
"Kamu sangat cantik malam ini," ucap Andrew lirih yang sempat terdengar oleh beberapa orang disekitarnya.
Bagi orang-orang yang tidak menyukainya tentu saja jealous dengan keduanya. Apalagi seseorang yang saat ini berada satu meja dengan mereka. Dan satu orang lagu yang duduk bersebelahan meja dengan Andrew dan Stella.
Pria tua yang satu meja dengannya langsung mengernyitkan keningnya melihat adegan tersebut. Segera melempar pandangannya kearah yang lain. Sangat tidak nyaman dengan dua orang yang ada dihadapan.
"Akting yang menjijikkan," celetuk orang yang berada disamping mejanya.
Orang tersebut tak lain adalah Mario. Pria itu tersenyum getir menatap dua orang yang saat ini menjadi pusat banyak orang di ballroom itu. Ya jelas saja karena kemesraan mereka berdua.
Andrew yang mendengar gumaman dari orang yang tidak jauh darinya itu. Langsung menoleh sebentar dengan pandangan merendahkan. Tak lupa menampilkan senyum sinisnya.
"Lihat saja nanti," batin Andrew sembari tersenyum di dalam hati.
*
*
Acara penutupan malam ini adalah dansa berpasangan dengan pasangan masing-masing. Dikhususkan untuk yang membawa pasangan. Sedangkan yang lain hanya dapat menonton di sekeliling lantai dansa.
__ADS_1
Alunan musik dansa sudah mulai terdengar memenuhi ballroom itu. Sang pembawa acara juga telah mempersilahkan para hadirin menuju lantai dansa bersama pasangan. Satu persatu orang mulai berdansa.
"Ayo sayang," ajak Andrew sembari menarik telapak tangan Stella dengan lembut.
Stella terperangah setengah tidak percaya dengan ajakan yang baru saja didengarnya. Sempat bergeming beberapa saat, hingga akhirnya Stella membuyarkan lamunan karena tarikan lembut dari Andrew. Pria tampan yang menjadi bosnya itu sudah melangkah lebih dulu dan menarik tangannya. Mau tak mau Stella mengikutinya dari belakang.
"Tu-tuan ta-tapi sa-saya tidak bisa dansa," ucap Stella lirih dan hanya bisa didengar oleh Andrew.
"Tenang saja, rileks, jangan tegang. Ikutin gerakan saya," balas Andrew tak kalah lirihnya.
Gerakan dansa mereka pun dimulai. Perlahan satu tangan Andrew diletakkannya pada pinggang Stella. Satu tangan Stella berada pada dada milik Andrew. Sementara tangan mereka yang lainnya saling bertaut.
Kaki mereka beriringan ke kanan dan ke kiri secara seirama. Meskipun masih agak kaku, namun lumayan bagi pemula seperti mereka. Dan tampak sangat mesra bagi yang melihatnya. Apalagi orang-orang yang hadir disana tahunya pasangan tersebut adalah pasangan pengantin baru.
"Sungguh menjijikan," batin Mario dengan senyum getirnya. Dirinya berada tak jauh dari posisi Andrew dan Stella saat ini. Sementara Hans sudah melengos pergi semenjak dansa pasangan Andrew dan Stella menjadi pusat perhatian semua hadirin.
Kebetulan saat itu pandangan keduanya saling bertemu. Sehingga sebuah ide licik muncul di pikiran Andrew. "Oke saatnya pembuktian," batinnya.
Andrew menarik tubuh Stella supaya lebih dekat dengan dirinya. Bibirnya dia daratkan pada bibir Stella. Wanita itu hanya diam dan menurut drama yang dilakukan bosnya. Tatapan keduanya bertemu, seolah menyiratkan sebuah pesan untuk saling kerjasama dalam drama ini.
__ADS_1
"Astaga Tuhan," jerit Stella dalam hati.
"Apa lagi yang akan dilakukan Tuan Andrew?" imbuhnya.
##
Apalagi ini rencana Andrew ya? Ada yang bisa nebak?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1