
Brazil
Mobil terus melaju, seperti biasa Miguel lah yang selalu mengemudikan nya. Melewati kota Brazilia menuju Mansion Kediaman Hazelo.
Limousine mulai melewati pintu gerbang, terus masuk kedalam melewati taman dengan rerumputan hijau di sekeliling nya. Terus melaju hingga berhenti di depan pintu utama.
Miguel keluar dari mobil lebih dahulu kemudian membukakan pintu seperti biasa. "Silahkan tuan."
Hazelo belum juga keluar dari mobil. Ternyata Gabriella tertidur dalam pelukannya selama di perjalanan tadi hingga sekarang belum bangun juga.
"Gaby, bangun." Hazelo berbisik di telinga. "Kita sudah sampai." Menggerak gerakkan pipi nya Namun Gaby tetap terlelap
"Kau ini tidur atau mati "Ujar Hazelo sambil mencubit hidung
Gabriella hanya menggeliat kemudian tidur lagi.
Hazelo memperhatikan wajah Gaby "Kau terlihat manis jika begini" ujar Hazelo sambil menghela nafasnya pasrah kemudian berusaha menaikkan tubuh Gabriella ke atas paha, meringsut membawa Gabriella keluar dari mobil dengan menggendong nya melewati Miguel yang sedikit membungkuk hormat.
"Selamat datang tuan muda." Bele membungkuk menyapa, para pelayan dan penjaga yang lain pun turut serta.
Hazelo hanya mengangguk. Melewati Bele kemudian masuk kedalam melewati pintu utama dengan Gaby masih memejam di dalam gendongan Hazelo.
Bele dan Miguel mengikuti dari belakang. Berjalan berdampingan dengan Miguel sambil Bele mengulas senyumnya samar menoleh pada Miguel.
Ya, Bele menyaksikan sendiri tuan muda Hazelo membawa nona Gaby kedalam kamar. Merasa lega sebab ini mungkin awal baik untuk hubungan mereka* Batin Bele.
Hazelo menaiki anak tangga. Gaby menggeliat membuka mata.
"Hazelo?!." Gaby terkesiap saat membuka mata berada dalam gendongan Hazelo.
"Kau sudah bangun?."
"Turunkan aku." Berkata sambil menatap mata Hazelo. Namun tangan Gaby malah Ia kalungkan di leher.
"Meminta turun tapi Lihat tangan mu yang memeluk. Bodoh!." Jawab Hazelo kemudian kembali melangkah lagi menaiki anak tangga.
Gaby menurunkan tangan nya lagi, pasrah hingga sampai di depan pintu kamar utama
Masuk kedalam setelah Miguel membukakan pintu.
Pintu kamar Miguel tutup kembali, Ia menunggu di luar bersama dengan Bele. Berdiri berdampingan dengan sikap sempurna.
__ADS_1
"Terimakasih tuan." Ujar Bele menoleh pada Miguel sekilas kemudian kembali ke posisi semula.
" Mintalah restu pada tuan muda, Kau sudah bekerja dengan baik selama ini."
Bele hanya diam. menarik nafas lega sebab Miguel yang memindahkan Gustav ke kantor utama di Brazil.
"Aku akan melakukan nya jika kepastikan sendiri tuan muda sudah bahagia." Jawab Bele.
Sementara di dalam kamar.
Hazelo menurunkan Gabriella di atas ranjang. "Istirahat lah." Berkata kemudian menarik selimut menutupi Gabriella. Gaby menghangat, saat Hazelo mengusap dahi nya.
kemudian Hazelo berbalik, Berlalu hendak Keluar meninggalkan Gabriella.
"Kau mau kemana?." Gaby bertanya saat Hazelo meraih Handle pintu. Ia Fikir Hazelo mau mengecup kening nya tadi. Ya meski Gaby sedikit mengharap.
"Ada yang harus aku selesaikan dengan Miguel. Kau tidur saja, tidak perlu menunggu." Berkata kemudian keluar dari kamar tanpa menoleh pada Gabriella dan menghilangkan dibalik pintu.
"Baiklah, Selamat malam Hazelo."
***
Hazelo keluar dari kamar. Melewati Miguel menuruni anak tangga. Miguel pun mengikuti dari belakang, melangkah lebar menuju ruang kerja.
"Apa yang Faros laporkan pada mu."
Miguel pun menceritakan apa yang Ia dengar dari Dokter Faros. Tentang Trauma berat Gabriella Kemudian menyerahkan rekaman Video Dokter Faros bersama Gabriella kala itu di dalam rumah sakit saat berada di Roma.
Hazelo menyaksikan rekaman Video itu dengan seksama, Berkerut dahi dengan tangan mengepal ketika melihat di layar ponsel Gaby menceritakan tentang masa lalu nya. Ingin rasa nya mencabik cabik pria itu saat ini juga, namun paman Gaby sudah tewas malam itu juga sebab terjatu dari lantai gedung tertinggi. bersama sang pilot sosok pahlawan yang menolongnya kala itu.
Terdengar Dokter Faros juga menyebut tentang Gaby menyukai Hazelo, membuat Hazelo mengulas senyum entah mengapa merasa senang.
Hingga terlihat adegan mengenai Dokter Faros berbisik pada Gabriella. Membuat Hazelo tanda tanya.
"Apa yang Faros itu lakukan?! Mengapa dia begitu dekat dengan Gaby?." Menunjuk pada layar ponsel terlihat saat Faros membisikkan sesuatu, Suara Dokter Faros tidak bisa di dengar begitu jelas.
Apa anda sedang cemburu tuan?
"Selamat menikmati malam pertama mu Gabriella." ujar Miguel mengambil jeda nafas. "Itu yang Dokter Faros katakan pada nona." balas Miguel.
Hazelo tersenyum menyentuh rahang nya, sekelebat ucapan Nyonya Walson muncul di ingatan jika Ia menginginkan penerus Keluarga Walson.
__ADS_1
"Anda tidak perlu lagi menahan diri tuan muda, seperti yang Dokter Faros katakan. Nona mencintai anda dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa melakukan terapi." Ujar Miguel.
Hazelo memijat pelipisnya jujur saja, tubuh indah Gaby yang pernah Ia sentuh malam itu pun menari nari di dalam ingatan.
Miguel memang selalu memahami perasaan Hazelo, sebab sejak kecil lah memang selalu bersama.
"Kalian suami istri maka sah dalam segi apapun." Ujar Miguel lagi
Hazelo menarik nafas nya panjang. "Baiklah Miguel ini sudah malam, kau boleh pergi." Balas Hazelo.
"Terimakasih tuan muda, aku permisi. selamat malam." Miguel bangun dari duduknya kemudian membungkuk sebelum berbalik dan berlalu pergi menghilang di balik pintu.
"Selamat malam Miguel." Hazelo Bangun dari duduknya, melangkah keluar dari ruang kerja bergegas menaiki tangga menuju Kamar utama.
Hazelo membuka pintu kamar perlahan, Mendekati Gabriella yang terlelap dalam peraduan, dibawah selimut disana Hazelo mendekati. Duduk di tepi ranjang perlahan mendekatkan tangan nya pada pipi Gabriella mengusap dahi menyentuh rambut lembut Gabriella menyelipkan nya di telinga.
Hazelo menarik nafas nya panjang Wanita ini, dia menyukai ku. Batin Hazelo.
Teringat kembali ucapan nya dulu, akan membuat Gabriella jatuh cinta kemudian dengan mudah untuk dicampakkan. Namun kenyataan nya hati nya tidak tega, Hazelo mulai terbiasa dengan Hadir nya Gaby, mulai terbiasa dengan kata kata pedas dan Gaby yang sering memekik juga marah marah.
Hazelo bangkit dari duduknya, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan aktifitas nya kemudian mendekati meja yang ada di depan sofa. Segelas sereal hangat Ia minum sebelum tidur, tentu Bele yang menyiapkan nya tadi.
Kemudian naik ke atas ranjang setelah berganti pakaian, kemudian memeluk Gabriella dari belakang dan mengecup pucuk kepala Gaby.
"Selamat malam, My Wife."
Tidak butuh waktu lama, Hazelo pun memejam di belakang punggung Gabriella, Dengan tangan dan kaki memeluk menjadikan Gabriella seperti bantal. Nafas hangat nya begitu sangat terasa Membuat keduanya semakin nyaman.
Di dalam kamar utama, di dalam Mansion.
Di kota Brazilia.
-
-
Next...
Mohon dukungannya kawan.....
__ADS_1
Vote ..vote....vote...