Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 70.


__ADS_3

Di dalam ruang operasi.


Hawa dingin di dalam ruang operasi tidak juga mendinginkan suhu tubuh para Dokter yang terlihat berkeringat di dahi mereka.


Ketegangan terjadi di ruang operasi.


Tangan Dokter yang berlumuran darah sebab sedang melakukan tugas nya di sana. Dibantu rekan sejawatnya yang merupakan tim terpilih khusus untuk nona Gabriella. Perawat terpilih pun membatu di sana.


Sambil mengusap keringat dengan lengan nya salah satu Dokter senior menarik nafas nya berat. Dokter yang lain pun saling pandang kemudian menggelengkan kepala.


"Kita sudah berupaya, Kemampuan pun telah dikerahkan." Ujar salah satu Dokter sambil melepaskan handscoon yang berlumuran darah membuangnya ke tempat sampah. Menghela nafas nya setelah melepaskan masker.


Salah satu rekannya menepuk bahu. "Anda sudah melakukan yang terbaik Dokter."


Dokter itu hanya mengangguk. Tarikan nafas nya berat sambil mengusap dahi nya dengan tisu.


***


Sementara di kantor polisi.


Tim penyidik membuka ponsel nya yang bergetar bersamaan, sebuah panggilan dari Miguel yang membuat mereka saling pandang. Itu adalah panggilan yang bagi mereka cara Miguel mengintimidasi. "Lakukan tugas kalian Dengan baik." Pesan singkat dari Miguel setelah nada panggilan berakhir.


"Tamatlah karirku." Ujar salah satu dari mereka. Membayangkan jika sampai tidak dapat menemukan pelaku, Pasti surat pemindahan akan tergeletak di meja.


Membuat mereka menelan silva.


Sopir yang sejak dua jam yang lalu duduk membeku dengan tangan berkeringat. Puluhan pertanyaan dilontarkan dari tim penyidik, Di putar berulang ulang kejadian tadi.


Sopir menjawab dengan jawaban yang sama. Mendapatkan perintah untuk mengantarkan nona Gabriella berhenti di toko bunga dan menunju pusat perbelanjaan.


Namun tetap saja, tim penyidik terus saja mengulang ulang pertanyaan hingga akhirnya sopir itu mengingat nona Gabriella sempat men..de..sah sambil melemparkan bunga ke tong sampah.


Membuat tim penyidik memanggil pemilik toko bunga itu seketika. Membuat sang sopir bernafas lega bisa keluar dari ruangan yang sejak dua jam yang lalu terasa mencekik leher.


***


Pemilik toko bunga beserta karyawan pun berada di masing masing ruangan. Duduk bergetar dilempari pertanyaan pertanyaan dari tim penyidik. Sesekali salah satu tim penyidik itu meninggalkan suara, namun Jawaban mereka tetaplah sama, meskipun pertanyaan pertanyaan yang terus saja berputar putar berulang-ulang. Sang pemilik sudah duduk disini hampir dua jam. Sudah sangat lelah dengan keringat dingin bercucuran takut.


Salah satu dari tim penyidik menghubungi Miguel dengan ponsel nya, Kemudian mengerahkan penyidikan menuju toko bunga yang dimaksud.


***


Di dalam rumah sakit.

__ADS_1


Hazelo menunggu di ruang tunggu operasi, berkali kali mengusap kasar wajahnya panik. Entah sudah berapa kali Ia meng..Han..tam Miguel melampiaskan kemarahan.


Sementara Miguel duduk diam namun tangan nya terus mengetik ponsel berisi pesan menghubungi orang orang yang Ia kerahkan.


Tidak lama nama Hazelo dipanggil dengan sopan, Dokter telah selesai dengan operasi nya bersama salah satu perawat yang mendekati Hazelo membungkuk hormat.


"Bagaimana dengan istri ku."


"Mohon untuk anda datang keruangan saya tuan." Ujar Dokter itu.


"Katakan saja sekarang!." Hazelo menarik Krah leher Dokter itu membuat perawat di samping nya terlonjak kaget. Mundur dua langkah mengambil jarak aman


Takut.


Dokter hanya tersenyum, "Mohon untuk anda lebih tenang tuan muda."


"Katakan sekarang." Hazelo memperkuat cengkraman nya menatap serius Dokter itu.


"Tenangkan diri anda tuan, saya mohon." Balas Dokter dengan ramah.


Hazelo pun mendengkus sambil melepaskan tangan nya.


" Kandungan nona sempat mengalami kontraksi namun berhasil diselamatkan. Calon bayi anda baik baik saja."


"Nona mengandung dan usia kandungan nya berumur 5 Minggu." Dokter faham dengan reaksi Hazelo, Pasti tuan muda belum mengetahui istri nya mengandung. Batin Dokter itu.


"Namun, Untuk kondisi nona saat ini--" Dokter itu mengambil jeda nafas.


"Tuan, maafkan kami. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, namun cedera mengenai salah satu alat vital yaitu jantung pasien."


Deg...


Ucapan Dokter itu membuat getaran hebat di dada Hazelo. "Dimana istri ku sekarang." Lirih Hazelo kelu.


Sambil mengusap air mata Hazelo mengikuti Dokter. Miguel yang merasa sangat tidak tega memilih melangkah disamping Hazelo.


Ruangan besar yang tampak dari luar bertuliskan "ICU"


Dokter mengantarkan Hazelo kemudian sedikit membungkuk sebelum pergi.


Hazelo mendekati ranjang, Gaby terbaring dengan mata yang tertutup. Alat alat medis masih terpasang disana. Hazelo berlutut disamping bed itu, Ia rebahkan kepala nya disamping istri nya.


Air mata Hazelo mengalir.

__ADS_1


Ia raih tangan Gabriella, Ia kecup berkali kali.


"Kau lihat Miguel, menurutmu apa yang pantas di dapat oleh orang yang membuat istri ku celaka?." Hazelo menoleh pada Miguel.


Membuat Miguel seketika berlutut. "Perintah kan Aku menghabisi nya."


Hazelo diam. Ia menoleh lagi pada istri nya, Ia baringkan lagi kepala nya di samping Gabriella. "Maafkan Aku." Air mata Hazelo kembali mengalir. Ia ra..ba perut istri nya perlahan, Terdapat begitu banyak perban menggulung.


"Ini pasti sakit kan?."


Hazelo me..raba lagi ke arah pu..SAR perlahan.


"Hai Hazelo Junior, Ini Daddy. Apa kau baik baik saja disana?."


Tubuh Hazelo bergetar, Ia sungguh menangis sekarang.


Miguel menunduk, tidak pernah Ia melihat tangis tuan muda selama hidupnya. Sejak kecil tinggal bersama tuan muda selalu menyembunyikan titik lemah nya sendirian. Namun hari ini dihadapan mata nya Tuan muda Hazelo menangis.


Tangan Miguel mengepal geram, Begitu terlihat kemarahan nya sambil keluar dari ruangan ICU itu.


Raut wajah yang sangat tegang terlihat, semakin terlihat begitu menyeramkan nya Miguel.


***


Malam semakin larut, Miguel keluar dari mobil dengan revolver di tangan kirinya bertengger.


Masuk kedalam toko bunga yang sudah berkumpul sang pemilik toko beserta karyawan.


Leher rasanya semakin ter..ce..Kik saat melihat pintu kaca terbuka. Semakin membuat Sang pemilik toko beserta para karyawan bergetar takut sebab melihat apa yang Miguel bawa.


Tek...Tek..Tek..


Suara langkah sepatu Miguel berjalan mendekat.


Ceklek.


Miguel menodongkan revolver pada sang pemilik toko tepat di depan wajah nya membuat sang pemilik toko seketika pucat pasi.


"Katakan apa yang kau lihat, Apa yang kau dengar dan jangan sampai ada yang terlewat."


-


-

__ADS_1


Next


__ADS_2