TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Godaan Istri


__ADS_3

Dua hari sudah kejadian menegangkan itu. Setelah kejadian itu Farhan semakin sibuk melacak siapa pelaku penculikan Stella. Sudah mendapatkan peringatan dari Andrew untuk segera menemukan orang itu.


"Sayang buruan di makan ini makanannya," suruh Andrew kepada Stella sepulang dari pertemuan hari ini.



Hanya satu malam Stella menjalani perawatan di rumah sakit. Karena kondisi Stella cepat pulih, maka keesokan harinya diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Menjalani rawat jalan, sementara Andrew melanjutkan pertemuannya. Stella beristirahat di kamar hotel.


"Kamu ngapain saja seharian?" tanya Andrew seraya mengendurkan dasinya.


"Nggak ngapa-ngapain. Bosen," jawab Stella dengan bibir yang cemberut.


"Aku besok mau ikutan ke lokasi proyek ya sayang," pinta Stella.


"Aku sudah sehat kok sayang," tambah perempuan cantik itu sembari nyengir.


Hari terakhir rangkaian perjalanan bisnis di Singapura itu. Rencananya akan ke lapangan menujungi perusahaan.


"Nggak usahlah sayang. Kamu istirahat saja. Biar cepat pulih," ujar Andrew.


"Ih! Sayang! Kan aku sudah bilang sehat," ujar Stella tidak terima.

__ADS_1


"Ya pokoknya aku besok ikut ke proyek," sambungnya seraya berjalan kearah suaminya kini berada.


Perempuan cantik yang sudah mengenakan piyama tidur itu berusaha merayu suaminya. Dia pun mendekati suaminya, melingkarkan kedua tangannya pada leher jenjang Andrew. Menatap mata hitam suaminya dengan intens. Melihat itu Andrew tersenyum lebar, istrinya sudah mulai menggodanya kepadanya.


"Sayang kamu percaya kalau aku sudah benar-benar sehat kan?" ucap Stella dengan nada yang sen$ual.


Seakan membeku Andrew menatap balik mata cokelat istrinya. Kepalanya mengangguk perlahan menjawab pertanyaan istrinya.


Jemari lentik milik wanita cantik itu mengusap dada Andrew. Kemudian membukakan dasi yang melekat dileher suaminya. Dengan perlahan dan lembut dia melakukannya. Stella sengaja ingin menggoda suaminya.


"Aku boleh ya besok ikut kamu," lanjut Stella lagi.


Tanpa sadar Andrew mengangguk, mengiyakan perkataan Stella. Pria itu sudah terlanjur tergoda dengan istrinya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Jarak antara wajah keduanya sudah saling berdekatan.


"Stop sayang! Stop!" teriak Stella tiba-tiba.


Belum sempat Andrew mendaratkan bibirnya pada bibir istrinya itu. Teriakan Stella menghentikan aksinya. Perempuan itu seperti menjauhkan diri dari suaminya dengan memundurkan tubuhnya.


"Kamu bau sayang!" protes Stella seraya menutup hidungnya.


"Bau keringat," sambungnya.

__ADS_1


Mendengar itu Andrew langsung mencium ketiak kanan dan kirinya. Mengendus-endus tubuhnya sendiri. Memastikan apa yang barusan diucapkan istrinya itu.


"Hah? Nggak bau kok. Masih wangi, orang parfumnya aja mahal," ujar Andrew tidak terima.


"Kamu jorok banget sih sayang. Kan seharian kerja, masak mau cium aku sembarangan. Kamu tau kan banyak virus yang sedang menyebar akhir-akhir ini. Kamu gak takut apa?" protes Stella panjang lebar.


Tampak wajah kekecewan yang ditunjukkan Andrew. Jelas saja kecewa, disaat istrinya menggodanya. Dan dia tergoda eh rupanya itu hanya godaan saja bukan sebuah ajakan untuk bermain-main. Untung saja 'milik' Andrew belum sempat terbangun.


"Udah ih sana kamu mandi dulu. Bau tau!" ujar Stella seraya menjauh dari Andrew dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Dengan lemas tak bertenaga, pria yang baru saja kecewa itu membalikkan badan. Masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah gontai.


Tepat di ambang pintu kamar mandi, pria itu membalikkan tubuhnya lagi. Seraya berkata, "Awas saja kalau habis mandi nggak mau cium aku!"


##


Sebuah ancaman yang membuat Stella tersenyum sendiri. Apa kelanjutannya?


Sebelum ke bab selanjutnya jangan lupa klik love (favorit-kan), like bab-nya dan komentar-nya juga ya kakak.


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2