
Sudah tiga hari perjalanan bisnis di Bali terlaksana. Mulai dari perencanaan proyek, peninjauan lokasi, dan rapat pembahasan lainnya. Hari ini merupakan hari terakhir rangkaian pertemuan pembahasan mega proyek tersebut.
"Farhan tolong belikan gaun pesta couple untuk malam ini!"
Begitulah pesan singkat yang dikirimkan Andrew kepada asistennya. Langsung saja Farhan mengiyakan dan melaksanakan tugas tersebut. Pagi-pagi dia bergegas ke sebuah butik yang terkenal di Bali untuk membeli pesanan bosnya.
"Aduh sekarang bos semakin ribet ya permintaannya," gerutu Farhan.
"Acara dinner aja pakai pakaian couple. Begitu bilangnya cuma buat akting aja. Ah dasar si bos."
Malam ini yang merupakan malam terakhir rangkaian pertemuan bisnis. Akan diadakan closing dinner yang tentunya akan mewah. Maka dari itu Andrew meminta Farhan membelikan pakaian couple.
*
*
Stella membuka dua paper bag yang diberikan Farhan kepada dirinya sebelum masuk ke kamar tadi. Kemudian Stella memberikan dua paper bag tersebut kepada Andrew yang sudah berada di dalam kamar. Pria itu masih sibuk saja dengan laptopnya, padahal acara pertemuan ini sudah selesai.
"Tuan, ini ada titipan dari Farhan," ujar Stella sembari meletakkan paper bag di meja bersebelahan dengan laptop Andrew berada.
"Ini satunya buat kamu," ujar Andrew dengan mata yang tetap fokus pada laptopnya.
__ADS_1
Stella tidak mengerti maksud dari bosnya itu. Kenapa satu paper bag itu untuk dirinya. Dan apa isi dari paper bag itu. Begitulah kira-kira isi pikiran Stella.
"Ambil saja satu. Ini berisi gaun yang harus kamu pakai nanti saat closing Dinner," tutur Andrew.
"Oh saya sudah membawa gaun sendiri Tuan," balas Stella.
Dengan tangan yang masih mengetik di atas keyboard laptopnya. Andrew menyahut, "Sudahlah pokoknya nanti malam kamu harus memakai gaun ini."
Karena malas berdebat dengan bosnya. Langsung saja Stella mengiyakan kemudian mengambil satu dari dua paper bag itu. Yang kira-kira berisi gaun miliknya. Kemudian Stella beranjak untuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
*
*
Setelah membersihkan diri dan berias diri. Kini Stella sudah siap dengan gaun yang dibelikan Farhan tadi siang. Gaun panjang berwarna hitam dengan belahan pada salah satu kaki. Sangat pas ditubuh Stella bahkan terkesan seksi, namun tetap elegan.
"Sudah jam segini tapi kenapa si bos masih sibuk sama laptopnya," gumam Stella yang masih di depan meja rias.
"Bener kata Kak Tiara si bos memang gila kerja," imbuhnya.
"Mending gue ingatkan bos kalau waktunya tinggal tiga puluh menit lagi."
__ADS_1
Stella beranjak dan menghampiri bosnya yang masih duduk di sofa kamar. Kemudian memperingatkan bosnya itu untuk segera beberes dan bersiap untuk acara dinner malam ini. Untung saja dengan cepat Andrew mengiyakan perintah Stella kemudian bergegas ke kamar mandi. Kembali lagi, benar kata Tiara kakaknya Stella bahwa orang ini juga menghargai waktu.
Kurang dari lima belas menit, Andrew sudah bersiap dengan jas yang dibelikan Farhan. Berwarna senada dengan gaun yang dikenakan Stella. Tampak sangat tampan walau hanya dengan penampilan seadanya.
"Sudah siap? Yuk berangkat!" ajak Andrew kepada Stella yang sudah menunggunya sedari tadi di sofa yang ada di kamar tersebut.
##
Kita lihat apa yang terjadi di closing dinner malam itu yak. Bab selanjutnya yaw.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1