Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 103


__ADS_3

Fuuiiihh...


Noorin mengusap keringat nya menggunakan lengan. Menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang melepas lelah.


Baru saja Ia menyusun pakaian, buku buku dan barang barang lain nya ke tempat yang seharus nya.


Setelah tadi siang Ia pindah dari apartement Viona menuju apartement nya yang tidak jauh dari butik ternama tempat nya bekerja.


Viona tidak membantu berkemas, sebab sedang menjalankan tugas kantor untuk pergi keluar kota pagi tadi.


"Maafkan aku tidak bisa membantu mu. Tidak kah ini terlalu mendadak." Viona masuk kedalam kamar mendapati Noorin telah berkemas.


Padahal Ia akan pergi keluar kota untuk beberapa hari.


Dengan Blazer masih berada di lengan dan travel bag sudah berada di ruang tamu.


"Tidak apa, aku bisa melakukan nya sendiri.


Kau pergi saja jangan cemaskan aku."


Tersenyum pada Viona.


"Anyway, terimakasih kak, Kau mengizinkan aku menumpang di rumah mu."


"Kau ini bicara apa, datanglah sesuka hati mu. Sedikitpun aku tidak keberatan."


Viona melihat arloji yang melingkar di tangan.


"Aku pergi dulu Noorin. Aku akan mengunjungi mu setelah Aku kembali." Melambai pada sepupunya.


"Jaga diri mu."


"Hati hati kak." Noorin meninggikan suara setelah Viona keluar dari kamar nya.


***


Masih di apartement Noorin.


Tidak lama terdengar bunyi bell di apartement itu, membuat Noorin bangkit dari ranjang dan mengenakan penutup kepala nya yang biasa disebut hijab sebelum keluar untuk membuka pintu.


Gadis pakistan bermata biru ini selalu mengenakan pakaian besar dan tidak pernah menanggalkan penutup kepala kecuali sedang sendirian atau bersama Viona.


"Siapa yang datang. Tidak mungkin kan Viona." Ujar nya sambil melangkah keluar kamar melewati sofa dan menuju ke arah pintu.


Terlihat wajah siapa yang datang.


"Tuan David,"


Noorin membuka pintu.


David berpakaian formal rapih dan mengeluarkan bunga mawar yang tadi Ia simpan di belakang punggung.


"Ini untuk mu"


Sebaket bunga mawar untuk Noorin.


"Apa ini? Apa senior sedang menggoda ku?."


Noorin menerima sebaket bunga itu lalu menciumnya.


Sangat faham jika David memang seorang play boy.


"Jangan besar kepala dulu ya, Noorin."


Noorin meninggikan alis nya.


"Itu ucapan selamat untuk mu, dan aku menagih janji mu yang mau mengajak ku makan malam."


Kapan aku berjanji.


"Oh ya Noorin, sangat tidak sopan jika seorang tamu tidak kau persilahkan masuk." Mengherdikkan bahu.


Noorin tertawa menutup mulut nya.


"Maaf senior, Aku hampir lupa. Silahkan masuk."


Ujar nya sopan.


David mengedarkan pandangan


"Apartement mu lumayan juga."

__ADS_1


Manggut manggut.


"Silahkan duduk senior."


Mempersilahkan kemudian Noorin duduk di hadapan David.


"Kita pergi sekarang?."


"Sekarang?." Norin berkerut dahi.


"Ini sudah malam Noorin, Aku menagih janji mu waktu itu."


"Baiklah, tuan david tunggu sebentar. Aku akan bersiap." Noorin bangun dari duduk nya kemudian masuk ke kamar.


Mengganti pakaian dan bersiap mempercantik diri nya.


Di depan cermin Ia bergumam.


"Padahal Aku lelah. Ingin tidur dan tidak di ganggu siapapun."


Noorin menghela, bangkit dari kursi di depan meja rias nya kemudian meraih Blazer di dalam lemari dan mengenakan nya.


Meraih tas kemudian keluar menuju David yang menunggu nya di sofa.


"Kau cantik sekali Noorin, Jangan salahkan aku jatuh cinta dengan mu ya."


Dasar Senior.


"Mau anda jadikan Aku wanita keberapa tuan Daviiiddd" Noorin menghela.


David hanya menyengir kuda kemudian mempersilahkan Noorin keluar dari sana.


Mereka berdua pun keluar dari Apartement, menggunakan elevator yang mengantarkan mereka menuju lantai bawah.


Kedua nya melangkah menuju mobil sport warna hitam mengkilat yang terparkir di sana.


"Silahkan masuk tuan putri." David membukakan pintu untuk Noorin.


"Senior, Aku tidak akan tersentuh." Berkata dengan ramah dan senyum sebelum masuk ke dalam mobil.


Noorin memang seperti Viona, ucapan nya halus dan selalu tersenyum.


Rona wajah yang menyenangkan dan memiliki bola mata yang unik berwarna biru.


Mobil terus melaju hingga sampai di area Restaurant elite yang terdapat di kota itu.


Hanya orang orang tertentu yang datang kemari, biasanya dari golongan bangsawan, perdana mentri, kepala negara atau seorang pengusaha besar.


*Kenapa kemari? Bisa habis gaji ku selama satu bulan.


Norin menelan silva.


Menoleh pada David menatapnya memelas.


"Ada apa?." David menoleh.


"Bisa kita cari restaurant yang lain?."


Tanya nya polos.


"Ada apa? Kau berubah fikiran?." David masih melajukan mobil nya, masuk kedalam area parkir restaurant itu enggan untuk berbalik.


Duh, bagaimana jawab nya?


"Um.. Gaji ku akan habis malam ini jika kita makan di dalam." Jawabnya polos.


"Hahaha.. Kau pelit sekali Noorin, Aku tahu seberapa besar gaji mu." David hendak keluar dan meraih handle pintu mobil.


"Bukan begitu, Aku tidak pelit. Tapi.." Belum selesai Noorin berkata.


"Sama saja!."


"Baiklah, kita masuk. Tapi hanya sekali ini saja ya, kita datang ke tempat ini. Lain kali Aku sendiri yang memilih." Noorin meraih handle pintu dan keluar dari mobil.


"Baik lah." Tersenyum puas.


Noorin dan David memasuki restauran mewah itu, di sambut dengan ramah kemudian masuk ke dalam.


Noorin dan David memilih tempat terbuka, di samping taman dan kolam yang dihias lampu yang indah.


Benar benar tempat yang bagus, pantas saja harga makanan di sini fantastis.

__ADS_1


Noorin dan David memilih menu, Mata norin berbinar mendapati makanan khas di negara nya.


Ia pun memesan itu.


"Noorin, terimakasih." Ujar David sambil tersenyum, terdengar tulus.


"Sama sama."


Tidak lama pramusaji meletakkan pesanan di atas meja,


Senior, kenapa kau pesan banyak sekali??? Kau ingin mengerjai ku??


Memekik dalam hati membayangkan total tagihan yang akan Noorin bayar.


"Maaf ya, Noorin. Aku terlalu bersemangat."


Bersemangat Kepalamu!!!


Menjerit dalam hati.


Namun wajah nya mampu menutupi kegelisahan dengan tersenyum tulus dan ramah.


"Untuk kesuksesan mu Noorin." David mengangkat gelas mengajak Noorin bersulang.


"Terimakasih senior." Belum sempat Noorin mengangkat gelas, tiba tiba terdengar suara wanita berteriak.


"DAVID..!! "


Noorin dan David menoleh pada sumber suara.


Tidak hanya mereka, para pengunjung yang mendengar teriakan itu turut menoleh.


Seorang wanita bertubuh indah dengan high heals menghiasi kaki jenjang nya dengan tergesa mendekat ke arah meja.


David yang melihat itu seketika merancau menepuk dahi.


"Dasar kau pria hidung belang, Brengs*ek!." Wanita itu menarik telinga David sekuat tenaga.


"Aww!! Sakit sayang. Kau salah faham, dia hanya teman ku." meringis kesakitan.


"Kau masih saja berdalih! " Terus menarik telinga David enggan untuk melepaskan.


"Sayang, sungguh. Dia hanya teman ku, kita tidak sengaja berjumpa disini saat Aku mencari mu dan Aku menyapa nya." Berbohong dengan wajahnya memelas.


"Omong kosong! Ayo pergi!." Wanita itu terus menarik telinga David agar Ia mengikuti nya.


"Nona, Dia kekasihku! Jangan pernah kau mengganggu nya!! " Menunjuk Noorin menghardik nya.


"Maaf nona, maaf." Noorin membungkuk dan membungkuk lagi.


Sedangkan wanita itu terus menarik telinga David dan menarik nya untuk pergi menjauh.


"Maaf Noorin. Kau tunggu saja di sana. Akan ada teman ku yang akan menemanimu makan." Meninggikan suara.


" Jangan pergi ya, Noorin." Dia akan datang dalam 15 menit.


Memekik sebelum menghilang keluar dari restaurant.


Norin menghela. Memijat pelipisnya pening.


Menatap makanan yang penuh di atas meja.


Entah kesialan apa yang menimpa nya malam ini.


Dan dengan bodoh nya, Noorin benar benar menunggu teman David yang akan datang dalam lima belas menit.


Noorin pun menunduk membenturkan kepala nya di meja.


Hingga lima belas menit berlalu.


"Apa ini yang kau rencana kan?."


Noorin terlonjak dan bergetar mendengar suara itu, seketika mendongak menatap nya setelah faham suara itu milik siapa.


Mata nya membelalak, dadanya gemetar takut.


Tidak pernah Ia menyangkan David akan memanggil tuan Miguel.


"Tu-tuan Miguel?!."


Huuuaaaaa.......!!!!

__ADS_1


Mengapa senior memanggil tuan Miguel kemariiii.....!!!!


__ADS_2