TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Pertolongan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Pagi ini Stella telat berangkat ke kantor dikarenakan banyak pekerjaan menumpuk. Yang membuat dirinya harus lembur. Berdampak pada berkurangnya waktu istirahatnya.


"Ayah ... ibu ... kakak ... Stella berangkat dulu," pamitnya sembari melenggang keluar dari rumah.


"Hati-hati sayang," teriak ibunya Stella.


Hanya sempat meneguk segelas susu buatan ibunya sebagai pengganjal perutnya. Lumayanlah daripada tidak sarapan sama sekali. Dirinya pun menolak untuk disiapkan bekal oleh sang ibu. Dengan alasan saat ini Stella sedang terburu-buru.


Dengan mengendari mobil sedan tua milik ayahnya yang saat ini diberikan kepada Stella. Perempuan cantik yang telah berpakaian kerja rapi itu mengendarainya dengan kecepatan sedang. Ingin rasanya dia ngebut agar cepat sampai di kantor. Namun apa daya, maklum jalanan ibukota selalu macet. Apalagi di pagi hari seperti saat ini.


"Aduh! Macetnya panjang banget lagi," gerutu Stella seraya mengamati jalanan di depannya yang penuh akan kendaraan bermotor.


Setelah berjibaku dengan kemacetan yang membosankan. Akhirnya Stella mengambil jalan dengan memasuki gang sebagai jalan alternatif menuju kantornya. Tentunya dengan harapan agar segera sampai di kantor.


"Astaga! Kenapa lagu ini mobil?" kesal Stella saat mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan tidak bisa dinyalakan mesinnya.


"Pagi-pagi bikin emosi aja!" Stella memukul stir mobil kemudian keluar dari mobilnya itu.


"Kenapa sih!" gerutunya terus.

__ADS_1


Perempuan cantik itu mencoba menelepon seseorang. Namun berkali-kali telepon itu tidak mendapat jawaban.


"Mobil kamu kenapa Stella?" tanya seseorang yang baru saja menghentikan mobilnya tepat dihadapan Stella.


Stella tersentak oleh orang yang baru saja mengajaknya berbicara itu. Dengan terbata Stella menjawab, "I-ini mobil saya tiba-tiba macet Tuan."


Lelaki itu langsung turun dari mobilnya, kemudian mendekati Stella. Seraya melepas kacamata hitam yang dia kenakan Lelaki itu berkata, "Lebih baik kamu saya antar saja ke kantor."


"Untuk masalah mobil kamu. Saya akan menelepon teknisi," ucap lelaki itu seraya merogoh kantong jasnya. Meraih ponselnya untuk menelepon seseorang. Beberapa saat orang itu berbicara dengan orang yang berada di seberang telepon.


"Sepuluh menit lagi. Teknisi akan datang," ucapnya setelah mengakhiri panggilan telepon itu.


Stella terdiam bingung antara harus menerima atau menolak tawaran itu.


"Tenang saja. Saya tidak akan macam-macam. Kamu dijamin aman dengan saya," ucapnya meyakinkan.


"Saya hanya berniat baik untuk menolong kamu. Karena kita kan rekan bisnis. Bukankah tolong menolong juga hal yang lumrah?" tanyanya kepada Stella.


Stella terdiam mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut lelaki yang berniat membantunya.


"Lagi pula waktu sudah siang. Kamu akan terlambat jika tidak berangkat bersama saya," bujuk laki-laki itu lagi.

__ADS_1


Stella melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Melihat itu Stella tersentak. Memang benar saat ini dia benar-benar sangat terlambat. Tanpa basa-basi lagi Stella mengiyakan tawaran dari laki-laki itu.


"Silahkan masuk Stella," ucapnya sembari membukakan pintu mobil untuk Stella.


Jujur saja Stella merasa canggung dengan lelaki yang membantunya pagi ini. Bagaimana tidak canggung? Dia itu adalah lelaki yang beberapa kali telah dia abaikan ketika mengajaknya berkenalan. Ya, benar sekali. Lelaki itu tidak lain dan tidak bukan adalah ....


##


Adalah siapa hayo lelaki yang membantu Stella itu???? Next bab yaaw


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2