rasa penasaran Gabriella juga ingin tahu seberapa besar Viona memenuhi hati nya.


"Ini tentang Viona kan?" Gaby memberanikan diri menyentuh pipi Hazelo dengan kedua tangan nya, menatap nanar pada nya. "Jawab Aku"


Hazelo hanya diam. Raut wajah sedih terlihat.


Kenapa malah aku yang jadi ingin menangis* Batin Gaby.


"Apa kau sungguh ingin tahu?." Hazelo menurunkan kedua tangan Gaby dengan tangan nya. "Aku hanya berusaha mengabulkan yang Kau inginkan. Aku berusaha penuhi janji ku pada mu."


"Janji? Keinginan? Apa maksudnya?!." Gaby sama sekali tidak mengerti.


"Apa kau sungguh tidak ingat?." Hazelo memandang lurus kedepan, dengan tangan nya menyentuh air.


Gaby menggelengkan kepala. "Aku tidak ingat. Aku juga tidak mengerti, mengapa kita dijodohkan sejak masih kecil."


"Apa kau menyesal?." Hazelo menoleh pada Gaby.


Kenapa kau bertanya begitu? Aku harus jawab apa? Tidak Hazelo, aku tidak menyesal." Ujar Gaby dalam hati.


Mengapa aku tidak menyesal sekarang.


"Kau menyesalinya kan?! Tidak disangka ya, kau berselingkuh dengan membuatku bersaing dengan wanita!!." Hazelo bangun dari duduknya, Menoleh pada Miguel yang selalu mengerti apa yang harus dilakukan hanya dengan sekali lirik.


Tidak lama Gondola sampai di tepian, telah menunggu mobil Hazelo di penghujung jalan.


Hazelo menuju mobilnya bersama Miguel, sedangkan Gaby masih mematung, teringat akan apa yang Ia lakukan selama ini pada Hazelo. Kata kata pedasnya menggema di dalam ingatan. Membuatnya tersadar


jika Hazelo dan Miguel telah pergi menjauh.


"Hazelo, apa kau marah?."Gaby memekik di keheningan malam, mengikuti Hazelo yang menuju Mobilnya bersama Miguel.


"Hazelo tunggu?!." Gaby berteriak lagi sambil berlari.


Namun Hazelo tidak mengidahkan, melangkah lebar diikuti Miguel hingga masuk kedalam mobil.


"Hazelo!." Gaby melepaskan high heels nya, Sebab kesulitan berlari diatas jalanan yang berair. Tergesa gesa berlari tanpa alas kaki mengejar Hazelo. Namun sial nya mobil itu malah berlalu pergi.


"Hazelo tunggu." Gaby masih berlari mengejar, tapi mobil Hazelo semakin pergi menjauh. "Hazelo bodoh!! Kembali..?! Jangan tinggalkan aku!." Gaby memekik pada mobil yang telah menghilang.

__ADS_1


Gaby menitikkan air mata sambil berlutut di jalanan saat mobil Hazelo tidak lagi terlihat. Nafasnya terengah engah, Gaby menunduk menangis dengan tangan nya masih memegang high heels.


Gaby tidak mengidahkan beberapa pria yang memperhatikan nya sejak tadi.


"Hazelo brengs*k ! Kau jahat! Ini sudah tengah malam, dan kau tinggalkan aku sendiri dijalan?! Kau bukan manusia!! " Umpat Gaby sambil mengusap air mata nya, bangkit berdiri mengedarkan pandangan yang semakin sepi.


"Mana ponsel ku?." Gaby tersadar jika tas dan ponsel nya Ia tinggal di dalam mobil sebelum naik Gondola. "Astaga!! Tamatlah riwayat ku sekarang. Gaby menghela nafas sambil berjalan


"Kau bertanya apa aku menyesal menikah dengan mu kan Hazelo? Dan aku jawab YA! Aku sangat menyesal..!! Aku menyesal tuan Hazelo Walson!" Gaby berteriak sambil mendongak ke atas menatap langit.


Gaby terus mengumpati Hazelo sambil berjalan tanpa arah. menenteng High heals nya melangkah tanpa alas kaki. Sambil sesekali mengusap air matanya.


"Guarda bella donna. Peccato che sia mancato stasera" ( Lihat, Ada wanita cantik. Sayang jika terlewatkan malam ini.")


Tiga pria yang memperhatikan Gaby sejak tadi, Salah satu diantara nya menenggak sebotol bir, Lalu Ia hempaskan di jalan.


Prraang..!!


Mereka mengikuti tanpa Gaby disadari, hingga memasuki area yang semakin sepi. Mereka menghadang Gaby tiba tiba, Sambil tertawa menyapa Gaby. Sapaan yang Gaby bahkan tidak faham apa artinya. Gaby tersentak, seketika berbalik berpura pura tidak menghiraukan merek, berjalan dengan tergesa memasuki gang gang. Gaby menoleh kebelakang, Berdebar takut sebab Tiga pria itu masih mengikuti nya.


Gaby berlari sekuat tenaga, ingin meminta pertolongan namun tidak ada seorang pun disini. Malam semakin larut Gaby pun semakin kencang berlari, tidak terasa saat high heels nya telah terjatuh entah dimana. Semakin terkejut ternyata Jalan yang Ia lalui buntu terhalang dinding pembatas yang tinggi.


Jalan ini buntu, Apa yang harus aku lakukan?!


Gaby menoleh kearah tiga pria yang tertawa menggema, semakin mendekat dan terus mendekat membuat Gaby mundur kebelakang hingga tubuhnya terbentur pada dinding pembatas. Tiga pria itu terus mendekat sambil tertawa dan menatap haus pada nya.


"Help!!" Gaby memekik. "Tolong..!!"


Pria itu semakin mendekat, dan terus mendekat.


"Help me please." ... Gaby terus berteriak meminta tolong.


"Aaaaaa.....!!" Gaby menjerit saat tiga pria itu menyentuh nya.


-


-


Next


Venice, The Queen of adriatic. ITALY.


__ADS_1


Hazelo, Gabriella dan Miguel.


__ADS_2