Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 19


__ADS_3

Ini untuk pertama kalinya setelah hampir tiga bulan menikah, Mereka tidur satu ranjang. Di dalam hotel milik keluarga Walson.


Di kota Venesia Italia.


***


Miguel masih berdiri di depan pintu kamar. Melihat arloji di pergelangan tangan setelah lama berdiri di sana. Memasuk kan tangan ke kantong celana sambil berjalan santai menuju pintu lift setelah memastikan semuanya aman dan tuan muda nya telah tertidur.


Pintu lift terbuka.


Didalam lift yang mengantarkan Miguel ke lantai bawah, Ponsel nya berkedip.


Sebuah pesan masuk.


"Mereka sudah kami aman kan tuan, di gudang xx Kami berjaga sekarang "


"Tunggu perintah selanjutnya*."


Miguel membalas.


"Baik, tuan."


Miguel menghela nafas setelah membaca nya, keluar dari dalam lift setelah pintu terbuka. Melangkah santai mendekati pria yang membungkuk hormat kemudian menyerahkan kunci mobil sport itu pada Miguel.


"Silahkan tuan." Membungkuk lagi kemudian mundur beberapa langkah.


Hanya seperti ini saja sudah membuatku bergetar.*Gumam nya dalam hati setelah menyerahkan kunci mobil pada Miguel.


Mobil yang hanya khusus untuk Ia kemudikan dan ada di setiap negara dimana terdapat hotel hotel milik Hazelo. Mobil sport Limited Edition kesayangan Hazelo.


"Huh..Menegangkan sekali." Pria yang berdiri tegap sejak tadi menghela nafas nya sambil mengusap peluh di dahi, lega setelah Miguel berlalu dari sana keluar menjauh dari area Hotel.


Miguel menginjak pedal gas melesatkan mobil dengan kecepatan tinggi. Dibawah pagi yang masih tamaran dimana para manusia mulai bangkit dari peraduan. Namun pria ini (Miguel) sedikit pun belum memejam.


Mobil berdecit di depan sebuah gudang tua yang tidak berpenghuni. Gumpalan debu yang tebalnya hampir satu centi itu menjadi saksi berapa lama nya tempat itu terbengkalai.


Miguel masuk kedalam setelah dua penjaga membungkuk hormat mengikuti pria itu masuk kedalam.


Orang orang Miguel berdiri tegap dengan sikap sempurna setelah mendengar langkah kali yang menggema di dalam gudang yang gelap hanya di terangi penerang senter.


Tiga pria yang terikat meringkuk di lantai berdebu. bergedik ngeri mendengar langkah kaki Miguel.


Glek...!!


Mereka menelan Silva ketika Miguel masuk kedalam dan sorot lampu mulai di nyalakan.


"Ampuni kami tuan, Ampuni kami." Pria itu meringsut di lantai, berusaha mendekati kaki Miguel memohon ampun.


Miguel menyeringai menyunggingkan bibir nya.

__ADS_1


Bugh..!!


Miguel mendaratkan kaki nya di wajah pria itu.


"Bugh..!!"


"Bugh..!!"


"Bugh..!!"


Miguel membabi buta, kemarahan nya Ia lampiaskan pada satu pria yang tidak menggunakan celana. Yang berani hendak menodai Nona Gabriella.


Entah apa yang akan terjadi dengan Nona jika Tuan muda tidak segera sampai disana.* Batin Miguel sambil mendaratkan pukulan terahir di wajah pria yang sudah tidak berdaya.


"Buuugghh..!!!"


Hantaman keras itu membuat dua gigi terpental keluar dari mulut pria itu. Ya!! Hanta-man keras yang membuat giginya patah. Membuat semua orang yang menyaksikan semakin tegang pula. Bergedik ngeri hingga terasa ngilu di lutut dan kedua tungkai.


Apalagi dua rekan nya yang semakin bergetar ketakutan.


Bodyguard mendekat pada Miguel menyalakan pemantik dengan bergetar. "Orang ini lebih menyeramkan dari dugaan."Batin bodyguard.


Miguel pun mengudarakan asap. Melirik kesamping pada Bodyguard memerintah tanpa bicara.


Seketika Bodyguard mengerti.Miguel kemudian duduk di kursi yang baru saja pengawalnya siapkan. "Silahkan duduk tuan."


Sorot mata elang menatap dua pria yang bergetar ketakutan. Saking takutnya Seperti melihat malaikat maut yang ada di depan nya siap melahap mencabut nyawa. Juga Seperti melihat serigala kelaparan siap mencengkram kulit dan daging mereka.


Miguel kembali mengudara kan asap. Merendahkan tubuh nya kemudian menyentuh dagu pria yang tersungkur di atas lantai.


"Cihh!!." Miguel menyeringai.


Semua orang yang ada di sana terperanjat ketika melihat Miguel menancapkan ro*kok di mata pria yang sekarang memekik kesakitan.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..................!!!!!!!!!!!"


" Lakukan tugas kalian, dan pastikan mereka mengingat nya seumur hidup." Miguel menoleh pada Bodyguard kemudian bangkit berdiri meninggalkan mereka.


Semua yang disana menelan Silva, saat menatap punggung pria yang bernama Miguel pergi menjauh keluar meninggalkan jejak kaki di atas lantai yang berdebu dan suara langkah sepatu menggema di udara.


Orang orang Miguel menjalankan tugas. Saling pandang kemudian memberikan pelajaran yang akan mereka ingat seumur hidup sesuai perintah.


Bugh..!!


Bugh..!!


Bugh ..!!


Han-taman bertubi tubi mengenai tubuh tiga pria yang sekarang tidak berdaya. Mereka melakukan yang Miguel lakukan, merusak kedua bola mata ketiga pria Brengs*k itu dengan menancapkan besi panas memastikan mereka tidak akan pernah melihat lagi seumur hidup.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..................!!!!!!!!!!!"


Suara menjerit menggema memenuhi ruangan hingga keluar mengudara.


Rasanya lebih baik di tembak mati dari pada terus tersiksa seperti ini.*Batin nya.


Salah satu bodyguard menyuntik kan cairan kimia pada burung camar pria yang tidak bercelana, Yang akan berakibat burung camar nya tidak mampu lagi berdiri untuk selama selama nya.


***


Miguel menuju mobil nya, melesatkan mobil itu menjauh dari area gudang, melewati hiruk pikuk ramainya kota dipagi hari. Fokus menatap jalanan dan terus melajukan mobil. Hingga Akhirnya sampai di depan hotel.


Miguel masuk kedalam hotel melewati orang orang yang keluar masuk di lantai dasar. Masuk menuju lift khusus membawanya kedalam kamar.


Miguel melepaskan arloji meletakkan di meja kecil di samping lampu tidur. menanggalkan semua pakaiannya kemudian setelah masuk kedalam kamar mandi. menenggelamkan tubuh nya di dalam bathtub berisi air hangat kemudian.


Menarik nafasnya panjang menetralisir emosi yang sempat Ia luapkan di dalam gudang.


********


Di dalam kamar Hazelo.


Gaby perlahan membuka mata saat sorot matahari sudah mulai memasuki kamar melewati sela sela tirai.


"Apa yang aku lakukan?!. Astaga, apa aku seperti ini semalaman?." Gaby terkesiap ketika Ia tidur dalam pelukan Hazelo. Perlahan meringsut menurunkan tangan Hazelo yang memeluknya erat.


Gaby menatap Hazelo yang sedang tertidur, hembusan nafas nya yang beraturan semakin terlihat raut wajah tampan nan teduh.


Gaby menampar pipinya sendiri agar tersadar. "Tampan kepalamu!!."


Semakin sangat vkesal setelah menyadari kejadian semalam. "Hazelo Jahat!!."


"Ingat Gaby, Kau sedikit pun tidak akan pernah tertarik pada pria!." Batin Gaby kemudian terus mengumpati Hazelo dengan mengecilkan suaranya tidak ingin membangunkan.


Gaby meraba pakaian nya, Lebih sangat terkejut ketika menyadari pakaian nya telah berganti.


" Apa Hazelo yang menggantikan pakaian ku?." Gaby memeluk dirinya, Berfikir jika ini bukan lah yang pertama kali Haze melihat langsung tubuh nya itu.


"Wuuuuuaaaaaa...!! Malu nya!!."


Gaby memekik dalam hati. Tersadar dari lamunan ketika tangan Hazelo kembali bergerak menarik tubuh nya erat.


"Jangan tinggalkan aku." Ujar Hazelo dengan mata yang masih memejam.


Deg....Deg ..Deg...


Dada Gaby berdebar debar yang tenggelam di dalam dekapan Hazelo.


-

__ADS_1


Next


__ADS_2