TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Ketahuan Papa


__ADS_3

Jakarta.


Sepulang perjalanan bisnis dari Bali. Mario memerintahkan seseorang untuk menyelidiki siapa itu Stella mulai dari latar belakang, tempat tinggal, dan lainnya.


"### Halo om, ini saya Mario," kata Mario melalui telepon.


"### Iya bagaimana kabarnya?"


"### Syukurlah kalau begitu om."


"### Ini om. Saya mau tanya apakah Andrew beneran sudah menikah?"


"### Oh jadi om nggak tahu ya?"


"### Iya om. Mario juga baru tahu sewaktu perjalanan bisnis di Bali."


"### Oh begitu ya om."


"### Baiklah om. Nanti Mario akan tanya langsung kepada Andrew."


"Siap om. Terima kasih atas jawaban dan waktunya om. Selamat beristirahat."


Usai percakapan via telepon itu, tak lupa menyimpan hasil rekaman telepon. Senyum kemenangan terukir lebar di wajah Mario. Kini dia memiliki bukti tentang pernikahan bohongan itu.


"Mampu$ Lo Andrew. Pasti Om Surya bakal marah besar sama Lo!"


"Sekarang gue yang menang. Gue jamin Lo nggak akan berkutik dan mengelak lagi ... Haha ..." Andrew melemparkan ponselnya ke atas meja yang ada dihadapannya. Menghempaskan punggungnya pada sandaran sofa. Merentangkan kedua tangannya pada sandaran sofa. Dia sedang bahagia.

__ADS_1


"Cepat selidiki semua tentang Stella. Gue mau besok sudah mendapatkan semua informasi mengenai bidadari cantik itu," perintah Andrew pada orang suruhan.


"Baik bos!"


Malam itu ditutup dengan pesta minuman keras Mario bersama orang-orang suruhannya. Merayakan kemenangan atas terbongkarnya kebusukan Andrew dihadapan orang tuanya.


*


*


Singapura.


Disebuah kantor elite yang ada dipusat kota itu. Akan dilaksanakan sebuah rapat antar perusahaan pembahasan proyek di Singapura.


"Halo Surya," sapa seorang lelaki seusianya.


"Oh Surya saya bahagia melihat putramu sudah menikah. Tetapi sayangnya saya tidak diundang saat acara pernikahan itu." Arslan menampakkan raut wajah kecewa.


"Tetapi Andrew berjanji akan mengundang saya sebagai tamu spesialnya saat acara resepsi nanti," sambung Arslan.


"Ngomong-ngomong kapan akan diadakan resepsi pernikahan anakmu itu?" tanya Arslan mengakhiri ceritanya.


Surya tertegun mendengar penuturan Arslan barusan. Sebagai ayah dari Andrew, Surya sama sekali tidak mengetahui apa maksud dari perkataan sahabatnya itu.


"Arslan ... ma-maksudnya apa ya?" tanya Surya bingung.


"Begini Surya, saya usai melakukan perjalanan bisnis untuk mega proyek di Bali. Disana Andrew membawa istrinya dan tampil sangat sangat mesra sekali," jelas Arslan.

__ADS_1


"Sungguh. Putramu tidak salah memilih pasangan hidup. Istrinya sangat cantik sekali, cocoklah sama Andrew yang ganteng. Juga mereka sangat romantis," lanjut Arslan yang masih terkesima dengan Andrew dan Stella.


Segera Andrew merogoh ponsel yang ada disaku jasnya. Membuka galeri foto yang dia miliki. Kemudian menunjukkan ponselnya kearah Surya.


"Ini lihatlah," ujar Arslan menunjukkan foto-foto mesra nan romantis Andrew dan Stella.


"Bukankah mereka sangat romantis dan serasi?" Andrew menggeser-geser foto yang ada di galerinya.


Surya hanya membisu mendengar perkataan Arslan dan melihat foto-foto tersebut. Aliran darahnya naik, jantungnya berdebar dengan cepat. Tampaknya Arslan membuat Surya naik pitam.


"Arslan saya mau ke toilet sebentar," pamit Surya yang langsung diangguki Arslan.


Diperjalanan keluar dari ruangan rapat menuju toilet. Surya mengotak-atik ponselnya, mencari nomer telepon putra satu-satunya. Dan meluapkan amarah melalui telepon saat itu.


##


Oh begituuuuuu... terus jadi nikah gak?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2