
Gustav membuka mata perlahan,
Menatap langit langit kamar sambil mengulas senyum.
"Astaga! Bagaimana bisa aku tidak sadar hanya karena mendapat dua kali pukulan." Ujar Gustav sambil memperhatikan selang infus yang tertancap ditangan.
"Kau sudah bangun?."
Gustav terkejut mendengar suara wanita di di balik tirai. Seketika Gustav menyibak tirai yang menyekat antara ranjang nya dan ranjang pasien lain.
"Bele?, Kau kah itu? Kau tidak apa apa?"
Seketika Gustav melepaskan selang infus bergegas melompat mendekat menuju Bele.
Benar, Ruangan VIP itu terdapat dua ranjang yang khusus untuk nya dan Bele. Tentu saja Miguel yang merencanakan.
"Maafkan aku." Peluk Gustav pada Bele.
"Aku tidak apa apa." Balas Bele mempererat pelukannya. "Aku merindukan mu"
"Kembali ke ranjang mu!." Gustav terkejut seketika menoleh pada sumber suara.
Pria yang semalam menghajar nya sedang duduk menyilangkan kaki dengan santai nya sambil membuka ponsel.
Miguel?! Sejak kapan dia disana?
Gustav melepaskan pelukannya, pasrah mengikuti perintah dari pada melawan Manusia itu Gustav Fikir itu percuma.
"Sejak kapan anda disana tuan?." Gustav menoleh pada Miguel lagi.
"Bukan urusanmu."
Ketus sekali!
"Ayo lah Megi, kau mengganggu kami." Bele ikut menimpali.
"Diamlah, kau istirahat saja. Sore nanti tuan muda Hazelo dan nona Gabriella datang mengunjungi mu." Miguel bangun dari duduk nya.
"Tuan muda? Benarkah?" Antusias Bele tidak percaya. Bagi nya sangat luar biasa jika tuan muda Hazelo peduli dengan hal tidak penting seperti ini.
Miguel hanya diam sambil berlalu begitu saja meraih handle pintu.
"Persiapkan lamaran mu pada tuan muda Hazelo setelah Bele keluar dari rumah sakit. Aku tidak akan mengampuni mu jika kau menyakiti Bele lagi." Berkata kemudian menghilang dibalik pintu.
"Baik tuan." Meninggikan suara sambil membungkuk hormat meskipun Miguel sudah berlalu pergi.
***
Sungguh semalaman Miguel sama sekali belum memejam. Setelah mengurus dan menjaga Bele, juga memastikan jika Bele baik baik saja
Miguel berniat kembali ke Mexico untuk menjemput tuan muda Hazelo.
Saat hendak masuk kedalam Helicopter, ponsel nya berdering. Nada panggilan khusus jika tuan muda Hazelo memanggil.
__ADS_1
"Ya tuan muda." Miguel mengangkat ponsel nya.
"Aku sudah berada di Brazilia.Kau tidak perlu menjemputku, Pulang lah beristirahat."
Tut.. Hazelo mematikan panggilan nya
"Terimakasih tuan muda." Ujar Miguel dalam hati. Kemudian Miguel menginstruksikan agar Helicopter itu mengantarkan nya menuju apartement.
"Baik tuan."
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Helicopter itu mengudara meninggalkan tempat itu.
Hingga sampailah di atas atap sebuah gedung apartement. Helicopter pun mendarat di atas gedung apartement itu mengantarkan Miguel.
Di lantai tertinggi inilah tempat Miguel tinggal. Lantai dingin dan ruangan luas yang sepi, selaras dengan hati Miguel yang selalu dingin dan sepi. Tidak tertarik dengan hal apapun selain yang berhutang dengan tuan muda Hazelo.
Miguel menanggalkan pakaian nya di dalam kamar mandi seketika memutar Kran membiarkan air hangat mengguyur tubuh tinggi atletis nya. Mendongak membiarkan air mengenai wajah beku nya.
*****
Di dalam Mansion di kota Brazilia.
"Sayang, kau bilang kita akan kerumah sakit?." Ujar Gaby keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.
"Sepanjang hari kau hanya membahas Bele dan Bele. Tidak kah ada yang lebih penting dari itu?"
Hazelo mendekat pada istri nya kemudian merengkuh pinggang.
Hazelo bungkam dengan bibir nya.
"Kau ini selalu saja." Gaby mendorong tubuh Hazelo Kemudian memukul dada nya, membuat Hazelo tergelak kemudian mencubit hidung istri nya.
"Kau menggemaskan."
"Eh?" Gaby terkejut ketika Hazelo mengangkat ditubuh nya. "Sayang kau mau apa?." Gaby mengalungkan tangannya di leher.
"Sekali lagi ya?." Berbisik di telinga kemudian menggigit telinga gemas.
Kemudian membawa Gaby masuk lagi ke kamar mandi membawa nya masuk menurunkan nya di sana, di balik kaca buram Hazelo memutar Kran membiarkan air shower mengguyur mereka.
"Sayang, kau mau apa?Aku sudah mandi." Berkacak pinggang.
"Kalau begitu mandikan aku." Meraih pinggang Gaby menarik tali bathrobe membiarkan terbuka di bagian depan.
Dengan perlahan Hazelo menyentuh dagu Gaby mendekatkan wajahnya kemudian. Menyentuhkan bibir nya pada bibir Gaby, dan terjadilah ciuman hangat di bawah guyuran air hangat yang membasahi keduanya.
Perlahan Hazelo menurunkan kedua tangan nya menarik bathrobe perlahan hingga terjatuh teronggok di lantai.
Terekspose lah tubuh putih mulus indah terawat itu. Ciuman pun semakin dalam dengan tangan kanan Hazelo mulai mem...be..lai
me ..Ra..ba bukit Indan itu dengan lembut. Sedangkan tangan kiri Hazelo menahan pinggang Gaby.
Tautan bibir semakin dalam dengan lidah yang yang mulai saling membelit, secepat kilatt Hazelo meraih sabun dan mulai menggosok tu..Bu..h Gaby perlahan.
__ADS_1
Suara syahdu mulai mengudara saat Li..dah itu bermain di telinga dengan kedua tangan me..m..bel..ai bukit indah itu.
Semakin mendayu saat Li..da..h itu menuruni lekuk Gabriella hingga menciptakan tanda tanda pun Ahir nya Li..da..h itu bermain di atas bukit keny..Al yang begitu indah menonjol.
tangan kiri Hazelo terus me..re..Masi bukit itu dengan tangan kanan mulai bermain di bawah sana. Memainkan area inti membuat nama Hazelo disebutkan berkali kali Dengan tangan Gaby mencengkram rambut Hazelo.
"Sayang"
"Aaa..hhh"
"Sayang no..."
Gaby tidak mampu lagi menahan nya, Membuka paksa Jas Hazelo yang telah basah hingga melepaskan kancing ke..me..ja itu satu persatu. Men..ci..umi dada Hazelo dengan tangan nya berusaha menurunkan re..sle..Ting.
Gaby me..mbelai milik Hazelo yang telah me..ne..gang.
Membuat Hazelo pun mendorong perlahan tu..Bu..h Gaby meng..hi..mpit nya di dinding kaca itu.
Tangan Gaby Ia kalungkan di leher Hazelo
Hazelo Perlahan mulai membenamkan milik nya dan...
"Aaahhhh...."
Terbenam lah milik Hazelo kedalam sana.
Suara lak..Nat mulai mengudara saat Hazelo menggo..yang..kan ping..gu.lnya.
Memompa mi..Li..k nya di sana.
"Aaa..HH"
Suara yang syahdu terdengar memenuhi ruangan seiring rasa nikmat yang terjadi.
"Sayang.."
"Hhh"
Hazelo terus memompa hingga rasa nik..mat mencuat seiring hentakan yang sedang terjadi.
Terus memompa dan semakin mempercepat ritme nya menuntun si Jody keluar ma..suk merasakan suatu kenik..ma..Tan yang nyata.
Terus memompa Hingga terjadilah ledakan hangat di dalam sana, rasa hangat yang menyembur.
Hazelo semakin menekan kan milik nya membuat kehanga..Tan yang menyeruak kedalam.
"Aaa...hhhh" membuat Hazelo menautkan bibir nya pada bibir Gaby lagi dan lan lagi. Dengan milik nya semakin ia tekan kan kedalam.
"Aku mencintaimu tuan muda."
-
Next
__ADS_1