Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 3


__ADS_3

Pagi ini seluruh pelayan Bekerja sesuai jadwal seperti biasa para koki memasak sebagai mana mestinya.


Hazelo masih tidur di sofa sedangkan Gabriella yang biasa dipanggil Gaby Sudah terbangun sejak tadi.


Berdiri di balkon menghirup udara segar di pagi hari meski matahari masih enggan menampak kan sinar cahaya nya.


Merenungi apa yang telah ia lakukan selama ini sambil menatap pria yang sekarang menjadi suami nya terlelap di sofa terlihat jelas wajah tampan nya di balik dinding kaca.


"Mungkin aku salah, tapi aku sedikit pun tidak mencintai mu.


Aku sakit hazelo, aku tidak normal. dan Aku sadar akan hal itu. Tapi aku tidak bisa untuk menyukai seorang pria! Aku tidak bisa mencintaimu!."


Gaby menghela.


"Bau pria saya sudah membuatku sangat muak!."


"Cih!!."


"Kau bahkan semalam mencium ku sesuka hati!."


Mengusap bibir nya dengan kasar.


"Akan aku akhiri pernikahan kita Hazelo, Aku juga tidak akan pernah mencintai mu. Cam kan itu."


Gaby berbicara sendiri sambil menatap Hazelo yang masih tertidur pulas.


Gaby kembali masuk kedalam kamar, meraih bathrobe membawa nya kedalam kamar mandi.


Menanggalkan piyama nya satu persatu, dada indah yang bertato bunga mawar itu terekspose disana


Gaby benar benar menanggalkan semua bahkan melepas celana dal*m nya melempar kan kedalam keranjang.


Gaby masuk ke dalam tempat berendam yang luas nya bisa muat untuk 10 orang.


"Tuan muda Hazelo, kau sangat kaya. Tapi kenapa kau tidak mencari saja wanita yang baik dan cantik malah menerima perjodohan dengan ku yang sedikit pun tidak tertarik dengan mu."


Gaby menenggelamkan tubuhnya di dalam air hangat dengan aroma bunga mawar semerbak mendominasi.


Gaby menaikkan kaki nya menggosok kaki jenjang mulus itu mulai sela sela paha hingga ujung kuku yang berwarna merah mawar.


Mulus tubuh nya bahkan sedikitpun tidak ada cela.


Memasage payu dar*, dengan krim khusus disana agar tampak selalu indah Sempurna.


Gaby menikmati waktu mandinya hingga lupa akan Pintu yang tidak Ia kunci.


Gaby mengguyur tubuh nya dengan Shower yang mengeluarkan air hangat, membilas tubuh nya menghilangkan busa sabun yang menempel.


Meraih bathrobe mengenakan nya kemudian. Keluar dari kamar mandi namun Hazelo masih memejam.


Saat Gaby mengganti pakaian, Hazelo mengigau, dan merintih membuat Gaby terkesiap.


Gaby mendekati Hazelo, "Dia merintih." Menoleh pada jam dinding. " Tidak biasa nya dia bangun terlambat, Jangan katakan kau semalaman tidak tidur."


Gaby merendahkan tubuh nya berjongkok di depan Hazelo.


"Benar juga, bagaimana kau tidur. Kau kan menjemput ku semalam."


Berbicara sendiri sambil mendekat kan tangan nya perlahan menyentuh dahi.

__ADS_1


Gaby terkejut menarik tangan nya segera, "Astaga, Hazelo demam."


Gaby bangkit dan segera berbalik ingin mengacuhkan tidak perduli, Tapi hati nurani nya Bekerja. Berfikir memang ini kesalahan nya,


Bagaimana jika asisten sialan itu mengabadikan kejadian semalam, mungkin ibu ku bisa membun"h ku.


Gaby merasa tidak tega, Segera Ia keluar dari kamar dengan handuk yang masih menggulung di kepala. Menuruni anak tangga bergegas mencari dapur.


"Rumah nya besar sekali, dimana dapur nya. "


Menoleh ke kiri dan ke kanan berharap ada pelayan yang lewat.


"Anda membutuhkan sesuatu nona?." Seorang pelayan datang menghampiri.


"Tuan Hazelo demam, aku ingin mengompres nya. Kemari mencari dapur untuk mengambil air hangat."


"Tu..Tuan Muda demam???."


Pelayan terperanjat terlihat begitu syok.


"Iya"


Gaby mengangguk.


Pelayan itu segera berlari mencari para pelayan yang lain kemudian menghubungi Asisten Miguel.


"Oh Tuhan, Sembuh kan lah Tuan Muda."


Pelayan itu menangis sambil mengangkat telepon rumah.


"Hallo, tuan Miguel.Tuan Hazelo sakit."


Pelayan itu segera menutup telepon nya sambil mengusap air mata.


Kenapa ekspresi pelayan itu seperti Hazelo mau mati?!. Apa lagi para senior itu yang komat Kamit berdoa seperti tuan nya sedang sekarat!


Gaby sangat bingung akan kejadian pagi ini, hingga lupa tujuan nya mengambil air hangat.


Gaby memutuskan kembali ke kamar. Ngos ngosan sambil menaiki anak tangga.


"Rumah ini besar sekali, berjalan dari rumah belakang kemari saja sudah membutuhkan banyak tenaga."


Gumam Gaby kemudian membuka pintu kamar.


Tidak lama seseorang mengetuk pintu membuka nya kemudian.


"Apa yang terjadi, Apa yang anda lakukan pada Tuan Muda!!."


Miguel membuka pintu langsung menghardik Gabriella.


"Dia hanya demam."


Memalingkan wajah ketika Miguel menatap tajam mata Gaby.


"Hanya?? Anda bilang Hanya?!."


Terlihat raut wajah benci dari sorot mata Miguel.


Dokter keluarga dan dua perawat segera masuk ke kamar."Kami akan memeriksa Tuan Muda, sebaiknya anda tunggu di luar nona."

__ADS_1


Ujar Dokter menoleh pada Gabriella.


Geby mengangguk, Keluar dari kamar berdiri di depan pintu yang tertutup bersama Miguel disamping nya.


Gaby tidak berani menatap Miguel, dada nya berdebar. Gaby yakin jika Miguel mengetahui kejadian semalam Kejadian saat Ia berciuman dengan Zoe.


Glek.


Gaby menelan Silva.


Miguel tampak jauh lebih menyeramkan saat dia marah. Seluruh penghuni rumah tidak terkecuali orang tua nya pun takut dengan Miguel yang sekarang menatap kebencian pada Gaby.


Gaby terkejut ketika mendengar suara deru Helicopters, begitu dekat suara itu hingga Helicopter itu terlihat dari dinding kaca mendarat di landasan sekitar taman belakang.


Seluruh pelayan berbaris menyambut di depan pintu, Gaby membelalak ketika Tidak lama muncul Pria tinggi tegap berwibawa bersama wanita itu adalah istri nya.


"Selamat datang tuan besar dan nyonya, Mudah mudahan tuan dan nyonya panjang umur.. Panjang umur... Panjang umur."


Geby terkesiap tidak percaya, *Ternyata ada juga adegan seperti ini di dunia nyata, biasa nya aku melihat nya hanya di Film Film.


hahahaha


Aku benar benar ingin tertawa*..


Gaby melirik Miguel yang semakin tajam cara nya menatap.


Gaby tersenyum terpaksa. Memperlihatkan gigi gigi nya untuk mencair kan suasana. "Tenanglah Miguel, aku akan memberi mu piala penghargaan atas kesetiaan mu pada Tuan mu."


"Cih!."


Miguel semakin terlihat muak


Tuan dan Nyonya besar, Orang tua Hazelo melangkah menaiki tangga. "Apa kabar mu Gaby."


"Mom, Dad"


Gaby sedikit membungkuk menghormati kedatangan mertuanya.


Eh?


"Kami merindukan mu " Nyonya besar memeluk Gaby.


"Aku Aku juga Mom."


Bicara dengan terbata bata, masih tidak percaya akan sikap mertua nya.


"Bagaimana keadaan putra ku Miguel?."


Nyonya besar berkerut dahi.


"Maaf Nyonya, Dokter sedang memeriksa di dalam. Ini semua kesalahanku Nyonya, Jika ingin menghukum, saya memang pantas menerima hukuman. Saya lalai menjaga Tuan Muda."


m


Miguel membungkuk.


Miguel, ini kan salah ku. Kenapa,! Kenapa! Kenapa Aku kau lindungi?


-

__ADS_1


-


Next


__ADS_2