Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 67


__ADS_3

Hazelo mencium Gabriella. Bibir mereka saling bertaut hingga beberapa menit terlewat. Berciuman hingga waktu yang lama....


Dibawah rintik butiran salju yang berjatuhan di kota London.


Sementara jauh disana. Miguel melangkah mendekati dimana mobil Limousine yang mengantarkan nona Gabriella terparkir.


Miguel mengetuk kaca dengan jari nya.


Sopir itu tertidur, hingga beberapa kali ketukan di kaca mobil yang tertutup tidak juga membuatnya terbangun.


Dan tiba tiba ..


BRAAKKK..!! Miguel menggebrak cabin mobil membuat sang sopir terlonjak.


Refleks menoleh kesamping tepat di mana Miguel menatapnya.


Hanya terhalang kaca mobil wajah nya dan wajah Miguel bertemu.


"Mati Aku!." Sopir menelan Silva.


Glek..!!


Bagaikan melihat monster sopir itu pucat pasi .


"Bisa bisa nya Aku tertidur saat bekerja. Dan apa ini?." Menyentuh kabel ear phone yang masih menghubung ke telinga. "Aku bahkan masih mendengar kan musik."


"Brrraaakk..!!"


Sopir itu terlonjak lagi. Debaran jantungnya semakin menguat. Ia tahu Akan kesalahan nya, bukan hanya tertidur saat jam kerja tapi semakin fatal sebab Ia menikmati musik dan lalai dalam tugas. Sebelumnya Ia Fikir Tuan nya tidak akan datang kemari.


"Buka!." Suara Miguel terdengar sangar.


Membuat sopir itu perlahan membuka pintu. Tidak berani menatap wajah angkuh Miguel sopir itu hanya menunduk takut.


"Serahkan surat pengunduran diri mu besok pagi." Bagaikan disambar petir Ucapan Miguel membuat sopir itu seketika berlutut.


Kakinya lemas tidak mampu menopang


tubuh yang juga lunglai seketika. "A-Ampun tuan." Lirih sang sopir sambil bergetar takut


menundukan kepala, berlutut memohon ampun hanya itu yang bisa dilakukan.


"Kau tahu kesalahan mu?."


Ucapan dingin terdengar.


"Maaf tuan. Tidak akan terulang ini untuk kedua kali nya." Dengan ngos ngosan sopir itu berusaha bicara. Nafas yang tidak beraturan, detak jantung yang Bertalu Talu dan rasanya ingin menangis.


"Pukul saja Aku tuan, asalkan masih diizinkan bekerja. Anak ku masih kecil dan istriku sedang mengandung lagi."pria itu benar benar menangis.


"Akan jadi apa mereka jika aku pengangguran." Dengan sisa tenaga dan tangis yang terdengar sopir itu memberanikan diri untuk bicara.


Miguel diam beberapa saat, hingga angin yang di gin berhembus melintas.


Tak lama terdengar helaan nafas Miguel, seperti nya Miguel sangat kesal.

__ADS_1


Semakin membuat sopir itu takut, pasrah dan berkomat kamit dalam hati membaca Do'a. Seolah sudah seperti sedang berhadapan dengan hantu Ia membaca mantra.


Hanya itu yang bisa dilakukan sekarang.


Miguel kemudian merendahkan tubuhnya, dan---


PLAAKK!! Tamparan keras mengenai wajah pria itu. Setetes darah keluar dari ujung bibir nya, menetes di aspal.


"Aku hanya mengabulkan yang kau inginkan." Ujarnya sambil berlalu tanpa dosa. Melangkah santai kemudian mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang.


Miguel tidak mengidahkan sopir itu yang sungguh benar benar menangis keras. Menangis sesenggukan hingga Ia bersujud di atas aspal.


Bukan karena pemecatan sepihak, namun Miguel mengampuni nya dan kembali di pekerjakan sebagai supir pengantar tamu tamu di hotel.


Bagaimana bisa? Entah ada angin apa membuat hati bengis Miguel sedikit melunak. Sopir itu tidak mengerti, mungkin sebab Ia menceritakan perihal anak dan istrinya.


"Aku tidak menyangka anda memiliki hati terhadap anak dan istri ku tuan." Berkata sambil menatap punggung Miguel yang menjauh. "Semoga kelak ada yang mendampingi mu dan saat dengan nya kau merasa nyaman."


Sedangkan Miguel kembali mengemudi melesatkan mobil nya mengantarkan Tuan muda Hazelo dan Nona Gabriella kembali ke hotel.


***


Dan pagi nya..


Gabriella keluar dari kamar mandi, Handuk kecil masih berada di atas kepala dan bathrobe putih melekat di kulit.


Berkerut dahi melihat Hazelo yang telah duduk menunggu di sofa. Pakaian formal rapih lengkap dengan dasi.


Tangan nya Ia rentangkan menyuruh Gabriella mendekat.


Gabriella menurut, melangkah sambil menoleh ke arah meja.


Gabriella mendekat, bukan duduk di sofa samping Hazelo malah memilih duduk di pangkuan. "Kau mau kemana pagi pagi begini." Mengusap Jas Hazelo dengan manja.


"Urusan pekerjaan sayang. " Meraih tangan Gaby kemudian mengecup nya. "15 menit lagi aku pergi, kau bisa melakukan apapun pada ku sekarang." Hazelo mengulas senyum.


"Cih, memang apa yang bisa dilakukan selama 15 menit?." Memajukan bibir.


"Berciuman misalnya." Hazelo mengherdikbahu kemudian wajahnya mendekat.


Gaby menahan bibir Hazelo dengan tangan nya. "Aku bertemu Nathalie kemarin, dia---" Belum selesai Gabriella bicara.


"Aku tahu." Pungkas Hazelo.


"Oh ya," Gaby semakin manja menyandar di dada.


"Temani Aku sarapan." Hazelo mengalihkan pembicaraan enggan untuk membahas, menurunkan Gabriella dari pangkuan nya perlahan meraih potongan roti Ia suapkan ke mulut Gabriella.


Alhasil mulut Gaby penuh potongan roti.


"Sayang, Apa kau pulang larut?." Berkata masih sambil mengunyah.


"Sepertinya iya. Kau bisa menunggu atau berkeliling di sekitar hotel jika kau bosan.


Gabriella manggut manggut. "Aku boleh berbelanja?." Puppy eyes khas Gaby untuk meluluhkan Hazelo.

__ADS_1


"Belilah apapun yang kau inginkan." Meraih ponsel Ia ulurkan k pada Gabriella.


"Aku tidak mau meminta Miguel membelikan, apalagi melalui market place atau menghubungi designer mu saja aku sudah enggan." Menjauhkan ponsel Hazelo.


"Lalu? " Hazelo meninggalkan alisnya.


"Aku ingin berbelanja sendiri, memilih pernak pernik di pusat perbelanjaan. Berbelanja seperti manusia normal pada umumnya." Gaby menyengir kuda."Seperti rakyat biasa."


Hazelo menghela, mengecup dahi Gabriella setelah menyelesaikan sarapan. "Baiklah, sopir akan mengantar mu."


"Sungguh?! " Antusias


Hazelo mengangguk."Lakukan sesukamu."


"Terimakasih sayang." Mengecup bibir Hazelo secepat kilat.


"Bukan begitu cara berciuman. Aku sudah sering mengajari mu tapi kau tidak faham juga." Seringai licik disana.


Dan terjadilah, di dalam kamar hotel berlogo Keluarga Walson terjadi, ciuman hangat hingga beberapa menit terlewat.


***


"Bye .?! Aku akan menunggu mu." Gaby melambai pada Hazelo yang juga melambai pada nya sebelum memasuki elevator turun ke lantai dasar.


Dengan tergesa Gaby mempersiapkan diri, berniat untuk berkeliling di pusat perbelanjaan ternama di kota London.


"Sempurna " Gaby menatap wajah cantik nya di cermin. Bersiap dengan di balut Dress cantik dan Blazer berbulu di bagian luar untuk melindungi tubuh nya dari hawa dingin.


Keluar cantik dengan gaya khas nya Ia memasuki elevator.


Terus melangkah hingga sampai di lantai dasar. Melewati beberapa orang yang sedikit membungkuk menyapa.


"Silahkan nona. " Ujar sopin membukakan pintu mobil.


"Kenapa sopir nya diganti?.Ah, Entahlah." Gumam Gaby sambil masuk kedalam mobil Limousine itu.


Sopir kembali ke tempat nya setelah menutup pintu. Melesatkan mobil nya melewati jalanan kota London.


"Berhenti." Gabriella melihat toko bunga yang tertutup di dinding kaca. "Ini toko bunga paling ternama di kota ini. terasa rugi jika tidak membeli bunga mawar langka disini." Gumam nya sambil melangkah keluar setelah sopir membukakan pintu.


Gabriella masuk ke dalam. Aneka bunga indah terpampang cantik disana, disambut ramah dari pelayan juga pemilik toko.


"Silahkan nona, suatu kehormatan anda berkunjung kemari. Kami mohon maaf sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya anda akan berkunjung, sehingga kami tidak menyambut istimewa kedatangan nona."Ujarnya santun.


"Tidak usah sungkan, aku hanya kebetulan melintas." Balas Gaby tersenyum ramah. Ia mulai memilih.


Terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang.


"Apa kabar Baby, Aku merindukan mu."


Ucapan itu refleks membuat Gabriella melepaskan pelukan. Sedikit mendorong agar orang itu menjauh.


"ZOE..?!"


-

__ADS_1


-


Next


__ADS_2