TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Tugas Pembuat Kopi


__ADS_3

Dengan berakhirnya perjalanan bisnis tersebut. Selesai juga drama pernikahan Andrew dan Stella. Karena dirasa Stella tidak akan bertemu lagi dengan Hans. Juga Andrew berniat menolak kerjasama dari perusahaan Hans dengan Dinata grub jika mengajukan permintaan kerjasama.


"Farhan tolak kerjasama dari perusahaan milik Hans jika mereka mengajukan kerjasama," perintah Andrew.


"Gue yakin dia pasti akan mengajukan kerjasama," imbuhnya.


Pagi itu sang Presdir Dinata Grup sudah kembali ke meja kerjanya. Dengan tumpukan berkas-berkas yang harus dia tanda tangani. Diraihnya sebuah bolpoin, kemudian mulai dibukanya lembar demi lembar berkas-berkas itu.


"Siap bos! Kenapa bos begitu yakin kalau dia akan mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita?" tanya Farhan yang lebih senang memanggil Andrew dengan sebutan bos daripada tuan. Tentu saja menunjukkan betapa akrabnya mereka.


"Karena pria tua bangka itu mengincar Stella. Gue lihat dari gerak-geriknya dia sangat tertarik dengan Stella," jawab Andrew dengan pandangan mata pada lembaran yang ada dihadapannya.


"Lagi-lagi tentang Nona Stella. Anda sangat protektif melindunginya ya bos," ledek Farhan.


"Bagus bos! Lanjutkan terus, saya mendukung anda," lanjutnya sembari mengepalkan satu tangannya memberi semangat.


Setelah itu dengan nada yang lirih, Farhan bergumam. "Itu merupakan bukti cinta anda bos."


Berharap Andrew tidak mendengar apa yang diucapkan. Namun, sayang sekali pendengaran Andrew masih cukup baik. Matanya langsung beralih, menatap tajam asisten somplaknya itu.


"Lo bisa nggak nggak usah sok tau," bentak Andrew dengan sangat keras.

__ADS_1


"Biasanya Lo langsung kerja tanpa banyak bac0t," lanjutnya masih dengan penuh emosi.


Tok ... tok ... tok ...


Ketukan pintu menghentikan aksinya tersebut. Tanpa disuruh oleh si pemilik ruangan. Seseorang yang mengetuk pintu itu pun langsung masuk ke ruangan Andrew.


"Permisi Tuan. Kopinya," ucap lembut Stella sembari membawa dua cangkir kopi.


Perempuan cantik berpakaian kantoran yang modis nan elegan itu berjalan mendekati meja Andrew. Meletakkan dua cangkir kopi di meja tersebut. Sengaja membawa dua cangkir kopi, karena tahu sejak dia datang. Farhan sudah berada di ruangan bosnya.


"Terima kasih Stella. Lain kali kopinya satu saja," ucap Andrew ketus.


Farhan yang tadinya memerhatikan Stella, langsung saja melempar pandangannya ke arah Andrew. Seolah tidak terima dengan kata-kata bosnya itu.


"Eh tapi ngomong-ngomong sejak kapan sekertaris merangkap pembuat kopi?" tanya Andres keheranan.


Kali ini Stella yang akan menjawab. Sebelumnya dia tersenyum kearah bosnya dulu, sebagai isyarat meminta izin. Kemudian kembali menatap asisten bosnya.


"Sejak saya bekerja disini, setiap pagi Tuan Andrew meminta saya membuat dan mengantarkan kopi sendiri. Begitulah em ... tuan," jawab Stella yang juga bingung ingin memanggil Farhan dengan sebutan apa.


"Panggil saya Farhan saja Nona," timpal Farhan.

__ADS_1


Senyuman dan anggukan kepala mengiyakan yang diberikan Stella. Kembali ke masalah pembuat kopi. Farhan masih heran dengan kebiasaan baru dan aneh sang bos. Yang baru pertama ini, meminta sekretarisnya untuk merangkap pekerjaan.


"Wah si bos bener-bener dah bikin kerjaan tambahan aja. Apa jangan-jangan bos pengen selalu dekat lagi," ledek Farhan.


"Selalu dekat sama ..." ucapan Farhan terjeda.


Sebelum Farhan melengkapi ucapannya. Andrew sudah siap melemparkan sebuah buku ke arah Farhan. Namun ketika buku tersebut sudah dilayangkan bosnya. Untungnya Farhan sempat menghindar.


##


Mau ngomong apa sih Farhan? Godain bosnya lagi? Hmmm ... gak habis-habisnya ya.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.1


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2