
"Oh ini Nak Andrew ya? Kenapa harus repot-repot bawa beginian," ucap Ayaahnya Stella seraya merangkul pundak Farhan.
Andrew yang mendengar itu hanya melongo. Apakah penampilan malam ini kurang tampan? Sampai-sampai calon mertuanya salah mengira orang.
Padahal Andrew sudah berusaha tampil maksimal. Menggunakan kemeja motif garis warna navy yang membuatnya semakin tampan malam itu. Mendengar penuturan calon mertuanya itu Andrew tersenyum kikuk sembari menyisir rambutnya dengan jari tangannya.
"Eh om. Maaf saya Farhan asisten Tuan Andrew. Itu Tuan Andrew-nya om," ucap Farhan sembari nyengir kuda dan menunjuk bosnya.
Ayahnya Stella merasa malu karena salah orang, dia pun langsung menepuk jidatnya sendiri. Langsung saja menghampiri Andrew yang duduk di sofa. "Maaf sekali ya Nak Andrew. Saya salah orang, maklum sudah tua," ucap Ayah Stella dengan tersenyum renyah.
"Iya tidak apa-apa om," balas Andrew membalas senyuman calon mertuanya.
"Emang gue kurang tampan apa ya?" gerutu Andrew dalam hati.
"Masak gue disamain sama si Farhan."
*
*
__ADS_1
"Jadi Nak Andrew serius ini akan menikahi dan mencintai putri saya setulus hati?" tanya Ayah Stella memastikan setelah Andrew mengutarakan maksudnya datang ke rumah malam itu.
"Iya om saya benar-benar serius dengan putri om," jawab Andrew tegas.
Setelah obrolan serius itu, Andrew dan orang tua Stella membahas mengenai pernikahan yang akan dilangsungkan secepatnya. Sesekali mereka menjeda obrolan dengan menikmati hidangan yang ada di atas meja. "Silahkan Nak Andrew dicicipi kue buatan ibu," ucap Ibunya Stella menawarkan.
Malam semakin larut dengan oboralan yang semakin hangat. Andrew sangat nyaman dengan Keluarga Stella. Di keluarganya sendiri momen seperti ini jarang terjadi, atau bahkan tidak pernah terjadi. Karena kedua orang tua Andrew yang terlalu sibuk bekerja dan jarang di rumah.
Hingga tak terasa waktu sudah menuju tengah malam. Diakhir penutupan obrolan malam itu, Andrew mengeluarkan kotak yang didalamnya terdapat kalung berlian. Kalung cantik yang dipersembahkan untuk sang calon istri.
"Terima kasih Stella kau mau menjadi istriku," ucap Andrew usai memasangkan kalung tersebut di leher jenjang Stella.
Kini keduanya saling berhadapan, bertatapan mata. Andrew menggenggam kedua tangan Stella. Andrew tersenyum sangat lebar, karena rencananya malam ini berjalan sesuai harapan. Akhirnya dia mendapatkan perempuan yang dicintainya. Bahkan saat pertama kali memandang Stella pun sudah ada benih-benih cintanya. Padahal selama ini tau sendiri kan, Andrew bukanlah orang yang mudah dekat atau suka dengan perempuan.
"Stop ... stop ... stop ... ciumannya nanti kalau sudah resmi suami istri saja," sela Ayahnya Stella disaat Andrew hampir mencium kening Stella.
Dua orang yang dimabuk asmara itu tersentak dan saling menjauhkan diri mereka. Stella merasa malu dengan ayahnya, dia pun salah tingkah dan langsung melepaskan genggaman tangan Andrew. Sedangkan Andrew membalas ucapan Ayahnya Stella dengan tersenyum getir.
"Ya sudah om. Saya pulang dulu," pamit Andrew mencium punggung tangan ayah dan ibu Stella.
__ADS_1
Stella mengantarkan Andrew hingga halaman rumah. Andrew terus menggenggam tangan Stella dengan mesra. Seakan tak ingin dilepaskan.
"Saya pulang dulu ya," ucap Andrew yang kini berhadapan dengan Stella.
"Sudah malam Nak," teriak Ayahnya Stella yang hanya menampakkan kepalanya dari balik pintu.
Ya, gagal lagi Andrew. Padahal hanya ingin mencium kening Stella.
##
Nasib ... nasib ... Andrew sabar dulu yak.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇