Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 38


__ADS_3

Mata Hazelo tertuju pada Tas dan ponsel nya masih ada di atas nakas. Terdapat kertas kecil di samping ponsel Gabriella kemudian Hazelo meraih membaca nya.


" Sorry...."


"Gabriella...?!!!" Hazelo memekik meninggikan suara. Sambil meremas kertas di tangan nya. Wajah gusar


raut panik sangat terlihat jelas.


***


Tidak lama Miguel datang, Secepatnya melesat dari kantor menuju hotel itu.


Menarik nafas nya ketika sampai di depan pintu kamar tempat Hazelo menginap,


kemudian mengetuk pintu sebelum masuk kedalam. Dengan tenang Ia membawakan pakaian untuk Hazelo yang sedang panik mengusap kasar wajah nya.


" Silahkan tuan muda."


Miguel meletakkan stelan jas yang Ia bawa. Sorot matanya menangkap bercak darah di atas ranjang.


Miguel menghela nafas, Mengerti sesuatu yang telah terjadi malam tadi.


Sesuai dugaan nya, Ini akan menjadi moment bersejarah untuk tuan muda dan tentu saja pekerjaan nya semakin bertambah.


"Kau sudah mengerti kan Miguel, maka carilah istriku sekarang." Lirih Hazelo yang kemudian menoleh pada Miguel


yang selalu memahami situasi.


Tidak ada yang Hazelo tutupi dari Miguel dalam hal apapun meski sekecil apapun.


"Kau mengenalku dengan baik, bukan? Maka lakukanlah yang sudah seharusnya dilakukan." Hazelo memberi perintah, Bangkit berdiri kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Miguel duduk di tepi ranjang, berfikir sejenak sambil Mengeluarkan ponsel nya.


"Periksa semua yang berhubungan dengan Nona Gabriella, termasuk cctv yang ada di jalanan seluruh penjuru kota Brazilia?!." Perintah Miguel pada seseorang yang Ia hubungi melalui panggilan telepon.


"Ba-baik tuan." Ujar Seseorang di dalam ponsel terbata. Membenturkan kepalanya di dinding sebab pening mendapatkan tugas yang diluar nalar kewarasan.


Miguel melangkah keluar dari kamar hotel, telah menunggu manager hotel yang telah dihubungi sejak tadi


mematung di depan pintu dengan keringat dingin mengalir di dahi.


Takut? tentu saja, sebab nona Gabriella lolos keluar dari hotel tanpa pengawasan dan tanpa ada yang tahu, termasuk pihak keamanan dari hotel itu.


"Silahkan tuan, ini yang anda minta."

__ADS_1


Menyodorkan Card yang mungkin milik nona Gabriella.


"Aku ingin memeriksa nya sendiri." Miguel melangkah melewati manager hotel itu yang membungkuk kemudian mengikuti di belakang Miguel.


Berdebar sendiri takut melakukan kesalahan sambil menatap punggung Miguel


Ia menarik nafas berkali kali mensuplai paru paru nya dengan udara.


Manager hotel itu membukakan pintu, Miguel masuk ke ruangan itu membuka sendiri layar lipat yang ada di meja kerja manager itu memeriksa nya.


Sudah 3 kali Miguel memeriksa cctv hotel itu, belum juga menemukan Gabriella.


Tunggu!


Miguel berkerut dahi, Sorot mata nya menangkap wanita yang postur tubuh nya mirip nona Gabriella, menggunakan celana panjang dan jaket hitam, topi hitam. dan kaca mata.


"Tidak salah lagi!." Ujar Miguel seketika bangkit bergegas menyebarkan foto itu pada orang orang kepercayaan nya.


Miguel bangkit berdiri, raut wajah tidak bergeming itu keluar dari ruangan setelah manager hotel membukakan pintu.


Miguel melirik pria yang bergetar di sampingnya. "Apapun yang kau lihat dan kau dengar--" Belum selesai Miguel bicara, spontan Manager hotel itu menjawab.


"Saya mengerti tuan." Berkata dengan lantang sambil membungkukkan badan.


"Bagus." Ujar Miguel kemudian berlalu begitu saja, melangkah santai dengan tangan Ia masukkan kedalam kantong celana.


Miguel menuju tuan muda Hazelo. Mengurungkan niat membuka pintu kamar saat ponsel nya berkedip.


Miguel mengangkat nya melihat pada layar ponsel. Dahi nya berkerut.


Laporan dari orang orang nya masuk, Miguel menghela kemudian meraih Handle membuka nya.


"Bagaimana Miguel?." Raut gusar Hazelo sangat terlihat. Meskipun telah rapih dengan stelan formal seperti biasa, namun gurat wajah berantakan Hazelo nampak terlihat.


" Transaksi terahir nona Gabriella membeli pakaian dan ransel pada pukul 10 menggunakan uang pribadi nona Gabriella ketika membayar di salah satu toko online.


15 menit setelah nya nona menguras uang nya kemudian.


Di lantai dasar." Miguel meletakkan Card Di atas meja kecil di samping ponsel dan tas Gabriella. "Ini yang mereka temukan."


"Tidak ada penumpang atas nama nona Gabriella baik penerbangan, kereta, bus juga taxi. Ada kemungkinan nona menaiki kendaraan lain.


Untuk memastikan nya, seluruh cctv yang ada di kota Brazilia sedang di periksa hingga ke pinggiran kota juga kota lain yang berdekatan." Kemudian


Miguel sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Itu yang baru bisa ku laporkan tuan muda."


Kemudian Miguel menegakkan kembali posisi tubuh nya. "Seperti nya nona sengaja tidak meninggalkan jejak agar anda tidak mencarinya, tuan muda."


Hazelo menghela nafas kemudian mendekati Miguel. " Kau sangat mengenalku Miguel. Pantang untuk aku, seorang Hazelo mengingkari janji. Pantang untuk aku Hazelo yang tidak akan bertanggung jawab tentang apa yang sudah aku lakukan."


" Aku Hazelo, seorang pria yang hanya akan stand Dengan satu wanita!." Hazelo menyentuh bahu Miguel.


"Aku akan mencarinya Miguel. Mungkin aku akan menyadari sesuatu saat


sesuatu itu telah menghilang." Ujar Hazelo kemudian keluar dari kamar hotel.


"Bagaimana jika ada yang tumbuh disana, Penerus keluarga Walson!." Ujar Hazelo sambil meraih Handle pintu.


"Tuan muda." Lirih Miguel menatap punggung yang berlalu dari hadapan nya kemudian menghilang bersama pintu yang tertutup.


********


Sementara di atas kontainer pengantar barang, tepat nya di cabin depan di samping pengemudi. Gabriella duduk sambil memeluk ransel.


Menoleh pada jalanan yang akan membawa nya keluar dari kota Brazilia.


Sejak beberapa jam yang lalu Ia berusaha untuk meninggalkan Hazelo tanpa jejak. Gaby cukup cerdas sebab jika Ia menggunakan angkutan umum atau Helicopter dan membawa ponsel,


Hazelo akan dengan mudah menemukan nya.


Maka Gaby memilih menumpang pada kontainer pengantar barang untuk keluar dari kota Brazilia.


"Tuan yang baik, bolehkan aku menumpang di mobil mu? Aku ingin pulang dan aku kehabisan uang. " Itulah alasan Gabriella tadi, dengan wajah memelas dan tatapan sendu palsu yang dibuat khas Gabriella.


Beruntung masih ada orang baik di negara ini. Pengemudi itu memberinya tumpangan gratis dan diperlakukan dengan sangat sopan.


"Maafkan aku Hazelo, Inilah yang terbaik. Kembalilah bersama wanita mu dan hidup lah dengan bahagia. Sudah kau penuhi janji mu untuk menikah dengan ku. Maka Sekarang kembalilah pada nya." Gaby bergumam dalam hati menatap jalanan sambil mengusap perutnya dalam khayalan.


"Terimakasih untuk malam tadi, Semoga ada yang tumbuh di rahim ku meski semua itu sangat mustahil. Sebagai ganti mu yang akan menemani ku dan mengingatkan bahwa aku wanita normal yang pernah bersama mu, pria yang hebat dan luar biasa."


"Tak Kusangka Bisa Mencintaimu, Hazelo Zadureingaz Walson."


Batin Gaby sambil terus menoleh pada kaca menatap jalanan. Tangan kanan nya mengusap pipi nya yang basah.


-


-


Next

__ADS_1


__ADS_2