TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Terlambat


__ADS_3

Andrew yang masih terbaring hanya menoleh kearah pintu. Sementara Stella sudah berlari kecil untuk membuka pintu itu. Awalnya Stella mengira kalau yang mengetuk pintu itu adalah pelayan yang mengantarkan teh hangat dan sarapan mereka.


Tetapi yang datang adalah asisten dari suaminya, Farhan. Pria bertubuh tegap itu menundukan badannya, memberi hormat kepada istri dari bosnya.


"Apakah Tuan Bos sudah bangun Nona?" tanya pria itu dengan polosnya. Gak tau saja kalau kehadirannya menganggu momen romantis bosnya pagi itu. Untung saja, Andrew masih sedikit lemas. Jadi tidak berniat untuk memarahi asistennya itu.


"Sudah kok," jawab Stella cepat.


Farhan langsung masuk ke dalam kamar bosnya tanpa permisi. Melihat bosnya itu masih tiduran di atas tempat tidur. Dia pun menggelengkan kepalanya.


"Tuan Arslan sudah menunggu anda Bos," ucap Farhan seraya mendudukkan tubuhnya pada sofa empuk di samping tempat tidur.


Mendengar perkataan dari asistennya itu tidak membuat Andrew segera bergegas. Pria yang semalam kobam (mabuk) itu masih enggan untuk bersiap. Sesekali dia menggeliat dan mengucek mata berusaha menyadarkan dirinya.


"Sayang airnya sudah siap," kata Stella dari kamar mandi menyiapkan air untuk mandi suaminya.


Perlahan Andrew bangkit dari tidurnya, duduk di tepian tempat tidur. Yang namanya pria tampan, meski baru bangun tidur. Pesonanya tetap saja terpancar dengan ketampanannya. Disisirnya rambut pendeknya itu dengan jemari tangannya.


"Katakan pada dia, gue agak telat karena sedikit gak enak badan," pesan Andrew kepada Farhan.


Pria itu beranjak ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Farhan pergi untuk menyampaikan pesan bosnya itu. Bagi Farhan baru kali ini melihat bosnya kurang bersemangat kerja.

__ADS_1


"Tumben banget si bos kayak gini," gumam Farhan menutup kembali menutup pintu kamar bosnya itu.


Bahkan sampai membiarkan rekan bisnisnya menunggu. Mungkin baru sekali seumur hidupnya, bosnya seperti saat ini. Karena memang Andrew terkenal sebagai orang yang sangat profesional.


*


*


Usai Andrew dan Stella bersiap keduanya bersamaan menuju ruang pertemuan. Setelah tadi sarapan di dalam kamar hotel. Kini Andrew melangkah lebih dulu di depan Stella. Entah kenapa rasanya malas saja berbicara dengan istrinya itu.


"Maaf saya terlambat Tuan Arslan," sapa Andrew lalu mendudukkan dirinya.


"Saya dengar anda kurang enak badan?" sambungnya.


"Oh ya Tuan. Bukan masalah yang berati," balas Andrew.


Mereka sudah duduk memutari sebuah meja yang didesain untuk rapat. Baik petinggi maupun perwakilan karyawan dari dua perusahaan itu sudah berkumpul. Sebentar lagi rapat akan segera dimulai.


Namun tiba-tiba datanglah seorang pria yang sangat tidak asing bagi Andrew dan Stella masuk ke dalam ruangan itu. Pria bertubuh tinggi yang mengenakan setelan jas kerja itu berjalan santai memasuki ruangan. Bahkan tidak mengucapkan salam terlebih dahulu. Seolah sudah biasa dengan orang-orang yang ada di ruang pertemuan itu.


"Oh iya Tuan Andrew. Sebelumnya perkenalkan ini adalah putra saya yang akan memimpin proyek kita ini," kata Arslan ketika melihat pria itu masuk lalu duduk bersebelahan dengannya.

__ADS_1


Jelas saja Andrew terperangah mendengar kenyataan tersebut. Bisa-bisa orang itu adalah salah satu dari rekan bisnisnya juga. Namun baru kali ini Andrew melihat orang itu yang merupakan salah satu bagian dari perusahaan milik Arslan.


"Di-dia---" batinnya terkejut.


Dimana sudah puluhan tahun Andrew bekerjasama dengan Arslan sejak perusahaan dipimpin Surya. Tetapi tidak sekali pun melihat pria itu dulu-dulunya. Begitupun dengan Stella yang cukup terkejut dengan pernyataan Arslan itu.


#


Kira-kira siapa sih yang baru saja datang itu? Kok kayaknya Andrew dan Stella kaget banget ya.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2