Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 23


__ADS_3

"Jika kau menginginkan ku, tidak perlu harus mengintip!."


Gaby refleks menjatuhkan tangan nya, menganga ketika wajah Hazelo sudah berada di depan wajah nya.


"Tiiidddaaakkk...!!" Gaby menjerit dalam hati, melengos ketika menyadari wajah Hazelo semakin mendekat.


Hazelo meletakkan tangan nya di dinding, mengukung Gabriella yang masih memalingkan wajah nya berdebar. " Kau menginginkan ku Gaby?." Hazelo berbisik di telinga.


Merinding saat bibir basah itu menyentuh telinga tanpa di sengaja.


"Tidak, tidak! Tidak sedikit pun!" Gaby membantah, namun raut wajah terlihat memerah. Menatap Hazelo kemudian melengos memalingkan wajahnya kembali.


"Benarkah?." Hazelo semakin mendekatkan wajahnya.


"Minggir Hazelo!! " Gaby mendorong tubuh Hazelo saat ambigu ciuman di kolam renang kala itu tiba tiba hadir kembali.


"Aku hanya terbangun dan merasa bosan di kamar, aku berkeliling dan tanpa sengaja menemukan mu disini." Berbalik meninggalkan Hazelo.


Aku bisa gila jika terus disini bersama mu.


Batin Gaby sambil menarik nafas nya menyuplai oksigen menenangkan diri.


"Tunggu!." Hazelo menahan nya dengan menarik tangan Gaby. " Kau mulai pintar berbohong ya?."


"Apa?!."


Hazelo meraih tangan Gaby Hingga Gaby tertarik kedalam dekapan nya, terkesiap ketika tubuh keduanya menempel, detak jantung Gaby pun semakin meningkat.


Astaga! Ada apa dengan ku!!


"Kau mengintip ku! Maka hukuman nya adalah menemaniku bersenang senang." Hazelo menyeringai, senyum licik terbit di bibirnya.


Apa,? Bersenang senang?! Maksudnya?


"Aku tidak mau Hazelo ! LEPASKAN." Memberontak.


"Jika terus memberontak, maka aku akan memaksa mu."


"Eh.. Eh..?!" Terkejut ketika Hazelo mengangkat tubuh nya.


"Menurutlah." Hazelo membawa nya ke arah kolam renang. Kaki Hazelo Ia tendang kan pada pintu yang kemudian tergeser menutup.


"Kau mau apa Hazelo!! Turunkan aku!." Gaby memberontak memukul bahu Hazelo berkali kali.


Jangan jangan Hazelo ingin...Otak Gaby traveling kemana mana.


"Memang apa yang kau fikirkan??? Dasar Mes-um!!"


Benar juga, apa yang aku fikirkan ya? Aaaaa Sialan!!! Otak kotor ku sungguh bekerja.


Sadar..!! Sadar.. Gabriella!!.


Batin Gaby menyadarkan otak nya, membentur kan di dinding dalam khayalan.

__ADS_1


"Aku hanya mau mengajakmu menemaniku berenang." Ujar Hazelo.


"Berenang?" Gaby berkerut dahi.


"Kau terlihat kecewa, apa kau sungguh ingin menikmati tubuh ku?." Mendekatkan wajahnya mengerlingkan sebelah mata.


"Tidak Hazelo!." Gaby melengos memalingkan wajah sambil mendorong wajah Hazelo menjauh, menutupi rasa malu nya yang hampir meledak di ubun ubun.


"Aku bukan orang gila seperti mu yang berenang di tengah malam." Meninggi kan suara menutupi rasa malu.


"Air nya hangat Gaby, dasar bodoh?!"


"Berhenti mengatai ku bodoh, Aku bahkan lebih pintar dari mu."


"Oh ya? Kita lihat saja." Hazelo melemparkan Handuk nya, menjatuhkan diri bersama Gaby kedalam air.


Byuuuurrrr..!!


Benar yang dikatakan Hazelo, air nya hangat.*Gumam Gaby dalam hati.


"Sudah kukatakan, Air nya hangat kan." Mencipratkan air ke wajah Gabriella.


"Hazelo, hentikan!."


Gaby pun melakukan hal yang sama berkali kali. "Rasakan itu!"


Hahahaha


"Kau mau apa?."


"Jangan banyak bertanya, gendong saja dan bawa aku berenang." Hazelo pun menurut.


Keduanya tertawa di dalam kolam renang dibawah keheningan malam.


Hingga tawa kedua nya mereka bawa lari menaiki anak tangga masuk kedalam kamar.


"Baru kali ini kau terlihat begitu bodoh Hazelo."


Gaby tertawa sambil ngos ngosan menyandar pada pintu kamar.


"Terus saja mengejek ku!." Hazelo mulai melepas Handuknya menyisakan celana da-la-m.


Eh, tunggu! Mau apa dia?


"Kau mau apa Hazelo?"


"Mau apa? Tentu saja berganti pakaian." Mengherdikan bahu. "Tidak mungkin kan, aku memakai baju yang basah ketika tidur." Hazelo mengulas senyum dan mulai menanggalkan handuk.


" Jangan berganti pakaian disini?!." Membelalak ketika Hazelo benar benar menanggalkan Handuknya. "Ganti di sana!." Menunjuk ke arah walk in Closet.


Gaby menganga ketika handuk itu sudah tergeletak di lantai.


"Ini kamar ku, Terserah aku mau berganti pakaian dimana. Jika tidak ingin lihat, maka pergilah ke kamar mandi." Mengherdikan bahu kemudian melepaskan celana da-,la-m.

__ADS_1


" Oh God.. Kau hampir saja meracuni otak suci ku!." Gaby melesat menuju kamar mandi meninggalkan Hazelo yang tertawa puas mengerjai nya.


"Kenapa kau kabur?? Aku saja sudah melihat semua milik mu lho?!." Meninggikan suara dengan nada yang mengejek. "Bukannya kau menyukai wanita? Mengapa gemetar begitu melihat tubuh ku?!."


" Tutup mulutmu Hazelo!!." Gaby memekik dari dalam kamar mandi.


Membuat Hazelo tergelak dan ingin mengerjainya lagi. "Tidak kah kau ingin Balas dendam dengan melihat milik ku juga???" Hazelo kembali meninggikan suara. Nada suara mengejek membuat Gabriella semakin kesal.


"Diiiiiiiaaaaaaaammmmmm!!!!!." Pekik Gaby dari dalam kamar mandi, membuat Hazelo terbahak bahak puas mengerjai Gabriella.


Dasar Sialan!!


Umpat Gaby dalam hati.


***


Gaby keluar dari walk in Closet, tubuhnya telah terbalut piyama panjang mendekati ranjang Menatap Hazelo yang telah terlelap di sana.


Gaby naik ke atas ranjang, memberanikan diri menyentuh rambut Hazelo yang masih basah.


" Tampan." Satu kata yang sangat cocok untuk mu saat ini. Batin Gaby sambil mengusap usap rambut Hazelo.


Gabriella kemudian ikut berbaring di hadapan Hazelo, meringsut mendekat menempelkan kepala di dada nya.


Nyaman dan sangat harum.*Gumam Gaby dalam hati sambil mencium dada Hazelo perlahan, tanpa membangunkan nya.


Muach


"Selamat malam, Hazelo Walson."


Berkata kemudian memejam.


Hazelo membuka mata, acting yang bagus saat Ia berpura pura tertidur. "Gadis bodoh!." ujar Hazelo sambil menarik Gaby mendekapnya memasukkan nya kedalam dekapannya.


Menaikkan kaki nya, menjadikan tubuh Gaby sebagai bantal guling.


***


Di balik pintu kamar Hazelo,


Miguel berdiri menunggu, Menarik nafas panjang nya Lega, setelah memastikan tidak terjadi apapun didalam sana dan semua baik baik saja. Seluruh penghuni Mansion telah tertidur namun Ia masih terjaga.


Sejak tuan muda nya berenang Miguel mengawasi dari kejauhan. Melihat pemandangan live antara Gaby dan tuan muda Hazelo.


Tapi sepertinya Miguel memang tidak tertarik dengan apapun, Hanya menjaga Hazelo yang jadi prioritas utama.


Miguel menuruni anak tangga. Sambil melangkah santai memasukkan tangan nya kedalam kantong celana. Miguel masih berpakaian formal seperti biasa, Hingga sampai di depan pintu kamar nya Ia membuka Handle pintu.


Begitulah cara Miguel bekerja, melakukan pekerjaan dengan profesional meski terkadang tidak bisa diterima akal sehat.


Miguel tidak kembali ke rumah nya, sebab tujuan nya kemari bukan lah berlibur. Sebab itu Miguel memilih tidur di kamar milik nya yang memang khusus hanya dia yang menempati saat Miguel di sini.


Miguel berbaring di sofa setelah membersihkan diri di kamar mandi, Dengan kaos polos melekat dan celana pendek nya Ia pun memejam disana.

__ADS_1


__ADS_2