
Tepat berada di lorong resort yang sepi. Stella ingin menanyakan mengenai semua hal yang dikatakan Andrew barusan.
"Tuan Andrew ..." panggil Stella.
"Tuan ... tolong jelaskan apa maksud Tuan tadi," lanjutnya.
Andrew menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan dari Stella.
"Tuan ... tadi maksudnya apa ya?" tanya Stella kembali.
"Oh itu, sorry aku pakai namamu buat buat alasan kepada mereka semua," jawabnya santai.
"Alasan gimana maksudnya Tuan?" tanya Stella bingung.
"Ya begitulah. Sebelumnya saya minta maaf mengakui seperti itu tanpa minta izin dari kamu terlebih dahulu," jawab Andrew.
Dua orang itu melangkah dengan sejajar menyusuri lorong resort itu. Stella menatap Andrew bingung. Jujur saja jawaban Andrew masih membuatnya kebingungan.
"Maaf tuan, maksudnya gimana ya?" tanya Stella lagi.
"Saya mengakui kamu sebagai istri kamu karena sedang berada bersama mereka semua," ujar Andrew.
"Memang kenapa kalau di depan mereka semua Tuan?" sahut Stella.
Andrew mengurangi kecepatan langkah kakinya. Supaya Stella tidak merasa ketinggalan akibat langkah kaki jenjang Andrew yang panjang-panjang. Maklum saja perbedaan tubuh mereka yang berbeda jauh.
"Sebenarnya rumit untuk dijelaskan," ujar Andrew.
__ADS_1
"Kau tau Tuan Hans kan?" tanya Andrew.
"Pria keturunan China yang menetap di Singapura itu?" lanjutnya.
Stella kembali mengingat-ingat orang yang dikatakan Andrew tersebut. Tak lama kemudian, Stella pun menganggukkan kepalanya.
"Nah dia itu, salah satu pria yang suka centil sama perempuan. Apalagi perempuan cantik yang baru dikenalnya," jelas Andrew.
"Pasti langsung dideketin, diajak kenalan, kalau perlu diajakin menjalin hubungan," lanjutnya.
"Ya, istilahnya playboy dikalangan para pengusaha elite-lah. Istrinya banyak, pacarnya dimana-mana. Kamu memang mau jadi perempuan sasaran dia selanjutnya?" jelas Andrew disertai pertanyaan.
Mendengar penjelasan Andrew, Stella bergidik ngeri. Benarkah apa yang dikatakan oleh Andrew tersebut.
"Ih enggak maulah Tuan," jawab Stella dengan cepat.
"Nah kan nggak mau, makanya saya tadi bicara seperti itu," balas Andrew.
Begitulah sifat Hans, lelaki yang dimaksud Andrew itu. Memang benar adanya merupakan seorang playboy yang terkenal dikalangan para pengusaha. Sudah tidak ada yang heran dengan Hans. Bahkan tak terhitung berapa jumlah perempuan yang didekatinya.
"Harusnya kamu berterimakasih kepada saya," ujar Andrew.
"Kenapa begitu Tuan?" tanya Stella.
"Ya kan kamu enggak akan menjadi mangsa selanjutnya dari Hans," ujar Andrew.
Benar juga apa yang dikatakan Andrew. Namun bukannya menambah masalah baru. Dengan begitu semua orang yang hadir dipertemuan ini menganggap Stella sebagai istri sekaligus sekertaris Andrew.
__ADS_1
"Tenang saja," ujar Andrew.
"Kau hanya perlu berdrama saja, pura-pura jadi istri aku selama didepan mereka," imbuhnya seolah bisa membaca apa yang dikhawatirkan Stella.
Stella langsung berpikir mana bisa dia harus berdrama seperti itu. Susah baginya untuk berpura-pura didepan banyak orang. Terakhir saja dia membohongi ayahnya untuk pulang malam, berakhir ketahuan. Bagaimana ini disuruh berakting pura-pura menjadi istri Presdir.
"Ta-tapi saya ragu bisa berakting Tuan," ujar Stella terbata.
"Tenang saja. Kau hanya mengikuti semua apa yang aku katakan. Oke!" jelas Andrew.
Tanpa sadar keduanya sampai di sebuah kamar. Yang pastinya kamar milik Andrew. Karena Andrew menempelkan acces card-nya pada pintu itu.
"Masuklah!" perintah Andrew kepada Stella setelah dirinya masuk ke dalam kamar itu.
"Cepat masuklah kamar!" ulang Andrew ketika Stella termenung di depan kamar tersebut.
##
Lho kok masuk kamar yang sama dengan Andrew? Eh kok bisa sih?!
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇