
Hazelo pulang lebih awal dari biasa nya, bergegas menaiki tangga dengan wajah cerah menuju kamar utama setelah Miguel mengantar nya tadi.
"Gaby." Memanggil istri nya sambil membuka pintu kamar. Mengendurkan dasi menuju Gaby yang sedang membaca buku kemudian meletakkan buku yang Ia baca setelah nama nya disebut kemudian beranjak mendekat setelah melihat Hazelo.
"Kau sudah pulang? Maaf tidak menyambut mu." Berkata sambil membantu Hazelo melepaskan dasi kemudian jas nya.
"Tidak perlu minta maaf." Mengusap pucuk kepala Gaby. "Apa hari mu menyenangkan tadi?." Hazelo mengecup dahi Gabriella. Ada rasa yang menghangat ketika Hazelo menahan kecupan nya lama di dahi.
"Seperti biasa, sangat bosan tidak melakukan apapun. " Mengherdikan bahu kemudian membantu Hazelo melepaskan arloji menyimpan nya di atas nakas.
"Terimakasih. Istri ku." Duduk di tepi ranjang kemudian meraih Gaby.
Istri ku? terdengar sangat manis bukan?
Benar, Aku memang istri tuan muda. Membusungkan dada dalam khayalan. Bangga? Tentu saja! hehe
"Sayang!." memukul bahu Hazelo saat Ia meraih tubuh nya. Dengan tangan kanan Hazelo menahan pinggang Gabriella sedangkan tangan kiri me..re..mas area sensitif.
Gaby berada di pangkuan Hazelo sekarang.
"Padahal sepanjang hari aku memikirkan mu, kau malah tidak menyambut saat aku pulang. Jahat sekali."
"Eh?. Kan Aku sudah minta maaf.*Batin Gaby.
Sambil terkejut melihat Hazelo dengan tingkah yang menggemaskan, merajuk dengan wajah Ia tangkub kan di da..da Gabriella.
Bisa bisanya kau bertingkah imut begini, tuan muda
Gumam gumam dalam hati sambil mengusap usap rambut Hazelo yang menempel di pipi nya. "Maaf."
"Tidak semudah itu." Seringai licik muncul di bibir nya, dengan posisi masih sama belum bergeser sedikit pun.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus nya?. Aku sudah minta maaf kan?"
"Memandikan ku!."
"What?! " Terkejut memastikan apa yang Ia dengar. Berfikir keras mencerna yang Hazelo ucapkan tadi.
Seketika Hazelo menegak kan kepala, menatap Gaby kemudian mengerlingkan sebelah mata nya.
"Ya?" Gaby yang masih menganga dengan otak yang masih loading dan traveling kemana mana
seketika melengos memalingkan wajah setelah menyadari yang Hazelo maksud.
Wajah merona malu Ia sembunyikan.
"Aku tidak mau!."
Berniat bangkit berdiri dari pangkuan Hazelo.
Namun Hazelo mencegah semakin mendekap nya erat.
"Kau mau kemana?."
Gaby terkejut ketika tubuh nya terangkat. "Sayang turunkan aku."
__ADS_1
"Refleks tubuh mu sangat bagus ya?." Melirik tangan Gaby yang mengalung di leher.
Kenapa sih, tubuh ku cepat sekali merespon* Gaby mengutuki tangan nya
melotot.
Ya, Hazelo me..nggen..dong nya masuk kedalam kamar mandi. Membawa nya ke tepian tempat biasa berendam, mencium bibir Gaby me..lu..mat nya dalam, sebelum menurunkan Gaby Hazelo melepaskan ci..u..man.
"Aku mencintaimu." Ujar Gaby sambil membantu Hazelo membuka kancing kemeja. Terbuka lah satu
persatu kancing itu mulai dari atas hingga ke bawah.
Tubuh atletis terekspose, saat kemeja itu telah terluntai teronggok di lantai.
Tidak peduli meski Hazelo tidak pernah membalas pernyataan cinta nya, Gaby terus mengatakan itu sambil menciumi le..her hingga da..da Hazelo.
"Aku me..ngingin..kan mu." Lirih Gaby sambil menanggalkan semua pakaiannya tanpa diminta. Membuat Hazelo terhipnotis saat Gaby menjinjit mengalungkan tangan nya di leher mendekatkan wajah nya. Menatap nanar pada Hazelo.
Men..cium bibir Hazelo me..lu..mat nya lembut. Hazelo pun membalas,
Semakin memperdalam ciuman nya dengan tangan Hazelo yang mulai bergerak sendiri bergerilya lembut menyentuh apa saja setiap inci tu..Bu..h Gabriella.
Dengan Lembut tangan Gaby mulai melep*askan resleting ce..la..na Hazelo, membiarkan teronggok di lantai. Tangan Gaby mulai masuk kedalam ce..la..na dalam menyentuh benda tajam yang kian menegang tanpa melepaskan ciu*man mereka.
Byuuuurrrr..!!
Dan terjadilah..
Di dalam tempat berendam yang luas nya muat untuk sepuluh orang itu.
Setiap inci Gabriella tidak luput dari se..n tuha.n
dan ji..la..Tan Hazelo. Tangan nya terus meraja Lela dengan sabun lembut Ia gunakan.
Hingga tempat berendam itu putih depenuhi busa sabun dengan sang penghuni yang sedang menikmati setiap hen..takan hen..Takan yang ada.
Tangan kekar me..re..Masi dua Bu..kit kenyal yang indah menon*Jol itu dengan penuh kelembutan. Memainkan lidah nya di sana meny**esap lembut dengan sesekali menggigit gemas.
"Hazelo"
"Sayang"
Nama itu mengudara berkali kali mengekspresikan rasa yang yang tengah terjadi.
"Aa..hhhhh..." de..sa..Han pelepasan mengudara, seiring dengan mengalir nya kehangatan di dalam sana.
Di dalam kamar utama, Di sebuah Mansion, Di kota Brazilia..
***
Dan pagi nya.
"Bangun sayang."
Yang dipanggil tidak menyahuti masih memejam di bawah selimut tebal.
__ADS_1
"Gabriella bangun" Lirih Hazelo berbisik di telinga. Namun tetap saja Gaby tidak bereaksi.
Hazelo memilih menunggu, duduk menyandar di sofa sambil membuka ponsel memeriksa beberapa pesan yang masuk.
Alam bawah sadar Gaby terusik, mendengar kata sayang yang sangat asing di telinga. Namun mata nya sungguh tidak mampu terbuka sebab Hazelo buat Ia tidak tidur semalaman.
Ya, Hazelo mengulangi hingga beberapa kali yang juga Ia lakukan di kamar mandi, tidak mengerti mengapa tenaga nya begitu besar dan sama sekali tidak tampak lelah sedikitpun.
"Gaby." Panggil lembut Hazelo. Saat telah lama menunggu, bosan juga batin nya.
"Hari ini Weekend bukan? kau tidak ke kantor. Aku tidak perlu bangun." Menyahut sebentar kemudian tidur lagi.
"Sayang, kita akan ke Meksiko. Bersiaplah, aku menunggu di bawah."
"Eh? Meksiko? Mau apa kesana. " Menyibak selimut bangkit lalu duduk menyandar di sandaran ranjang. Sadar akan tubuh nya yang tidak ber-pa kaian
Gaby menarik selimutnya lagi hingga ke bahu.
"Kau panggil apa aku tadi? Bisa mengunjungi nya?" Senyum senyum memastikan.
"Salah sendiri tidak dengar." Hazelo bangkit berdiri kemudian berpaling meninggalkan Gabriella.
"Sekali saja, Please "
Mengedip edipkan mata memohon.
Hazelo tidak merespon.
Saat meraih Handle pintu Ia berkata " Kita kerumah orang tua mu. Kau bilang ingin memperbaiki hubungan mu dengan mereka kan?." Ujar Hazelo sebelum menghilang di balik pintu yang sekarang telah tertutup.
"Bagaimana kau tahu? Apa aku pernah mengatakan nya. " Diam sejenak. Kemudian turun dari ranjang seketika melesat membersihkan diri.
Di lantai bawah,
Telah menunggu Miguel bersama Bele di samping nya. Menyapa Hazelo saat Ia menuruni anak tangga.
"Keruangan ku Miguel, aku ingin bicara." Hazelo melewati Miguel menuju ruang kerja.
"Baik tuan muda." Miguel sedikit membungkuk Kemudian Miguel pun mengikuti yang Hazelo perintah kan.
-
-
-Next..
-
Mohon maaf kawan.. Sangat sulit untuk sya melanjutkan cerita ini. Sebab Novel ini sungguh melanggar A..tu..ran.
Bagaimana jika Sya lanjutkan cerita ini namun dengan membuat novel yang baru dengan judul yang baru pula.
Mohon masukkan nya dengan beri komentar.
Semua komentar yang masuk akan sya pertimbangkan. Terimakasih kawan.. jangan lupa Vote...
__ADS_1