TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Sebelum Berpisah 21+


__ADS_3

"Saya hanya ingin titip salam untuk Stella saja Elva," kata Arthur yang langsung diangguki kepala oleh Elva.


Kini raut wajah Elva yang langsung berubah sedih. Segara gadis itu membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan tersebut. Pedih kembali dia rasakan dari dalam hatinya. Nyatanya sekali tidak peka akan tetap tidak akan peka dengan perasannya.


*


*


Malam hari sebelumnya keberangkatan Andrew ke Bali. Usai Stella menyiapkan keperluan yang akan dibawa suaminya. Pasangan muda itu menghabiskan waktu bersamanya dengan menonton film berdua di dalam kamar mereka.


"Sayang besok kita gak bisa mesra-mesraan dong," ucap Andrew menengok kearah wajah Stella. Tangan kekar pria itu merangkul pundak istrinya. Hingga jarak diantara mereka terkikis habis.


Tidak ada tanggapan dari Stella yang diajak berbicara. Mata dan pikiran istrinya itu masih fokus pada layar televisi yang sedang menyajikan film romantis favoritnya. Andrew pria yang tidak suka diabaikan itu langsung memikirkan untuk menjahili istrinya.


"Sayang---" bisiknya lembut tepat ditelinga Stella. Karena masih tidak mendapatkan respon dari Stella. Bibir tebal Andrew yang masih menempel ditelinga itu mengigit kecil telinga istrinya.


"Aduh--- sakit!" keluh Stella mengusap telinganya.


"Kamu ini apa-apaan sih sayang. Mau makan aku apa?" protes Stella kesal.

__ADS_1


"Iya. Habisnya dipanggil nggak respon sih," sahut Andrew.


"Film-nya lagi bagus ih," ucap Stella menggeser duduknya sedikit menjauh dari suaminya itu.


Langsung saja Andrew mendekat kearah Stella. Tidak mau jauh-jauh dari istri cantiknya itu. Justru saat ini pria itu sudah mendekap istrinya dengan kedua tangannya dengan sangat erat. Menindih tubuh Stella yang masih dalam keadaan duduk.


"Ih berat sayang," protes Stella menahan tubuhnya agar tidak kalah dari suaminya yang kekar itu.


"Kamu apa-apaan sih sayang?" lanjutnya.


"Kamu mau apa?" tanyanya lagi.


"Main yuk sayang," bisik Andrew yang masih mendekap erat tubuh Stella. Pria itu juga mengerlingkan matanya nakal.


Mendengar permintaan suaminya itu, perempuan itu hanya mengernyitkan dahinya. Mencoba menggelangkan kepalanya seraya menahan senyum. Bukannya serius ingin menolaknya, karena emang Stella ingin menggoda suaminya saja.


"Ayolah sayang," rayu Andrew.


"Nanti kamu kangen lagi sama junior aku," lanjut Andrew.

__ADS_1


Pria itu langsung saja menyambar bibir tipis istrinya. Begitu manis rasa bibir yang selalu membuatnya candu. Belum pernah sehari pun Andrew melewatkan waktu untuk mengecupnya walaupun sekilas.


Bukan cuma Andrew yang selalu ketagihan dengan bibir Stella. Pun sebaliknya Stella juga sudah merasa candu dengan bibir milik Andrew. Perempuan itu balik menghiisap bibir suaminya dengan ganas.


"I Love You sayang," lirih Andrew yang sudah mengusap-usap paha putih nan mulus milik Stella.


Kebetulan malam itu istrinya mengenakan piyama kimono favoritnya berwarna biru muda. Yang juga merupakan warna favoritnya. Dengan menggunakan piyama kimono, memudahkannya untuk menyingkap pakaian itu.


Tangan pria itu menelusup masuk menjalari semua yang ada dibalik pakaian istrinya. Dimulai dari bagian bawah hingga naik keatas dan membuka piyama itu dibantu oleh Stella sendiri. Tubuh mulus istrinya sudah berada didepan matanya saat itu.


"Sayang bukain piyama aku," lirih Andrew dengan napas yang sudah memburu. Tampaknya gairah pria itu sudah diubun-ubun.


Dengan lembut dan hati-hati Stella membuka piyama yang dikenakan suaminya. Sesekali emang perempuan itu menggoda suaminya dengan memberikan usapan mesra pada bagian tubuh suaminya. Hingga saat ini keduanya sudah polos dan mulai melakukannya diatas sofa seharga ratusan juta itu. Tentu saja sofanya empuk dan super mewah.


##


Eh silahkan dilanjutkan imajinasinya sendiri ya. Aku antar sampai sini saja. Atau masih mau dituliskan adegan selanjutnya? Haha


⚠️Warning ⚠️

__ADS_1


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


__ADS_2