
Akhir pekan ini, jadinya Stella dan Andrew pergi ke rumah orang tua Stella. Terpaksa Andrew menunda jadwal meeting dengan Arslan. Dengan alasan yang pertama dadakan dan kedua itu adalah weekend. Selama ini Andrew belum pernah menunda jadwal meeting. Entahlah karena bucin dengan Stella hal itu dilakukan.
"Sayang aku udah cantik belum sih?" tanya Stella seraya memutar tubuhnya didepan standing miror di kamar itu.
Sore ini dia akan mengenakan outfit santai dengan baju pendek dan celana pendek berwarna biru muda. Pakaian yang sangat pas di tubuhnya. Seperti tampilan sehari-hari, orang hanya ingin bertemu keluarganya. Jadi memang seperti itu.
"Cantik banget kok sayang," balas Andrew yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Itu baju kamu udah aku siapin sayang," ucap Stella sembari menujuk baju yang telah dia siapkan.
Pria itu menghampiri kaos polo berwarna senada dengan baju yang dikenakan istrinya. Beserta celana pendek berwarna coklat, menambah kegantengan suami Stella itu. Setelah mengenakan pakaiannya dia menyusul istrinya yang masih bergulat dengan cermin.
"Sudah siap belum?" tanya Andrew merangkul pinggang ramping istrinya.
"Sudah kok. Bentar aku pakai lipstik dulu," balas Stella.
Andrew menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang mengoleskan lipstik di bibir tipisnya itu. Tidak terlalu tebal hanya dua kali olesan dan diratakan dengan mengecap-ecapkan bibirnya. Tangannya meraih tas selempang kecil miliknya.
"Yuk udah siap," ajaknya menggandeng tangan Andrew.
__ADS_1
*
*
Setelah empat puluh lima menit, sampailah keduanya di rumah orang tua Stella. Rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas. Dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman yang rimbun dan menyejukkan.
"Selamat malam semua ..." teriak Stella yang masuk ke dalam rumah.
Kebetulan di sore hari menjelang malam itu. Rumahnya tidak dikunci dan seperti ada tamu di dalam. Itu terlihat dari adanya sebuah mobil yang terparkir di halaman.
"Ada orang di rumah?" ucap Stella dengan kencang.
Melihat tidak ada siapapun di ruang tamu rumah itu. Stella segera menarik tangan suaminya masuk ke dalam rumah. Terdengar suara orang yang berkumpul di ruang keluarga. Segera perempuan cantik itu membawa suaminya kesana.
"Eh anak gadisku," sapa ibunya Stella.
"Udah datang? Sini nak," tambahnya melambaikan tangan.
Anak gadis adalah panggilan dari ibu Stella kepadanya sejak dahulu. Ya meskipun sudah tidak gadis lagi. Namun panggilan itu tetap saja digunakan untuk panggilan kesayangan.
"Eh Nak Andrew," sapa Ayahnya Stella dengan suara yang agak keras. Segera Andrew menghampiri ayahnya Stella. Menjabat tangan dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1
Begitupun dengan Stella, setelah meletakkan paper bag berisi kue sebagai oleh-oleh. Stella meluncur ke pelukan sang ibu. Mendekap erat tubuh ibunya yang telah sekian lama tak bertemu. Menumpahkan segala kerinduan yang membelenggu.
"Stella kemarilah nak. Apakah kau tidak rindu dengan ayahmu?" tanya ayah Stella.
Setelah puas berpelukan, keduanya bertukar pelukan. Andrew menuju ibunya Stella dan Stella menuju ayahnya yang duduk di kursi. Tak melupakan mereka juga menyapa kakaknya, Tiara dan keponakannya yang masih bayi. Momen melepaskan rindu di malam Minggu.
"Bu yang didepan mobil siapa? Kayaknya ada tamu," tanya Stella setelah momen pelukan itu.
"Oh, memang ada tamu spesial," jawab ibunya Stella.
"Siapa Bu?" tanya Stella bingung dengan mengernyitkan alisnya.
Seseorang baru saja masuk ke ruang keluarga dari arah dapur. Orang itu berdiri tegap dan tersenyum kearah Stella.
"Aku orangnya," ucap orang itu.
Mata Andrew tiba-tiba saja terbelalak tidak percaya. Malam ini dia bertemu dengan orang itu lagi? Oh, tidak. Ini mengingatkan pada.
##
Siapa itu yang datang? Kok muka Andrew terkejut gitu
__ADS_1
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.