
Aaaaaa.....!!" Gaby menjerit saat tiga pria itu menyentuh nya. Meronta melawan dengan sekuat tenaga.
"Bugh!!.' Gaby menendang burung camar salah pria di depan nya, berlari kemudian saat ada kesempatan.
"Wanita sialan!! Kejar jangan sampai lolos!!." Ujar Pria yang mengaduh kesakitan.
Dua pria mengejar Gaby menarik ujung Dress nya, "Lepaskan!." Gaby Hempasan tangan Pria itu lalu dengan kesalnya pria itu mendorong tubuh Gaby. "Dasar Jal*Ng!!."
Brugh..
Gaby terjatuh, tersungkur. "Brengs*k!!."ujar Gaby sambil mendongak menatap benci pada dua pria itu.
"Sei mia stasera ragazza"
Kau milikku malam ini Nona
Berkata Diiringi tawa menggema dua pria yang berdiri di hadapan nya.
"Lepaskan!! Lepaskan Brengs*k!!." Gaby meronta saat dua pria ini menarik tangan nya, menyeret membawa Gaby menghempaskan hingga membentur dinding."Aaa!!."
Tiga pria itu melangkah mendekat, Gaby semakin bergetar saat salah satu di antara mereka melepaskan kancing celana. "Kita nikmati malam ini."
Hahahaha.. Tawa tiga pria itu menggema.
"Kau cantik sekali Baby." Satu pria hendak menyentuh dagu Gaby.
Plak!
Gaby menepis tangan itu, kumudian "Cuih!!.' Gaby meludahi pria di depan nya.
"O-****!!."
"Dasar wanita JAL*NG!!."
Plak..!! Tamparan keras mendarat di pipi Gaby.
"AAAAA" Gaby menjerit saat dua pria itu menyentuh tangan nya, sedangkan satu pria di hadapannya menarik paksa merobek Dress yang Gaby kenakan di bagian dada, Menghimpit Gaby ke dinding. Dan berusaha merem*s dadanya yang indah dan sudah setengah terbuka.
*******
Sementara di dalam mobil Hazelo memijat pening pelipisnya. Kekesalan nya tidak bisa Ia redam jika menyangkut masalalu nya bersama Viona, Apalagi Hazelo justru mendapatkan istri yang bagi nya adalah Wanita sakit jiwa.
Hazelo merasa menyedihkan sebab istrinya mencintai seorang wanita, mungkin tidak lebih menyakitkan jika Gaby berciuman dengan pria kala itu.
"Apa tidak akan terjadi apa-apa jika meninggalkan nona sendirian, tuan muda." pertanyaan Miguel membuyarkan lamunan.
"Dia tidak bodoh Miguel. Gaby Segera kembali jika kita sudah sampai di hotel."
"Apa tidak akan terjadi sesuatu pada nona?." balas Miguel.
"Maksudmu?!." Hazelo berkerut dahi.
"Prak!." Hazelo terkejut ketika tanpa sengaja menyenggol tas Gaby dan ponsel nya terjatuh di samping kaki nya.
"O...****!!."
"Putar mobilnya Miguel, Kita kembali!!." Hazelo gusar.
"Baik tuan muda." Miguel segera melaksanakan perintah.
__ADS_1
"Bodoh!! Mengapa tidak kau katakan jika tas dan ponsel nya tertinggal di mobil??." Hazelo mengumpat gusar.
"Anda tidak memberikan kesempatan bicara, tuan muda."
"Kau menyalahkan ku?." Hazelo semakin kesal.
"Tidak tuan muda."
"Astaga!!." Hazelo semakin gusar. Dalam hati nya ada sedikit rasa takut terjadi sesuatu dengan Gabriella.
"Percepat mobil nya Miguel!!." Hazelo memekik.
Ini sudah maksimal tuuuaaannnn!!!
Miguel menjerit dalam hati.
"Baik tuan muda."
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi di keheningan malam. Hazelo semakin gusar sebab entah mengapa waktu pun terasa sangat lama.
Mobil berdecit sampai di tempat dimana Ia dan Miguel meninggalkan Gaby tadi. Hazelo segera turun dari mobil diikuti Miguel, mengedarkan pandangan tidak ada siapapun disini.
" Kemana kau Gabriella?!." Ujar Hazelo gusar.
Miguel menghubungi seseorang, memerintahkan orang orang nya untuk mencari Gabriella.
"Masuklah ke mobil tuan muda." Miguel membukakan pintu. Segera Hazelo masuk kemudian Miguel melajukan mobil perlahan menelusuri jalanan yang kemungkinan Gaby lewati.
Mobil berhenti di depan pintu masuk gang.
"Ada apa Miguel."
Hazelo pun ikut keluar.
Seseorang menghubungi Miguel, seketika Ia berlari. Hazelo mengikuti Miguel, Tidak bisa di pungkiri jika Ia sungguh sangat cemas.
Miguel terus berlari melewati gang gang sambil sesekali mengangkat telepon. Dan benar saja, High heels yang Gaby kenakan ditemukan tergeletak di jalanan.
"Segera temukan Nona!!." Miguel memberi perintah.
"Baik Tuan!!."
*******
Gaby berusaha meronta saat tangan nya di genggam paksa dua pria itu. Satu pria yang Ia ludahi Menghimpit nya ke dinding dengan tangan hendak meremas dada nya.
"Aww!!." Pria itu memekik saat Gaby bentur kan kepala nya pada kepala pria itu.
"Rasakan..!!" Pekik Gaby menatap benci pada nya.
"Bedebah..!!"
Plak..!! Tamparan keras mendarat di pipi Gabriella.
pria itu menampar pipi Gaby lagi dan lagi. "Sialan wanita ini!." Pria itu semakin membabi buta, Merobek paksa Dress Gabriella hingga teronggok di bawah. merotkan resleting menurunkan celananya Kemudian.
"LEPASKAN Brengs*k." Baby berteriak dengan berderai air mata, Diiringi tawa tiga pria yang menggema di udara.
Pria itu mengeluarkan milik nya, Menghimpit Gaby berusaha hendak memasukkan paksa pada inti Gabriella yang masih tertutup celana dal*m terawang berenda.
__ADS_1
Tangan nya hendak meremas dada menonjol yang masih tertutup Cup berenda warna merah.
Hazeellloooo.....!! Gaby refleks memekik ketika pria itu benar benar menghimpit nya, berusaha menurunkan celana dal*m Gaby dengan tangan kiri nya. Sedangkan tangan kanan hampir sampai di dada indah nya menonjol.
Plak..!!
Bugh..!!
Bugh..!!
Hantaman keras bertubi tubi mengenai wajah dan tubuh pria itu oleh Hazelo dan Miguel.
"Berani berani nya kalian menyentuh istri ku..!!!!." Suara Hazelo menggema di udara.
Bugh..!!
Bugh..!!
Bugh..!!
Hazelo membabi buta menghant*m pria yang telah menurunkan celana nya itu hingga tersungkur tidak berdaya, menginjak injak burung camar nya itu yang telah terekspose sejak tadi.
"Aaaa..!!" Pria itu memekik saat telur burung camar nya terasa pecah mengeluarkan darah sebab hantam-an sepatu yang Hazelo kenakan menginjak injak bertubi tubi.
Sedangkan Miguel menggila menghant*m bertubi tubi dua pria itu hingga tak sadarkan diri. Tergeletak dengan bibir dan hidungnya pun mengeluarkan darah.
Hazelo meraih pipa besi yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri, hendak menghant*m kepala Pria yang sudah tidak berdaya di hadapan nya.
"Cukup tuan muda." Miguel mencegah menangkap pipa besi itu.
"Jangan menghalangi ku!!."
"Jangan kotori tangan anda, biarkan semua jadi urusan ku." Miguel melirik ke samping. Mengisyaratkan agar Hazelo mendekati Gabriella yang terjongkok menangis sambil memeluk lutut.
"Gaby,."Hazelo melempar pipa besi itu.
"Prang..!!"
Hazelo melangkah sambil melepaskan Jas nya. Hazelo merendahkan tubuh nya, Jas yang ditangan nya digunakan untuk menutupi tubuh Gabriella.
"Aaaa...!!" Gaby menjerit histeris. Menghempaskan tangan Hazelo tidak ingin di sentuh. "Pergi..!!."
"Gaby, ini aku Hazelo." Hazelo merendahkan suaranya, lembut. "Jangan takut, ini aku. Tidak akan ada lagi yang menyakiti mu." Hazelo kembali menutupkan Jas nya pada tubuh Gabriella.
"Pergi!!" Gaby menghempaskan nya lagi. "Pergi kau dari sini!!"
"Gaby, maafkan aku." Hazelo meraih tubuh Gaby lalu mendekap nya.
"Lepaskan aku Hazelo, Kau Brengs*k..!! Kau Jahat..!!" Gaby meronta memukuli dada Hazelo berkali kali.
"Kau Brengs*k, Kau Jahat!! kau sama saja seperti mereka..!! Aku benci!! Aku Benci..!! Aku membenci mu Hazelo..!!"
Gaby terus meronta memukuli dada Hazelo.
"Biarkan Aku Matii..!!. Aku ingin mati Hazelo..!! Aku ingin mati!!" Gaby menjerit histeris.
-
-
__ADS_1
Next