
Sebuah ballroom mewah yang telah didekorasi sedemikian rupa. Para hadirin satu berdatangan. Beberapa membawa pasangan mereka masing-masing. Ya, tentu saja acara pertemuan ini dibolehkan membawa keluarga. Dan malam puncak ini adalah diperuntukkan untuk waktu bersama dengan keluarga.
"Wah anda sangat serasi Tuan," sapa Arslan saat berpapasan dengan Andrew dan Stella.
"Wah terima kasih banyak Tuan Arslan," balas Andrew tersenyum senang.
Balutan gaun pesta berwarna hitam dengan make up bold yang membuat kesan elegan. Serta rambut panjang yang sengaja dibuat curly digerai bebas. Sementara itu Andrew dengan kemeja dan jas yang berwarna senada dengan rambut tertata rapi. Ya, sungguh cocok sebagai pasangan paling serasi malam ini.
"Kenalkan ini istri saya," ujar Arslan melemparkan pandangannya kepada perempuan yang ada disampingnya.
"Oh ya. Salam kenal," balas Andrew tersenyum sembari menggenggam tangan Stella.
Keempat orang itu saling bersalaman untuk berkenalan satu sama lain. Setelah itu mereka masuk dan mencari tempat duduk yang telah disediakan. Meja melingkar yang berada di paling depan menjadi tempat yang diperuntukkan untuk perwakilan perusahaan Dinata grup.
Andrew menarik satu kursi yang ada di meja tersebut. Kemudian mempersilahkan Stella untuk duduk. Dengan anggun Stella mulai duduk. Setelah itu Andrew menyusul duduk tepat disampingnya.
Selang beberapa menit kemudian. Datanglah seorang lelaki yang tak asing di mata Andrew dan Stella. Datang seorang diri diantarkan pengawalnya sampai depan pintu ballroom. Kemudian duduk satu meja dengan Andrew dan Stella.
__ADS_1
"Wah nona, cantik sekali anda malam ini," puji Hans tanpa basa-basi langsung duduk pada salah satu kursi.
Stella hanya memberikan senyum yang dipaksakan. Sedangkan Andrew sudah menatap sinis pria yang baru saja datang itu. Tampak ketidaksukaan pada raut wajahnya dengan tingkah pria tersebut.
"Gaun anda sangat cantik dan cocok buat tubuh anda nona," pujinya lagi kepada Stella.
Tatapan sinis Andrew lemparkan kepada Hans. Rasanya Andrew sudah sangat muak dengan orang tersebut. "Bener-bener tua bangka nggak punya malu," batin Andrew.
Sembari menikmati alunan musik dari bintang tamu ternama di tanah air. Pelayan membawakan appetizer / makanan pembuka untuk para tamu. Beberapa tamu segera menikmati hidangan yang sudah tersedia dihadapan masing-masing.
"Sorry sayang. Ada cream di bibir kamu." Andrew membersihkan sisa cream yang ada di dekat mulut Stella.
"Bagaiman sayang? Enak?" tanya Andrew yang dijawab Stella dengan anggukkan kepala.
"Buka mulut sayang," pinta Andrew sembari menyodorkan satu sendok creamy corn soup.
Stella pun menuruti perintah Andrew dengan membuka mulutnya, kemudian Andrew segera mendekatkan sendok tersebut ke mulut Stella. Dimasukkan sendok itu ke dalam mulutnya, otomatis membuat Stella agak mendekatkan kepalanya ke arah Andrew.
__ADS_1
Dan dalam sekejap, Andrew langsung mengecup kening Stella mesra. Perlakuannya tersebut berhasil membuat wajah Stella memerah karena malu. Bagaimana tidak malu kalau tatapan banyak orang tiba-tiba mengarah kepadanya.
"Kamu cantik malam ini," ucapnya lirih yang sempat terdengar oleh beberapa orang disekitarnya.
Bagi orang-orang yang tidak menyukainya tentu saja jealous dengan keduanya. Apalagi seseorang yang saat ini berada satu meja dengan mereka. Dan satu orang lagu yang duduk bersebelahan meja dengan Andrew dan Stella.
##
Hayo siapa saja yang tidak suka dengan tingkah Andrew kepada Stella itu? Bisa tebak?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇