Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 15


__ADS_3

Armada besi menerbangkan Hazelo dan Gaby. Tentu saja Miguel juga ikut serta. Tidak terkecuali kepala pelayan yang bernama Bele yang berperan sebagai pengganti pramugari di pesawat itu. Menyiapkan semua kebutuhan Tuan dan nona selama di perjalanan.


Menggunakan pesawat pribadi super mewah yang Miguel siapkan khusus untuk tuan muda Hazelo dan nona Gaby atas permintaan Nyonya Walson.


Di dalam pesawat.


Gaby terus bungkam sejak tadi, memikirkan apa yang akan Ia lakukan nanti di Italia. Apalagi asisten gila itu ikut membuntuti mereka. Juga Bele, kepala pelayan yang bagi Gaby sangat menyebalkan sama seperti asisten Miguel.


Paket honeymoon?!


Otak Gaby traveling kemana mana, berfikir keras bagaimana cara menghindari Hazelo nanti nya.


Bagaimana jika dia meminta hak nya pada ku?*


Bagaimana jika dia meniduri ku? tidak tidak, aku tidak mau!.* menolak dalam hati.


Tapi bagaimana jika tubuhku merespon? Aaaaaa.... Tidak!!


Astaga!! Membayangkan saja tidak sanggup.*


Gaby berteriak dalam hati menerka neraka dan terus berkelit dengan fikiran nya sendiri. Terbesit lagi tubuh kekar atletis Hazelo menari nari di otak nya. Tidak pernah Ia berfikir tentang seorang pria apalagi sampai melihat live tubuh nya.


Sadar..!! Sadar..!! Sadar..!! Gaby lagi lagi membentur kan kepala nya dalam khayalan.


"Ada apa?" Hazelo berkerut dahi.


"Tidak ada!" Gaby menggeleng.


"Kau tegang sekali sajak tadi." Hazelo menoleh pada Gaby.


"Sudah ku katakan tidak ada." Menggelengkan kepalanya cepat.


Hazelo mendekatkan wajahnya, membuat Gaby mundur meringsut seketika.


"Jangan berkhayal yang tidak tidak! Aku sedikitpun tidak tertarik untuk meniduri mu!." Hazelo berbisik di telinga.


Merinding saat nafas hangat itu menyentuh telinga. "Memang nya siapa yang ingin kau tiduri?!." Mendorong wajah Hazelo untuk menjauh.


Astaga!! Apa dia tahu yang aku pikirkan sejak tadi?! Aaaaa malu nyaaa!!!!


Gaby menjerit dalam hati. Melengos menjauhkan wajah yang baginya sangat memalukan.


"Eh?" Gaby membeku ketika tangan kekar itu menyentuh kepala nya.


Sial! sentuhan nya selalu saja membuat aku berdebar.


Secepat kilat Gaby menepis tangan itu. " Tidak perlu memperlakukan ku seperti anak kecil.

__ADS_1


Hazelo mendengkus. "Perjalanan ini cukup lama, kau bisa beristirahat. terdapat kamar di balik pintu." ujar Hazelo sambil melepaskan seat belt.


"Kau mau kemana? " Menoleh pada Hazelo yang bangun dari duduknya.


"Ke toilet, kau bisa ikut jika berniat membantu ku melepaskan celana dal*m." Menyeringai dengan senyum mengejek sambil berlalu.


" WHAT..!! "Gaby terkejut.


"No, Hazelo?! Aku tidak mau!!."


*Dasar gila!


Melepas celana dal*m??? Yang benar saja!! No No No!! Aku tidak mau*! Gaby memekik dalam hati. Mendengkus kesal sambil melepaskan seat belt kemudian bangkit dari duduk nya masuk kedalam kamar yang Hazelo tunjukkan tadi untuk beristirahat.


Sedangkan Hazelo tertawa di balik pintu toilet.


"Bisa bisa nya kau menggemaskan begitu." ujar Hazelo menarik nafas nya panjang. "Aku akan membantumu sembuh dari kegilaan menyukai wanita!."


Sedangkan Miguel tetap pada posisinya semula. Duduk diam, bernafas dan tidak bergeming seperti biasa. Dan sepertinya pria itu tidak pernah tertarik dengan hal apapun.


***


Vanesia-Italia.


Armada besi telah mendarat sempurna. Telah menunggu tiga mobil dan sopir beserta para pengawal. Hazelo masuk kedalam Limousine bersama Gabriella setelah Miguel membukakan pintu. Sedangkan Miguel kembali ke tempatnya mengendalikan kemudi.


"Kau pernah kemari saat kau masih kecil. Apa kau tidak ingat?" Hazelo buka suara memecah keheningan, sepertinya faham yang Gaby fikirkan.


"Aku tidak ingat." Balas Gaby, enggan membahas nya lebih lanjut.


Mobil berhenti di depan Hotel berbintang dengan logo keluarga Walson.


"Hotel ini milik Hazelo." Batin Gaby saat melihat logo tersebut terpampang disana.


Memang hotel hotel milik keluarga Walson terdapat di kota kota besar yang hampir ada di seluruh negara. Kekayaan yang bahkan memiliki nama di Dunia.


"Silahkan tuan." Ujar Miguel membukakan pintu.


Hazelo Keluar dari mobil diikuti Gabriella.


"Eh?"Gaby tertegun saat tangan Hazelo menggenggam tangannya.


"Bekerjasama lah dengan ku. Kita dalam pengawasan mommy mulai dari sekarang. Kau mengerti?."Hazelo berbisik di telinga.


Gaby mengangguk mengikuti langkah Hazelo yang membawa nya masuk ke dalam Hotel. Para karyawan menyapa dengan membungkuk hormat. "Selamat datang tuan muda" Ujar para karyawan.


Hazelo memasuki lift khusus bersama Gaby yang diikuti Miguel di belakang nya. Lift bergerak mengantarkan mereka ke lantai teratas hotel itu. Pintu lift terbuka, hanya ada satu pintu disana.

__ADS_1


Kamar Hotel yang di design khusus untuk sang pemilik hotel, Design interior berkelas dengan fasilitas VVIP tentunya.


"Silahkan tuan." Miguel membukakan pintu. Hazelo hanya membalas dengan lirikan mengusir Miguel pergi.


"Selamat Sore tuan." Miguel pun berbalik pergi sambil menutup pintu.


Gaby mengedarkan pandangan, kamar hotel yang luas belebihi apartment nya di kanada, terdapat ruang tamu dan ruang kerja. Namun hanya ada satu ranjang di dalam kamar dan satu kamar mandi.


"Seperti nya salah satu dari kita akan tidur di ruang tamu." Ujar Gaby sambil melangkah menuju kamar meraih remote untuk membuka tirai.


Pemandangan indah terlihat, dibawah tamaran senja dimana matahari mulai tenggelam. Kota indah yang tidak jauh dari lautan mengelilingi. Disanalah Kota Air biasa disebut, dimana terdapat kanal menakjubkan yang terlihat dari kamar itu.


" Kau ingin kesana?. " Hazelo mendekat pada Gaby, menunjuk pemandangan yang jauh terlihat.


"Bersiaplah, Miguel akan mengantar kita ke tempat itu?."


"Siapa yang bilang aku ingin kesana?." Menoleh pada Hazelo.


"Tapi mommy Sudah mengatur kemana kita pergi selama di sini." Menunjuk buku kecil berwarna merah muda, yang terdapat catatan di dalam buku itu.


Gaby meraih memo itu lalu membaca nya.


"Kota Air, Baiklah Hazelo. Aku akan bersiap." Gaby meraih handuk masuk kedalam kamar mandi. Mengunci pintu setelah pintu Ia tutup.


"Dengan begini Hazelo tidak akan masuk." Berkata sambil menanggalkan Dress masuk kedalam bathtub kemudian.


***


Miguel menggunakan lift menuju kamar nya, tepat di lantai di bawah Hazelo, Miguel berada.


Membuka layar lipat memeriksakan pekerjaan yang belum sempat terselesaikan, melihat arloji pukul berapa Ia akan mengantar tuan muda.


Ponsel Miguel berkedip. Sebuah pesan masuk dari Nyonya Walson, Ibunya Hazelo.


"Pastikan Hazelo mengunjungi semua tempat yang sudah aku tulis."


"Baik Nyonya." Miguel menghela nafas.


Membuat dua orang saling mencintai itu hal yang sangat merepotkan nyonya.


Batin Miguel.


Satu jam berlalu, Miguel menutup laptopnya bangkit dari duduk menuju kamar mandi. Menanggalkan semua pakaian membiarkan air mengguyur kepala hingga tubuh nya.


*Mengendalikan Nona lebih susah dari menjinakkan serigala!!


-

__ADS_1


Next*


__ADS_2