
Silahkan masuk nona, tuan muda sudah menunggu anda.
"Cih! kenapa Miguel yang membalas?!."
Gaby membaca pesan di ponsel nya kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan setelah Miguel membukakan pintu.
"Selamat siang tuan Hazelo." Menyengir kuda di hadapan Hazelo yang sedang duduk di sofa menyilangkan kaki.
Hazelo menurunkan kaki nya, mengulurkan tangan bermaksud mengajak Gabriella Mendekat.
Gaby pun mendekat kemudian menoleh pada Miguel.
"Pergilah Miguel, Aku tidak membawa kan makan siang untuk mu." Berkata ketus mengusir Miguel.
Nyali anda cukup besar juga ya?
Batin Miguel.
Miguel tidak juga beranjak, masih dengan posisi nya tadi berdiri di dekat sofa tidak jauh dari Hazelo.
"Lihat Hazelo asisten mu sangat menyebalkan." Berkata pada Hazelo sambil duduk di sofa, Meletakkan bekal yang sejak tadi Ia bawa di atas meja.
" Memang nya apa yang akan kau lakukan setelah mengusir Miguel?." Menoleh pada Gaby.
"Aku-"
*Apa yang akan aku lakukan?
Gaby mendengkus kesal. "Baiklah, seperti nya kau tidak suka aku datang." Gaby bangkit berdiri beranjak ingin pergi.
"Tunggu." Hazelo menahan Gabriella, dengan pemegang tangan Gaby agar tidak pergi. Menarik tangan Gaby agar Ia duduk kembali.
"Kau mudah sekali marah." Ujar Hazelo.
"eh? Apa yang kau lakukan?
Gaby terkejut ketika Hazelo mengecup tangan nya, Ekor mata nya melirik Miguel. Seketika Miguel faham kemudian segera berlalu pergi.
"Hazelo, ayo makan." Menarik tangan yang Hazelo genggam. Memalingkan wajah menutupi rona yang memerah.
Kenapa kau cium tangan ku.
"Ada apa?"
"Tidak ada, ayo makan." Mengalihkan pembicaraan kemudian membuka kotak makan di atas meja.
Gaby dan Hazelo menikmati makan siang bersama, ini untuk pertama kali nya setelah berbulan bulan menikah Gabriella datang atas kemauan nya sendiri ke kantor.
"Hazelo, makanan seperti ini favorit mu? aku juga bisa membuatnya." Mengambil sayur dengan sumpit Ia siapkan ke mulut Hazelo.
"Oh ya?." Berkata sambil mengunyah makanan.
__ADS_1
"Hm."Gaby manggut manggut. "Tidak disangka ya, kau hanya menyukai sesuatu yang di rebus. Aku saja melihat nya ingin sekali muntah."
" Ini enak. coba lah." Memaksa Gaby kemudian memasukkan sayur ke dalam mulut nya.
"Hazelo, aku tidak suka." Menggerutu sebab mulut nya penuh tersumpal sayuran.
"eh?." Gaby terkejut melihat Hazelo yang bergetar menahan tawa kemudian benar benar melepaskan tawa nya mengudara. Hati Gaby menghangat, ada rasa bahagia juga melihat tawa Hazelo.
Apakah seperti ini rasa nya bahagia?
Gaby dan Hazelo menghabiskan makan siang nya sambil sesekali bercanda. Meskipun Hazelo memiliki koki khusus yang terbiasa membuatkan makan siang untuk nya di kantor, namun kali ini terasa berbeda. Ada rasa yang menyenangkan saat Ia makan bersama Gaby yang baginya wanita ini unik namun sedikit pemarah dan idiot.
Sedangkan Miguel menikmati makan siang nya sendiri di ruangan khusus tempat biasa Ia makan siang dengan Hazelo di dalam kantor. Sunyi sepi, itulah suasana di dalam ruangan VVIP yang hanya terdengar suara dentingan garpu menyentuh piring.
***
Gaby berada di kantor Hazelo hingga larut malam. Menunggu di ruangan pribadi tempat Hazelo biasa istirahat. Dan Gabriella memejam disana setelah bosan bermain ponsel dan menonton drama di stasiun televisi.
"Gaby, bangun."
Gaby membuka mata, mengulas senyum sebab Hazelo telah berada di sampingnya membangunkan.
"Ini jam berapa?." Meraih ponsel yang ada di ranjang disamping Ia tidur.
Terlihat di layar ponsel.Sudah jam 9 malam. "Aku tidur lama sekali." Ujar Gaby kemudian bangun dari tidurnya.
"Ayo pulang." Hazelo berkata sambil merapikan rambut Gabriella yang berantakan.
Deg...Deg...Deg..
Ah sial?! Jika terus begini aku tidak mampu lagi menahan diri.
Gaby membenturkan kepalanya di pintu. Kemudian menuju wastafel menatap dirinya di cermin.
"Gaby, aku menunggumu. Bergegas lah."
Terdengar suara Hazelo di balik pintu.
"Tunggu sebentar."
***
Hazelo dan Gabriella keluar dari ruangan dengan Miguel yang berada di belakang mengikuti. Tangan Hazelo dan Gabriella saling bertaut. Masuk kedalam elevator yang mengantarkan mereka ke lantai bawah.
"Hazelo, aku mengizinkan mu naik ke mobil ku. Namun tidak untuk dia." Melirik pada Miguel.
"Kau dendam sekali pada Miguel." Berkata sambil mengusap kepala Gabriella mengacak acak rambut.
"Hentikan Hazelo, rambutku berantakan!."
"Mobil anda Sudah di derek kembali ke mansion nona, Kita pulang dengan mobil tuan muda." Miguel menimpali.
__ADS_1
"What?! DIDEREK???. Kau Fikir mobil ku rongsokan?!." Berkacak pinggang di hadapan Miguel.
Hazelo memijat pelipis nya. Sedikit mengulas senyum melihat Gabriella yang bagi nya terlihat menggemaskan.
Miguel berlalu seperti tidak melakukan kesalahan apapun. Mengambil kunci mobil dari pria yang berdiri tegap dengan sikap yang sempurna.
"Silahkan tuan." Penjaga itu membungkuk kemudian mundur tiga langkah.
Miguel membukakan pintu setelah meraih kunci mobil dari penjaga, mempersilahkan Hazelo dan Gabriella masuk kedalam.
"Cih?! Selalu saja tunduk dengan Miguel." Gerutu Gabriella kemudian masuk kedalam mobil Limousine setelah Miguel membukakan pintu diikuti Hazelo.
Miguel melesatkan mobil nya. Dibawah lampu lampu kota. Terlihat dari kaca mobil ramainya di sekitar jalanan kota Brazilia di malam hari. Pemandangan yang sering Ia lihat namun jarang ketika sudah menikah dan pergi bersama Hazelo.
"Hazelo, bisa kah kita makan malam di restoran itu?." Gaby menunjuk satu restoran mewah yang Hazelo belum pernah kunjungi.
Ujung mata Miguel melirik, ada denyutan terkejut meski tidak begitu nampak terlihat.
"Baiklah, kita kesana." Jawab Hazelo.
"Tidak kah sebaiknya kita cari restoran lain tuan muda?." Miguel menimpali.
"Tidak, kita kesana saja." Ujar Hazelo.
"Baik tuan muda." Miguel pasrah mengikuti. Memarkirkan mobil nya depan restoran yang Gaby maksud.
"Tuan muda Hazelo?!." Kedatangan Hazelo membuat kehebohan dan para pengunjung terkejut bangkit berdiri hendak mendekat. Namun mengurungkan niat ketika tangan Miguel terangkat. Ya, Miguel selalu berdiri di belakang Hazelo melindungi.
Apalagi sang pemilik restoran yang seketika bergegas menyapa mendengar ada nya keributan di luar. "Selamat datang tuan muda." Sang pemilik restoran membungkuk hormat. Mempersilahkan Hazelo juga Gaby menuju VIP room.
Sedangkan Miguel memilih berjaga di luar duduk di tempat pengunjung pada umunya.
Gaby dan Hazelo berada di ruangan khusus pengunjung istimewa. Dengan pelayanan istimewa pula tentu nya. Pramusaji pun di di buat yang Ter istimewa perintah dari sang pemilik restoran.
"Ini menu special di restoran kami tuan nona, silahkan." Suara lembut wanita itu sambil sedikit membungkuk kemudian hendak meletakkan menu.
Hazelo terkejut menoleh pada pelayan restoran saat mendengar suara itu, suara lembut yang sangat tidak asing di telinga.
Buku menu yang pelayan restoran bawa itu terjatuh tanpa terasa. Tersentak tidak percaya melihat siapa yang sedang duduk di hadapannya. "Tuan muda." Lirih gadis cantik dengan rambut panjang lurus Ia ikat tinggi, hidung mancung dan bola mata kebiruan yang berkaca kaca
Gaby bingung mengapa pelayan restoran itu terlihat sangat tidak asing, semakin bingung melihat Hazelo yang menatap nanar pada gadis itu. Mata nya berkaca kaca dengan raut wajah yang sama saat mengenang gadis yang memenuhi hati nya bernama Viona.
-
-
Next...
Mohon dukungannya......
Novel ini tidak lulus re..view k..o...n...t...r...a..k....
__ADS_1
Sedih.....