TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Tentang Tuan Presir


__ADS_3

"Ke Bali kak," jawab Stella setelah meneguk susu dalam gelasnya.


Sementara itu Tiara hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar jawaban dari adiknya itu. Sesaat mereka melanjutkan acara sarapan.


"Ngomong-ngomong kakak kapan balik masuk kantor?" tanya Stella.


"Kalau jatah cuti melahirkan sih tiga bulan dek," jawab Stella.


"Kok lama kak? Masa aku gantiin kakak selama tiga bulan."


"Gak apa-apa. Hitung-hitung belajar di dunia kerja sekalian lah dek," ujar Tiara.


Pagi itu kebetulan hanya Tiara dan Stella yang sarapan bersama di meja makan. Entah kemana perginya anggota lain di keluarga itu. Ayah Tiara mungkin sudah berangkat kerja lebih pagi, sementara ibunya pasti sudah berangkat ke pasar untuk belanja keperluan sehari-hari. Sedangkan kakak iparnya alias suami Tiara kebetulan bekerja di luar kota.


"Kak ... gimana menurut kakak Tuan Andrew itu?" tanya Stella lagi.


"Gimana apanya?" balas Tiara.


"Ya orangnya gitu, dalam bekerja gimana, terus apa saja yang disukai dan nggak disukai, pokoknya ceritain apa saja tentang Tuan Andrew deh kak," pinta Stella.


Sebenarnya sudah lama Stella ingin menanyakan tentang hal ini. Lebih tepatnya menanyakan semua tentang Andrew. Namun, selama menjadi sekertaris presdir, Stella terbilang sibuk. Dan kebetulan pagi ini dia memiliki waktu berdua dengan Tiara untuk menanyakan hal itu.


"Tuan Andrew itu orangnya gila kerja banget. Baginya pekerjaan adalah utama. Beliau orang yang sangat profesional," ujar Tiara.


"Sangat disiplin sama pekerjaan, terutama sama waktu. Paling nggak suka sama yang namanya terlambat," lanjutnya.

__ADS_1


"Beliau juga orang yang sangat teliti dan jeli mengenai laporan pekerjaan. Sekali ada karyawan yang berbuat kesalahan fatal, langsung dipecat. Tapi bagusnya sekalinya ada karyawan yang pekerja keras, kinerjanya bagus akan dapat bonus banyak juga cepet naik jabatan."


"Bukan hanya di dalam internal perusahaan. Hal tersebut juga berlaku di luar perusahaan. Misalnya kerjasama dengan pihak yang membuatnya kurang nyaman, maka Tuan Andrew bisa saja memutuskan kerjasama itu."£


Begitulah penjelasan panjang lebar dari Stella.


"Agak serem juga ya kalau langsung pecat," balas Stella.


"Ya begitulah. Tapi ketika menemukan karyawan yang cocok dengannya akan sangat menghargai orang tersebut," ujar Tiara.


"Satu lagi dia agak keras kepala dalam masalah pekerjaan," lanjutnya.


Selama bekerja dengan Andrew, jujur saja Stella belum menemukan sisi keras kepala dari sang Presdir.


"Keras kepala gimana maksudnya kak?" Stella kembali bertanya.


Stella dengan polosnya menggelengkan kepalanya. Ya, memang begitulah kenyataannya bahwa Stella tidak tahu letak keras kepalanya seorang Andrew Martadinata itu dimana.


"Kalau kamu belum mengetahui sisi keras kepalanya Tuan Andrew. Berati kamu belum mengetahui lebih dalam tentang beliau Stell," ujar Tiara.


"Terus pantau saja. Lama kelamaan kamu akan paham sifat keras kepalanya Tuan Andrew."


"Tapi tenang saja, kalau keras kepalanya kambuh. Kamu tinggal tenangkan dulu emosinya. Jangan biarkan dia berpikir ketika mood-nya sedang kurang bagus."


Stella mengganggukkan kepalanya, sembari menyuapkan sesendok nasi terakhirnya. Kemudian meletakkan sendok tersebut secara telungkup di atas piring.

__ADS_1


"Eh ngomong-ngomong gimana rasanya bekerja dengan Tuan Andrew selama seminggu ini?" tanya Tiara.


"Lancar sih kak, nggak kerasa cepet banget. Menurutku sih Tuan Andrew nggak rewel. Enak kerjasama beliau?" jawab Stella.


"Wah benarkah? Biasanya beliau selalu memilih ketika menempatkan karyawan baru. Tapi kenapa tiba-tiba kamu langsung menggantikan kakak ya," ujar Tiara.


"Entahlah kak. Stella juga kurang paham. Padahal awalnya Stella sudah menolak karena Stella masih kuliah."


"Berarti kamu beruntung Stella. Masuk perusahaan besar. Langsung jadi sekertaris Presdir lagi," puji Tiara.


##


Benarkah memang Stella beruntung? Atau jangan-jangan ada udang dibalik bakwan?


Enak dwong! hehe


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2