TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Ngaku Bos! (2)


__ADS_3

"Lalu kenapa harus dengan drama pura-pura sudah menikah bos?" tanya Farhan.


"Sudah ngaku saja bos!" imbuhnya yang berhasil mendapatkan pukulan tepat di lengannya.


Meski pukulan tersebut tidak terlalu sakit, namun Farhan mengelus-elus lengannya itu. Ya biasalah memang lelaki itu suka berlebihan. Jadi tidak perlu heran lagi dengan tingkah pria satu itu.


"Sudah gue bilang kan. Niat gue hanya membantu dia saja," tegas Andrew.


"Tapi bos yang namanya membantu itu boleh-boleh saja. Tapi kalau sudah membawa kata-kata sudah menikah dengan orang yang dibantu itu. Agak mengkhawatirkan bos, risikonya lebih besar kalau bos ketahuan berbohong," balas Farhan.


"Apalagi bos kan memang terkenal jomblo sejak lahir bos."


Memang benar adanya jika Farhan mengatakan Andrew jomblo sejak lahir. Pasalnya orang seperti Andrew yang gila kerja dan prestasi. Hingga lupa akan hidup tanpa cinta melengkapi.


Belum pernah terdengar kabar sekalipun Andrew memiliki kekasih. Bukannya tidak laku. Dengan tampang gantengnya, badan tinggi dan tegap, serta kekayaan yang melimpah. Tidak mungkin para perempuan tidak mengejar-ngejarnya. Banyak yang mengejar cinta Andrew, tetapi memang lelaki itu menolak saja berhubungan dengan perempuan mana pun. Alasannya adalah ingin bebas dan fokus dengan pekerjaannya.


"Mending sekalian dinikahin saja bos," usul Farhan dengan asal.


"Enak saja kau bilang!" sahut Andrew cepat.


"Daripada bos disangka gay karena nggak punya pacar dari dulu. Kan lebih serem bos," ujar Farhan.


"Lo ngatain gue gay?" bentak Andrew tak terima yang siap melayangkan pukulan kearah Farhan.

__ADS_1


Sontak Farhan langsung mendorong tubuhnya kebelakang. Menjauh dari Andrew agar tidak terkena pukulannya.


"Saya nggak bilang anda gay bos. Takutnya orang-orang diluar sana menyangka bos begitu. Kan tak pernah ada kabar bos punya pacar tuh." Farhan menjelaskan.


"Bagaimana mau nikah kalau gue sama sekali nggak cinta dan nggak tertarik sama dia? hah?" tanya Andrew dengan penuh penekanan.


Keduanya sama-sama menatap lautan lepas yang telah berubah warna jingga. Karena tercampur semburat warna mentari yang akan tenggelam.


"Kalau bos jatuh cinta beneran juga nggak apa-apa kok," cecar Farhan terus meledek.


"Lumayan bos cantik banget. Perfect-lah sangat cocok jadi istri bos," ungkap Farhan jujur.


Tatapan mata Andrew yang sebelumnya menatap lautan lepas. Kini kembali menatap tajam asistennya itu.


"Bener ya bos? Tapi saran saya bos nggak usah menutupi perasaan bos deh," goda Farhan.


"Ngaku saja bos!"


Andrew menggelengkan kepalanya dengan pasti. Tetapi tetap saja Farhan bisa melihat kepalsuan dalam gelengan kepala itu. Sudah lama Farhan bekerja bersama Andrew. Sudah tidak diragukan lagi dari gerak-gerik Andrew.


"Halah bos Lo nggak akan bisa bohongin gue bos ... bos ..." gumam Farhan dalam hati.


"Gue akan berusaha membuktikan semua tebakan gue."

__ADS_1


"Farhan dilawan."


"Dari cara Lo ngomong aja gue udah tahu kalau Lo bohong bos."


"Mulut sama hati nggak sejalan."


"Ah, susah dasar manusia kelamaan jomblo ya kaya gini."


Begitulah percakapan dalam hati Farhan. Sembari senyum-senyum sendiri. Dia akan segera membuktikan semuanya.


##


Kira-kira apakah tebakan Farhan benar? Dan apakah usaha Farhan berhasil?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2