Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 12


__ADS_3

Sao Paulo. BRAZIL


Helicopter mendarat tidak jauh dari rumah sakit tempat Ibu nya Gabriella dirawat.


Di ruang perawatan VIP rumah sakit itu Ibu Gabriella terbaring lemah.


Gaby membawa sebaket bunga dan parsel di tangan kanan nya bertengger. "Ternyata kau baik juga tuan muda." berkata sambil mencium bunga mawar yang Miguel siapkan di dalam Helicopter tadi. Gaby Melangkah memasuki lift, berdiri tegap disana menunggu kubaikel besi itu mengantarkan nya ke lantai tiga.


" Huh.." Gaby menghela nafas.


Saatnya memperbaiki hubungan ku dengan mereka.


Bergumam dalam hati sambil melangkah setelah pintu lift terbuka. Ruangan steril dan sangat dingin khusus untuk penyakit jantung.


Dada Gaby berdebar, menyadari jika Ia pernah kemari ketika beberapa bulan lalu Ibu nya terkena serangan jantung akibat mengetahui kelainan putrinya untuk pertama kali.


Gaby mematung di depan pintu, menarik nafas panjang sebelum memasuki ruangan.


"Eh?" Gaby terkejut ketika hendak membuka pintu namun Ayah nya muncul di balik pintu.


"Gaby?!." Ayah Gaby terkejut.


"Papai, como vai a mamãe?"


Daddy, bagaimana keadaan Mommy?


"O que você está fazendo aqui? Vá! Sua mãe não quer ver você."


Mau apa kau kemari? Pergilah! Mommy tidak ingin menemui mu.


"Tapi!"


"Pergilah." Ayah Gaby melirik parsel dan Bunga ditangan Gaby. Ayah Gaby menghela.


"Kami kecewa pada mu."


Raut wajah kecewa muncul disana, Ayah Gaby berpaling melangkah pergi meninggalkan Gaby dengan Gaby yang meneteskan air mata setelah ayahnya menghilang dibalik pintu lift.


Gaby faham dengan sikap Daddy nya, kejadian di dalam Club' malam itu pasti telah diketahui orang tua nya. Gaby mengusap pipi yang basah, masuk kedalam ruang perawatan perlahan membuka pintu.


Ibu nya Gaby berbalik seketika setelah pintu ruangan terbuka. Sepertinya Ia menyadari siapa yang datang.


"Mom." mata Gaby berkaca kaca mendekati ranjang pasien tempat ibu nya berbaring.


"Vá embora!!, eu não quero ver voice!"


Pergilah!! Aku tidak ingin melihatmu!


"Mom.. Sorry.." Air mata Gaby menetes lagi.


"Va'!!"


Pergi!!


"Sorry Mom" Gaby melangkah mendekati meja, meletakkan parsel dan sebaket bunga itu disana, berbalik melangkah keluar ruangan kemudian. Air mata nya kembali menetes. Menoleh ke arah ranjang sebelum Gaby menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"Bahkan Mommy pun tidak ingin melihatku" Berkata dalam hati sambil menyandar di dinding, pun Ahir nya terjongkok menangis sesenggukan.


"Maaf... Maaf..." Tubuh Gaby bergetar sesenggukan, Ayah Gaby memperhatikan putri nya dari kejauhan. Enggan untuk mendekatkan apalagi berusaha menghibur. Rasa kecewa dan malu menyelimuti hati nya.


"Ku harap kau menyadari kesalahan mu Gabriella." lirih Ayah Gaby sambil memandang putri nya dari kejauhan.


Sementara Ibu nya pun menangis di dalam ruang perawatan.


"Mengapa aku memiliki anak seperti mu."


Hik....


"Aku malu pada Tuhan. Aku malu pada Tuan Muda." Ibu Gaby meremas selimut yang menutupi tubuh nya. Terus menangis menumpahkan rasa sakit dan kecewa akibat ulah putri nya.


Gaby Keluar dari rumah sakit, matanya sembab, dadanya sesak.


Rasanya lebih menyakitkan dari pada saat ditampar kala itu.


Gaby melangkah meninggalkan rumah sakit, tidak jauh dari sana terdapat halaman luas tempat Helicopter itu mendarat sebelumnya.


Gaby pun berlari mendekati Helicopter.


"Antarkan aku pulang." Gaby berkata pada pengawal yang diperintahkan untuk menjaga nya.


" Baik nona."


Tidak lama Helicopter pun meninggi menjauh meninggalkan kota itu.


*****


Helicopter mendarat tepat di landasan disamping Mansion, Gaby turun dari Helicopter setelah pengawal membukakan pintu. Mata Gaby masih sembab Ia bawa masuk ke dalam mansion dengan berlari.


Terus berlari menaiki tangga masuk ke dalam kamar. Di kamar ini lah Ia kembali menangis. Membuat pelayan yang melihat nya berlari saling pandang, ingin bertanya ada apa namun tidak mungkin berani. Mereka semua tahu akan batasan batasan yang telah dibuat sebagai aturan.


***


Di dalam ruangan Presdir perusahaan milik Hazelo.


Hazelo tampak sangat sibuk memeriksa beberapa dokumen yang harus di tanda tangani.


Sedangkan Miguel berada di ruan nya tampak Fokus dengan layar lipat nya memeriksa pekerjaan seperti biasa.


Ponsel Miguel berkedip, sebuah pesan masuk dan Miguel membaca nya. Miguel menghela, membaca pesan pengawal yang melaporkan pekerjaan nya. Miguel kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku jas nya, bangkit dari duduk Keluar dari ruangan kemudian.


"Apa saya diizinkan masuk tuan muda?."


Berkata setelah Mengetuk pintu.


"Masuklah Miguel."


Terdengar suara Hazelo dari dalam. Tidak lama Miguel pun masuk kedalam ruangan Presdir.


"Sudah waktunya pulang, tuan muda."


Hazelo tidak menyahuti, namun tubuh nya bangkit dari duduk bergegas keluar ruangan setelah Miguel membukakan pintu.

__ADS_1


Hazelo diikuti Miguel melangkah melewati para karyawan yang menyapa, memasuki lift khusus membawanya hingga Ke lantai satu.


Hazelo diikuti Miguel keluar dengan langkah lebar melewati security yang membungkuk hormat, kemudian masuk kedalam mobil yang telah disiapkan.


"Silahkan tuan." Miguel membukakan pintu mobil.


Hazelo pun masuk ke dalam mobil Limousine itu dengan duduk di kabin belakang. Miguel seketika menuju tempat nya melajukan mobil.


"Apa yang Gaby lakukan di sana?."


"Nona menangis sepanjang perjalanan tuan."


Hazelo berkerut dahi."Percepat mobil nya, Aku ingin melihat nya!"


"Baik tuan muda." Miguel melajukan mobilnya.


"Seperti apa wanita keras kepala itu menangis" Hazelo bergumam dalam hati ia sambil menyentuh rahang nya melihat jalanan.


***


Di dalam Mansion.


Hazelo baru saja datang membuka pintu kamar perlahan. menutup nya setelah Ia masuk kemudian membuka arloji, meletakkan nya di atas nakas.


Gaby tertidur setelah lelah menangis seharian. Bele pun melaporkan jika Gaby bahkan belum makan seharian ini.


Tubuh Gaby masih terbalut bathrobe sepertinya tertidur setelah selesai mandi. Hazelo mendekati Gaby, perlahan menyentuhkan tangan nya di rambut Gaby yang masih basah.


"Ku harap setelah ini kau menyadari kesalahan mu!."


Hazelo mematikan lampu, menyalakan remang remang lampu tidur. berbalik menuju kamar mandi, Menanggalkan pakaian nya membersihkan diri.


Hazelo menuju walk in Closet setelah menyelesaikan mandi nya. Memilih piyama dan mengenakan nya. Meraih bantal membawa nya berbaring di sofa tempat Ia menghabiskan malam semenjak Ia menikah.


Tidak membutuhkan waktu lama mata nya pun memejam.


Gaby berlari di kegelapan malam, seorang pria membawa pisau mengejar nya di tengah deras nya hujan. Berusaha berbunyi namun pria berjubah hitam itu menarik nya, mencekik hendak menancapkan pisau di tubuh Gaby.


"Haaa..!! " Gaby memekik seketika terbangun. dahi nya berkeringat tubuh nya gemetar ketakutan, ternyata hanya mimpi.


Namun tetap saja Gaby ketakutan, tanpa Ia berfikir panjang, Ia melompat dari ranjang menuju sofa tempat Hazelo berbaring. Gabi ikut berbaring memeluk Hazelo erat. Menenggelamkan wajah nya di dada bidang pria tampan yang tertidur lelap.


Dada hangat yang membuat Gaby memejam nyaman.


-


-


- Next...


Sao paulo



__ADS_1


__ADS_2