
Ada getaran saat Hazelo bersikap lembut." Teringat saat Hazelo mengecup dahi nya.
"Ada gejolak hebat saat Dia keluar dari kolam renang dang aku melihatnya." Wajah Gaby memanas menceritakan bagaimana Perasaan nya malam itu.
"Melihat dada nya yang terekspose membuatku bergetar, Aku semakin menggila dan hampir tidak mampu bernafas ketika Dia mendekapku tubuh nya yang basah menempel, Aku pun merasakan detak jantung nya."
"Dan sial nya, aku sangat menyukai aroma tubuh nya." Berkata sambil membentur kan kepalanya di atas meja.
"Apa kau belum pernah berhubungan ba...da..n dengan Zoe?." Dokter Faros menatap serius pada Gabriella.
Kata kata Dokter Faros Membuat Gaby mendongak.l
"Apa maksud mu?! Aku hanya berciuman dan terkadang saling memeluk. Itu saja!." Gaby mengherdikan bahu.
Dokter Faros mengulas senyum. "Lalu bagaimana dengan Hazelo?."
"Maksud nya?." Gaby berkerut dahi.
"Kalian belum melakukan nya?" Dokter Faros mendekatkan wajah nya.
Gaby Diam tidak menjawab, Hanya memalingkan wajah.
"Membayangkan nya saja aku tidak sanggup."Batin Gaby menyentuh wajah yang memanas dengan Otaknya yang traveling kemana mana.
"Kalian suami istri, seharus nya kau mengerti yang harus kau lakukan dengan nya." Faros bangun dari duduknya. Kembali duduk di kursi kebanggaan nya itu tepat di hadapan Gabriella hanya saja terhalang meja.
" Hubungan di atas ranjang itu bisa memperbaiki dan menguatkan perasaan kalian lho?!."
Dokter Faros berbicara sangat serius. " Kau istri Hazelo. Kalian Sah dalam segi apapun. Cobalah melakukan itu dengan nya, Kau akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus menjalani terapi."
"Jangan bicara yang tidak masuk akal!." Gaby Meninggikan suara.
"Apanya yang tidak masuk akal?! Aku teman kalian dan aku juga seorang Dokter!." Tegas Dokter Faros. "Aku tahu yang sebenarnya kalian butuhkan, bukan hanya berpelukan sepanjang malam!"
Dasar Bodoh!!
Batin Dokter Faros.
"Lagi pula kau mencintainya kan?!" Faros bicara sambil menggebrak meja, Membuat Gaby terlonjak kaget seketika.
"Cinta?! Kau bicara sembarangan. Jangan bertingkah seolah kau tahu segala hal, meski kau itu seorang Dokter."
Cinta? Aku mencintai Hazelo? Tidak kah ini mustahil?
Gaby berseteru dengan hati nya sendiri. Membeku saat Dokter Faros menatapnya serius.
"Kau menyukai nya Gaby. Kau tidak bisa berbohong pada ku." Dokter Faros bangun dari duduknya mengulas senyum Kemudian mendekati Gabriella, Membuat Gaby terkesiap ketika tiba tiba Dokter Faros berbisik pada nya.
"Selamat menikmati malam pertama mu!." Mengerlingkan mata kemudian berlalu pergi.
Sialan!!
Dokter Faros tertawa sebelum Ia menghilang di balik pintu.
Malam pertama? Tiiidddaaakkk...!! Membayangkan saja aku tidak sanggup!
Dan sial nya otak Gaby traveling meraja Lela. Kejadian malam dimana Hazelo menyentuh nya menari nari. Hingga membuatnya merinding membayangkan lidah itu bermain di dada nya.
__ADS_1
Oh God!! Gaby menyentuh wajah nya sendiri yang memanas.
***
Di luar ruangan Dokter.
Hazelo menunggu bersama Miguel.
"Mengapa mereka lama sekali?." Hazelo menoleh pada Miguel yang fokus dengan ponselnya.
Mana ku tahu!
Batin Miguel.
"Kau tidak mendengar ku, Miguel?" Meninggikan suara.
"Dengar tuan muda, Sepertinya Dokter Faros sedang melakukan serangkaian terapi untuk Nona." Miguel menjawab sekena nya.
Hazelo hanya manggut manggut.
He? Anda percaya ucapan ku tuan?
Batin Miguel.
Tidak lama Dokter Faros muncul.
"Bagaimana?." Seketika Hazelo bangun dari duduknya.
"Aku akan menceritakan pada mu. Tapi tidak untuk saat ini." Melirik pada pintu. Mengatakan tanpa suara jika Gaby ada di dalam.
Dasar tuan muda! Membuka pintu saja harus Miguel.
Miguel tetap di luar, berdiri di depan pintu yang baru saja tertutup.
Dokter Faros merapihkan Jas nya, Jas warna putih yang selalu Ia banggakan.
"Ehm!." Berdehem untuk mencairkan suasana, mencari sedikit perhatian dari pria di depan nya yang seperti biasa tidak tertarik dengan Hal apapun.
Huh! Miguel lagi lagi mengacuhkan ku.
"Lama tidak bertemu Miguel?." Ahirnya Dokter Faros buka suara, meski berharap Miguel yang lebih dahulu menyapa nya. Namun seperti tidak akan pernah.
Yang ditanya tidak menjawab. Tidak bergeming, melirik pun tidak.
Perlahan Dokter Faros menggeser tubuh nya. Mendekat pada Miguel hingga keduanya berdiri bersebelahan. Dengan membusungkan dada Dokter Faros berada di samping Miguel.
"Kita terlihat serasi Miguel, Tidak kah kau merasakan nya?." Melirik pria di samping nya yang membisu, Tidak Terdengar pendapat apapun keluar dari bibirnya. Hanya tarikan nafas Miguel yang terdengar samar men..des..ah kesal.
*Seperti nya Serigala berwujud Manusia ini mulai terpancing.
Hahaha*
Dokter Faros merasa menang.
"Aku tahu Miguel, kau juga menyukai ku kan? Memancing lagi. Membuat Miguel sangat jengah ingin sekali melempar Dokter Faros keluar dari gedung ini.
Miguel marah?.
__ADS_1
Batin Dokter Faros sambil melirik pria disamping nya. Bukan nya takut malah tertawa dalam hati merasa bangga.
"Serahkan surat pengunduran dirimu Dokter! Seperti nya aku gagal mempekerjakan mu disini. Kau tidak profesional di dalam rumah sakit,!." Ujar Miguel.
Dokter Faros kalah telak hanya dengan sekali lirik.
Sialan! Dia menggunakan kekuasaan nya untuk mengusir ku!
"Jangan !, Jangan pecat Aku Miguel. Baiklah, Baiklah aku tidak akan mengganggu mu." Tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Miguel.
Lirikan tajam Miguel sangat menusuk. Singkirkan tangan mu" ucapan tanpa bicara terlihat dari lirikan mata nya.
Seketika Dokter Faros menarik tangan nya, menyembunyikan di belakang punggung. Menggeser tubuh nya perlahan menjauhi Miguel.
"Aku menyumpahi mu Miguel! Tidak akan ada wanita yang menyukai mu! Tidak akan ada wanita yang mau kau nikahi lalu kau sendiri yang datang pada ku untuk mengemis cinta dan memohon untuk aku menerima lamaran!." Meninggikan suara sebelum melesat masuk kedalam elevator.
"Dasar Idiot!." Umpat Miguel sambil mengusap bahu yang tadi Dokter Faros sentuh.
***
Sementara di dalam ruangan Dokter Faros.
Gaby menoleh melihat siapa yang masuk kedalam.
"Hazelo?."
"Kau sudah selesai?" Hazelo berjalan mendekat.
Gaby mengangguk. "Ayo kita pulang." Bangkit berdiri meraih tas nya kemudian menuju Hazelo.
"Apa kau baik baik saja?." Hazelo berkerut dahi.
" Seperti yang kau lihat, tidak terjadi apapun dengan ku." Gaby mengherdikan bahu. "Aku merasa lebih baik."
Hazelo merasa lega, Terlihat dari tarikan nafas nya yang Beru saha Gabriella dengar. "Syukurlah."
"Terimakasih kau menghawatirkan aku juga mengajak ku kemari." Gaby tersenyum manis pada Hazelo Kemudian meraih Handle pintu keluar dari sana.
***
Hazelo bersama Gaby keluar dari rumah sakit diikuti Miguel. Setelah Gaby berpamitan pada Dokter Faros yang kemudian melambai setelah Gaby mulai menjauh.
Miguel melesatkan mobilnya melewati ramai nya saat malam hari di kota Roma. Gaby menoleh pada jendela kaca, Kota dengan bangunan bangunan klasik ciri khas kota itu yang baginya semakin memperindah pandangan mata.
"Kita bisa kemari besok, Tapi sekarang kau harus pulang. Mommy Membuat pesta kecil untuk mu."
Gaby menoleh pada Hazelo. "Pesta?."
"Barbeque, kau akan suka."
Gaby menghangat ketika tangan itu menyentuh kepala nya.
-
-
Next
__ADS_1