
Masih di dalam Mansion, Suasana tegang masih tercipta ketika Dokter belum juga keluar dari kamar utama.
Gaby masih mematung di depan pintu bersama Miguel dan kedua orang tua Hazelo. Gaby tidak menyangka akan jadi begini, Ibu nya Hazelo berkali kali mengusap mata yang basah menggunakan tisu, Sedangkan Tuan besar merangkul istri nya berkali kali mengusap bahu istrinya menenangkan.
Padahal hanya demam, kenapa begini sih?!
Tidak lama pintu terbuka,
"Bagaimana putra ku Dokter?."
Secepat kilat Ibu nya Hazelo bertanya pada Dokter setelah pintu kamar terbuka.
"Tuan Muda baik baik saja, Hanya perlu beristirahat dan meminum vitamin. Obat penurun panas telah saya siapkan. Mohon segera diminum."
Ujar Dokter sedikit membungkuk kemudian berlalu menuruni anak tangga menuju lantai bawah bersama kedua perawat.
"Syukurlah."
Terdengar lega dari tarikan nafas Ibu nya Hazelo. Tuan dan Nyonya besar masuk kedalam kamar utama diikuti Gaby juga Miguel. Sedangkan di lantai bawah kesibukan kembali terjadi, Entah apa saja yang mereka siapkan sebab kedatangan Nyonya besar merubah suasana menjadi semakin tegang. Juga Bele Kepala pelayan yang segera membawa nampan menuju kamar utama.
"Saya permisi Tuan, Nyonya. Ini Bubur untuk Tuan muda." Ujar Bele membawa nampan masuk kedalam kamar meletakkan nampan di atas meja tepat di depan sofa dimana Hazelo berbaring.
"Apalagi yang Tuan Muda butuhkan Nona?." Bele bertanya pada Gaby, seperti sengaja memancing Gaby sebab Bele mendapati Tuan nya tidur di sofa bahkan setelah sebulan menikah.
Sialan! Awas kau Bele.
"Tidak ada, pergi lah. Biar aku suapi Tuan Muda." Gaby meraih mangkuk merendahkan tubuh nya mendekat pada Hazelo. Kedua lutut Gaby menyentuh lantai seperti sedang berlutut, menyentuh pipi Hazelo berusaha membangunkan.
Ha. ha!! Akting ku hebat kan Miguel??! Aku bisa mencari muka di depan mertua ku lebih hebat' dari siapapun. Gaby bersorak dalam hati.
"Gaby, Jelaskan pada Kami mengapa putra ku tidur di sofa!."
DUA..RRR!!!
Seperti ada Bom meledak di hati Gaby, akting pura pura ingin menyuapi Hazelo sepertinya tidak ada gunanya sebab Ibu nya Hazelo mampu membaca suasana.
"A-Aku.."
Berfikir berfikir berfikir. Tidak mungkin kan kalau aku bilang , Tidak pernah kami tidur satu ranjang sebab aku tidak menyukai laki laki!
Hazelo membuka mata, meraih tangan Gaby dan mengecup nya.
Gaby tersentak tidak percaya. Woiii Apa kau mabuk,?! Ini benar Kau kan Hazelo? Mengapa mencium tangan ku???. Umpat Gaby dalam hati.
"Maaf sayang semalam aku mengabaikan mu, Membiarkan mu sendirian di ranjang. Kepala ku sakit dan tidak ingin di ganggu siapapun." Mengecup tangan Gaby lagi dan lagi.
Gaby menganga tidak percaya, Hazelo melindungi nya.
Mengapa kau melindungi ku? Aku jadi merasa bersalah kan.
Tuan dan Nyonya besar tersenyum, seperti nya mereka saling mencintai. Tidak seperti yang Nyonya besar khawatirkan selama ini. "Hazelo, kami tidak ingin menggangu mu, Kami senang kau baik baik saja. Sekarang habiskan bubur mu dan segeralah minum obat nya"
Miguel hanya menghela, ketika Hazelo melindungi istri yang membuat nya sakit begini. Hazelo bangkit dari tidur nya, duduk menyandar di sofa.
" Sayang, kau ingin menyuapi ku kan?."
Tanya Hazelo pada Gaby.
__ADS_1
"I-iya,"
Gaby mengangguk.
"Duduk lah disini, mengapa berlutut di bawah."
Hazelo menyandar di sofa memijat pelipisnya, pening. Mungkin itu yang Hazelo rasakan saat ini.
"Ah, iya."
Gaby bangkit kemudian duduk di sofa di samping Hazelo, menyuapkan bubur yang ada di tangan nya.
"Ini enak sekali, terimakasih sayang."
Hazelo meraih pinggang Gaby, Membuat Gaby merinding dibuatnya.
"Eh?." Semakin membeku ketika Hazelo mengecup dahi nya hingga Gaby hampir menjatuhkan mangkuk di tangan nya seperti mau oleng.
Hai?! Apa harus mencium ku segala!!.
Gaby memekik dalam hati.
"Kami keluar Hazelo, seperti nya kau sedang tidak ingin terganggu."
Ujar Ayah nya kemudian berbalik mengajak istri nya keluar kamar. Sementara Miguel masih di dalam kamar menunggu perintah selanjut nya.
" Apa yang ingin kau katakan Miguel."
Hazelo bertanya tanpa menoleh pada Miguel.
"Saya meminta izin anda membawa nona Gabriella menuju ruang kerja, Tuan Muda."
Menoleh pada Miguel kali ini.
"Baik Tuan Muda, aku permisi."
Membungkuk kemudian meraih handle pintu.
"Bersiaplah Nona Gabriella, aku membuatkan kejutan untuk anda. Persiapkan Piala yang anda bicarakan tadi setelah ini."
Menutup pintu kemudian setelah Ia bicara.
Miguel sialan?!
Keheningan menyelimuti kamar itu, Gaby merasa canggung juga sedikit rasa bersalah. Ingin berterima kasih sebab sudah dilindungi namun merasa gengsi, meminta maaf apa lagi.
"Ehm"
Gaby berdehem melirik Hazelo di samping nya yang sedang meneguk air putih kemudian menelan pil penurun demam. Hazelo tidak bereaksi.
Ternyata orang seperti mu bisa sakit dan minum obat seperti manusia normal ya?.
Gaby jadi salah tingkah sendiri ketika Hazelo menyandar lagi di sofa memijat pelipisnya. Masih diam tanpa mengeluarkan sedikit pun suara. Hanya tarikan nafas Hazelo yang terdengar berat membuat Gaby semakin tersulut.
"Kau masih sakit?."
Gaby bertanya memberanikan diri, untuk pertama kali nya setelah menikah Ia berkata lembut pada suami nya.
__ADS_1
"Apa kau perduli?."
Berkata tanpa membuka mata dengan tangan masih memijat pelipisnya.
"Kau marah?. Lalu kenapa kau melindungi ku tadi, Miguel juga."
Menatap Hazelo yang masih memijat pelipisnya.
"Menurut mu?!."
Hazelo malah balik bertanya membuat Gaby geram juga menyesal.
Apa?! Menyesal??? Tidak! Aku tidak pernah menyesal! Kita akhiri pernikahan bodoh ini secepatnya Hazelo. Seharusnya kau tidak perlu melindungi ku tadi, biar orang tua mu tahu dan secepatnya kita berpisah.
Gaby memekik dalam hati.
"Mengapa kau melindungi ku! Seharusnya biarkan saja orang tua mu tahu yang sebenarnya!."
Gaby Meninggi kan suara.
" Sebenci itu kah kau pada ku?."
Hazelo menatap Gaby. "Katakan saja pada orang tua ku , mereka masih ada di bawah."
berkata dengan intonasi kesal nya.
"Aku melindungi mu, anggap saja untuk membalas kebaikan mu dimasa lalu."
Memang apa yang aku lakukan,?!
berfikir tidak mengerti.
"Mengapa kau menciumku tadi?."
Gaby membalas tatapan Hazelo.
"Cih!! Apa semenyenangkan itu berciuman dengan wanita?"
Hazelo menyeringai mengingatkan kejadian semalam. Tangan Hazelo mengepal namun Ia berusaha menahan nya, Bukan karena cinta. Tapi menunggu waktu yang tepat untuk membalas Gabriella.
Degg
Astaga! mengapa rasa nya seperti sedang ketahuan berselingkuh? Gaby bergumam dalam hati
Gaby mengingat kejadian semalam, Ya, aku memang berselingkuh sih.. Aku bahkan berciuman dengan kekasih ku Zoe.
Meski hati nurani nya merasa bersalah, tapi ego yang sangat tinggi tidak mungkin mengakui kesalahannya.
"Tutup mulutmu! Kau tahu kan aku seperti apa?."
Gaby bangun dari duduk nya.
"Ini sudah 10 menit kan?! Aku sudah ditunggu asisten setia mu!."
Meraih handle pintu keluar dari kamar Hazelo.
-
__ADS_1
-
Next