Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 87


__ADS_3

Pagi ini kesibukan terjadi di dalam Mansion tidak seperti biasa nya. Itu disebabkan karena tuan besar dan Nyonya menginap.


Para koki bekerja di dapur utama membuat menu special sesuai daftar yang tertera.


Sedangkan para pelayan bekerja seperti biasa, Khusus untuk kepala pelayan yaitu Bele berangkat dia jam lebih pagi.


Ia baru saja keluar dari mobil bergegas memasuki pintu belakang. Langkah sepatu nya terdengar di pagi yang masih sangat sunyi.


"Selamat pagi senior. " Sapa dia orang pelayan yang baru saja membersihkan ruang makan.


"Selamat pagi. " Balas Bele kemudian menuju ke rumah belakang. Lewati beberapa penjaga yang menyapa nya kemudian masuk kedalam kamar.


Bele berganti pakaian kerja di sana


Secepat kilat kemudian bergegas menjalankan tugas tugas nya.


Tuan Walson memang terkenal sangat disiplin.


Pagi buta bahkan Ia telah bersiap dengan sepatu olah raga nya berlari mengelilingi Mansion.


Rambut nya telah basah, wajah nya tampan fresh berseri tidak nampak termakan usia.


Sedangkan Nyonya Walson berada di depan cermin sedang merias diri.


Kemudian keluar dari kamar berjalan jalan hendak menuju taman belakang. Langkah nya yangg elegant selalu nampak lewibawaan nya sebagai putri bangsawan.


"Selamat pagi nyonya. " Bele dan satu pelayan wanita membungkuk menyapa.


"Pagi." Nyonya Walson membalas dengan senyuman. Selalu ramah dan lembut ketika berbicara seperti seorang ratu.


Nyonya Walson menuju taman belakang kemudian duduk disana sambil menunggu suami nya yang sedang ber olahraga mengelilingi Mansion.


Tidak lama datanglah Bele beserta pelayan yang membawa nampan berisi dia cangkir sereal dan beberapa potong kudapan.


"Sarapan anda Nyonya, silahkan. " Ujar Bele sambil meraih dia cangkir sereal meletakkan nya di meja.


Disusul dia piring kudapan di meja.


Kemudian beberapa pelayan datang, semua membawa nampan masing masing berisi aneka kudapan yang tuan dan Nyonya suka.


"Dengan ramah Nyonya Walson berkata " Terimakasih, sudah merepotkan kalian. " Ucapan lembut bak seorang permaisuri.


Ucapan itu mbuat para pelayan membusungkan dada nya merasa tersanjung dan bangga sambil mereka membungkuk hormat sebelum undur diri.


Sedangkan satu pelayan senior tetap berdiri tepat disamping Nyonya Walson.


Tidak lama Tuan Walson terlihat. Istri nya melambaikan tangan agar Tuan Walson mendekat.


"Selamat pagi sayang. " Tuan Walson duduk di kursi di hadapan istrinya setelah pelayan itu menarik kursi mempersilahkan.


"Pagi, ini untuk mu. " Nyonya Walson meletakkan secangkir sereal di hadapan suami nya.


"Mana Hazelo. " Bertanya pada pelayan yang berdiri di belakang Nyonya Walson.


"Tuan Muda dan Nona masih di kamar nya tuan. "

__ADS_1


***


Sementara di dalam kamar utama.


Hazelo dan Gabriella baru saja membersihkan diri dari kamar mandi.


Mereka keluar dari kamar mandi bersama, sambil tertawa dan saling mengejek.


Jangan ditanya apa saja yang baru saja dilakukan di dalam sana, yang pasti ucapan cinta terdengar seiring nafas yang tak beraturan di dalam tempat berendam.


secepat kilat Hazelo masuk kedalam Walk in closed setelah terdengar suara Bele mengetuk pintu.


"Masuklah Bele. " Gabriella menyahuti. Ia telah mengenakan bathrobe dan duduk di depan meja rias.


Hazelo pun telah keluar dengan stelan jas rapih.


Bele pun meraih handle pintu dan masuk kedalam


"Tuan dan Nyonya menunggu anda di taman."


Berkata dengan sopan setelah sedikit membungkuk hormat.


"Aku segera kesana. " Ujar Hazelo sambil merapikan sendiri dasi yang biasanya Gaby bantu kenalan.


"Kau bantu saja istri ku bersiap. "


"Baik tuan muda. "


"Sayang, Aku kesana dulu. Kau bersiaplah bersama Bele. " Kecup Hazelo pada pipi istri nya.


"Ingat, Gunakan lift untuk turun. Aku tidak lagi mengizinkan mu menuruni anak tangga." Kecup lagi Hazelo di dahi Gabriella.


"Sayang, kita sudah membahas nya semalam. "


"Itu berbahaya untuk mu, Gunakan lift. Ingat?!. "


Ujar Hazelo sambil berlalu keluar dari kamar. Melewati Bele yang sedikit membungkuk hormat.


"Baik tuan muda, aku akan menurut. " Balas Gaby sebelum Hazelo menutup pintu.


"Tuan muda sangat mencintai anda nona. " Ujar Bele sambil membuka lemari besar memilihkan dress yang cocok untuk acara sarapan bersama tuan dan Nyonya besar.


"Cih?! Itu bukan urusan mu. "


Bele tertawa.


"Aku juga diperlakukan istimewa oleh Gustav lho, nona. " Berkata sambil mulai membantu Gaby merias diri.


"Bukan urusan ku. "


"Katakan jika anda iri dengan ku, malam pernikahan kami sangat indah lho. " Bele meledek memprovokasi.


Gaby menghela sekarang, jika membahas awal pernikahan tentu saja Gabriella kalah.


"Kau memang sangat menyebarkan Bele, Sama saja seperti asisten Hazelo yang membuat aku muak. "

__ADS_1


"Aku akan meminta Hazelo memecat mu. "


"Jangan nona, aku hanya bergurau. "


Bele tertawa lagi. "Anda selalu bersikap dengan menjadi diri sendiri nona, itu sebab nya aku suka melayani anda.


Berkata sambil menata rambut Gabriella.


" Kau mulai merayu ku kan?!. Cepat selesaikan Aku sudah lapar. "


"Baik nona, baik. '


Tidak lama Gabriella selesai menyiapkan diri dibantu Bele, keluar dari kamar kemudian hendak menuju lift.


Langkah kaki nya terhenti ketika sampai di depan pintu kamar yang asing bagi nya.


Ba ngunan ya g terlihat masih baru dan seperti nya baru saja di buat.


"Bele, Hazelo mendekorasi rumah ini?. "


"Benar nona, nanti jika telah selesai anda akan tahu. " Balas Bele sambil menggandeng Gabriella menuju depan pintu lift.


Gaby hanya mengangguk.


Kemudian masuk kedalam elevator yang mengantarkan mereka menuju lantai bawah.


Berjalan dengan hati hati menuju taman belakang dengan Hazelo, tuan dan Nyonya Walson telah menunggu.


"Maaf mom, Dad, membuat kalian menunggu. "


Gaby tersenyum kemudian perlahan duduk di sana.


"Tidak aula sayang, Kita sarapan bersama. " Ujar Nyonya Walson sambil mengangkat gelas berisi air putih.


"Untuk kebahagiaan keluarga. " ujar Nyonya Walson.


"Untuk kebahagiaan keluarga. "


"Ciirrsss."


Mereka pun bersulang.


Menikmati sereal dan kudapan di pagi hari. Bercengkrama membahas ini dan itu sambil sesekali tertawa tanpa ada yang berani membahas Miguel sedikitpun.


Meski dalam hati Tuan besar ada yang kurang jika tanpa Miguel.


Sebab Tuan Walson tahu jika Miguel masih duduk menunggu dan diam di dalam Mobil.


Tuan Walson sempat menyap nya tadi.


"Bersabarlah Miguel, ini semua demi kebahagiaan Hazelo dan juga penerus keluarga Walson. "


"Aku mengerti tuan. " Miguel mengangguk.


"Terimakasih Miguel. " Tepuk Tuan besar pada baju Miguel.

__ADS_1


"Sudah menjadi tanggung Jawab saya tuan. Agan tuan Muda bahagia. "


__ADS_2