
Seperti biasa setiap pagi nya, Gaby menyapa bunga mawar yang bermekaran di taman. Bercerita sendiri dan Ia jawab sendiri. Meski awal nya Hazelo menyangka Gaby idiot tapi semakin hari semakin terbiasa dengan kebiasaan aneh nya.
"Bunga itu tidak bisa bicara! Bodoh sekali jika kau terus bertanya ini dan itu pada mereka." Ujar Hazelo yang tiba tiba muncul di belakang Gabriella.
Gabriella menoleh. "Bukan urusan mu Hazelo." Balas Gaby sambil mencium bunga mawar.
"Harum sekali." Gaby melirik Hazelo. "Manusia seperti mu tidak akan pernah mengerti."
Hazelo mulai terbiasa dengan kata kata pedas dari Gabriella. Namun terasa rugi juga jika tidak membalas dengan mengerjai nya.
"Eh?." Gaby terkejut, ketika tiba tiba Hazelo mendekati nya. "Kau mau apa Hazelo?" Panik.
Hazelo terus dekat membuat Gaby mundur ke belakang. Sejak kejadian tadi pagi membuat nya canggung apalagi Gabriella tidur memeluk Hazelo semalaman.
"Aaa..."Gaby terpeleset jatuh.
Eh? mengapa tidak sakit?
Gaby membuka mata, terkesiap ketika Hazelo menangkap nya. "Bisakah kau lebih berhati hati? Pohon mawar itu berduri, Kau akan terluka jika terjatuh menimpa nya."
Lagi lagi dada Gaby berdebar. Melengos menutupi wajah yang berubah rona nya.
Brugh..!!
Hazelo menjatuhkan tubuh Gabriella. "Aww!! Mengapa kau menjatuhkan ku?!."
" Aku hanya takut kau semakin nyaman dengan tubuh ku. Dan kau tergila gila dengan aroma ku, lalu kau sulit untuk melepaskan diri nanti nya." Berkata dengan santai sambil berbalik meninggalkan Gabriella.
" Dasar menyebalkan?!." Gaby bangkit berdiri, menepuk nepuk bahu yang kotor. "Tunggu Hazelo, aku harus buat perhitungan dengan mu!." Gaby memekik.
"Lakukan saja, Aku menantikan nya." Balas Hazelo sambil mengangkat tangan nya tanpa menoleh ke belakang.
"Sialan?! Susah sekali bicara dengan mu!." Kesal menghentakkan kaki.
"Sarapan Anda telah siap nona." Ujar Bele datang menghampiri.
"Iya " Gaby mengikuti Bele masuk ke dalam.
Gaby melengos seketika, saat melihat Hazelo telah menunggu nya di meja makan dan tatapan mereka bertemu.
"Cih!! Kau pura pura tidak tertarik dengan ku tapi kau mendekap ku semalaman." Hazelo menoleh pada Gaby, berkata saat Gaby telah menarik kursi dan duduk di hadapan nya.
"Kau ini benar benar ya! Sudah ku katakan aku mimpi buruk semalam, Aku takut dan refleks melompat ke arah mu!." Bangkit berdiri Kemudian berkacak pinggang. "Cihh!! Sedikitpun aku tidak berniat meniduri mu!" Melengos memalingkan wajah.
__ADS_1
"Menggemaskan!." Batin Hazelo sambil tersenyum, Ia tutupi senyum itu dengan tangan nya.
" Sungguh?! " Hazelo meninggikan alis nya kemudian Bertopang dagu di atas meja sambil menatap Gaby mengedip edipkan mata.
Eh? mengapa dia bertingkah imut begitu. Siiiaaalll.... Kau semakin tampan!!!!
Gaby menjerit dalam hati.
Sadar..!! Sadar..!! Sadar..!! Kau benci bau pria Gaby, Ingat itu* Gumam Gaby dalam hati lagi. Selalu saja otak dan hati nurani nya bertengkar, tidak bisa bekerja sama dengan baik.
Gaby Kembali melengos saat menyadari ada Bele yang menahan tawa, Ia tutupi dengan tangan nya. Lucu sekali
"Silahkan lanjutkan sarapan anda nona, selagi masih hangat." Ujar Bele dengan nada yang sedikit mengejek. "Aku permisi." Sedikit membungkuk kemudian berlalu ke dapur.
"Pelayan Sialan!! Kau dan Miguel sama saja. Sama sama gila dan menyebalkan!. Ku jodohkan saja kalian itu nanti!!." Menggerutu dan kembali duduk untuk menikmati sarapan.
Ini untuk pertama kalinya selama setelah menikah Gaby dan Hazelo makan bersama. Meskipun hanya sepotong sandwich dan segelas susu hangat seperti biasa, namun bagi Hazelo terasa berbeda. Ada setitik rasa bahagia disana sebab ada yang duduk menemani nya di ruangan ini.
Apalagi bagi Gabriella, saat Ia diam diam memperhatikan Hazelo. Terasa teduh dan menyenangkan.
Tidak lama mobil terparkir di depan pintu utama, Miguel muncul dengan pakaian formal masuk kedalam rumah utama. Melangkah lebar masuk menuju ruang makan.
"Selamat pagi, tuan muda." Sapa Miguel.
"Tuan besar meminta ku mengantar anda dan Tuan Muda ke Itali, nona. Setelah itu berkunjung ke Roma untuk beberapa hari." Berkata dengan nada formal sambil sedikit membungkuk.
"Heh? Kau bisa mendengar yang aku katakan dalam hati? Apa kau bekerjasama dengan setan yang berbisik di telinga mu?." Bicara sembarangan.
Gaby berfikir sejenak. "Eh, tunggu. Kau bilang Ke Itali? Aku dan Hazelo?. Untuk apa? Aku tidak mau?!." Bicara Kemudian meminum susu.
" Kalian pergi berdua saja, aku tetap disini."
"Hubungi saja Daddy, jika kau menolak dan berikan alasan yang tepat." Hazelo mengelap mulut nya dengan tisu setelah selesai makan, bangkit dari duduknya berlalu meninggalkan Gaby diikuti Miguel.
Hazelo dan Miguel menuju ke dalam ruang kerja. Ada beberapa Dokumen yang harus di tandatangani, juga menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum berangkat ke Itali.
"Miguel."
Hazelo memanggil Miguel setelah selesai memeriksa dokumen itu dan menandatangani nya
"Ya Tuan." Miguel mendekat.
"Mengapa Mommy dan Daddy menyuruh ku ke Italia?." Berkata sambil memberikan bolpoin pada Miguel.
__ADS_1
" Nyonya memberi hadiah paket honeymoon, Tuan."
"Astaga.." Hazelo memijat pelipisnya.
"Apa kau kira Gaby tidak akan menolak,?." Hazelo melirik Miguel.
"Nona tidak memiliki keberanian untuk mengatakan "Tidak" atas permintaan Tuan besar."
"Begitu ya." Hazelo berfikir sejenak Mengulas senyum kemudian. " Kesempatan bagus untuk mengerjai wanita sakit jiwa itu."
Terserah anda tuan..*Batin Miguel.
Sementara di meja makan.
" Hazelo sialan!! Dia pasti tahu aku tidak akan bisa menolak keinginan Tuan dan Nyonya Walson." Membentur kan kepala di meja.
Huuuhh... Gaby menghela nafas, pasrah adalah jalan yang terbaik.
"Lama sekali mereka." Gumam Gaby, bangun dari duduknya melangkah menuju kamar nya. Menyiapkan beberapa helai pakaian memasuk kan nya kedalam travel bag.
Tidak lama muncul Miguel membukakan pintu, Hazelo pun masuk kedalam kamar diikuti Miguel.
Hazelo duduk di sofa menyilangkan kaki. "Jika Mommy dan Daddy yang mengundang, artinya mereka telah mempersiapkan semuanya. Kau tidak perlu membawa barang apapun. Yang kau butuhkan semua telah disiapkan."
"Eh?." Gaby menoleh. Berusaha mencerna ucapan Hazelo. "Artinya apapun yang aku butuhkan telah disiapkan disana." Gumam Gaby dalam hati.
"Kemarilah."
"Eh? Ada apa?!." Gaby mendekat. Tersentak ketika Hazelo menyentuh tangan nya.
" Mommy mempersiapkan paket honeymoon untuk mu, Ku harap kau bisa Bekerjasama dengan ku agar tidak terlihat orang tua ku yang sebenarnya." Hazelo bangun dari duduknya.
Gaby terkejut , Limpung sesaat ketika bibir itu menyentuh dahi nya. Muach.. "Bekerjasama lah mulai dari sekarang."
Gaby menyentuh dahi nya, wajahnya memerah menatap Hazelo yang berbalik tanpa dosa masuk ke dalam kamar mandi. Menjatuhkan dirinya duduk di sofa untuk menyuplai oksigen.
Sedangkan Miguel berbalik arah seperti biasa raut wajah nya datar seperti tidak pernah peduli dengan apapun.
-
-
Next
__ADS_1