TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Meeting Dadakan


__ADS_3

"Siapa yang telepon sayang?" tanya Andrew setelah Stella mengakhiri panggilan itu.


"Ibu," jawab Stella singkat.


Perempuan cantik istri dari Andrew itu tidak beranjak dari duduknya. Malahan sepertinya dia akan memulai ritual skincare-nya. Yaps! Benar perempuan itu mulai mengoleskan beberapa krim ke wajahnya. Biasa skincare-an usai mandi.


"Katanya ibu sama ayah kangen. Terus nyuruh kita ke rumah," ungkap Stella.


"Kita besok jadi kesana kan sayang?" tanya Stella.


"Jadi sayang," jawab Andrew menoleh kearah Stella.


Saat ini pria itu sudah mengganti handuk kimono-nya dengan piyama berwarna hitam. Duduk di sofa empuk yang ada di kamar itu sembari menyetel televisi. Menikmati sore hari yang agak lengang, tidak banyak pekerjaan seperti biasanya.


"Boleh nggak kalau kita nginep disana sayang?" tanya Stella agak ragu. Pasalnya maukah suaminya yang notebene anak orang kaya sejak lahir. Terus tidur di rumah Stella yang sederhana dan apa adanya. Jujur saja Stella agak ragu dengan hal tersebut. Makanya dia bertanya terlebih dahulu.


"Boleh boleh saja sayang," jawab Andrew santai.


"Beneran sayang?" Stella meyakinkan yang langsung dapat jawaban anggukan kepala dari Andrew.


"Yeay!!!" teriak Stella kegirangan.


Perempuan yang baru saja menyimpan skincare-nya itu. Langsung berlari kearah suaminya, memeluk suaminya dari belakang. Stella lagi mengekspresikan kesenangannya.


"Terima kasih banyak ya sayang aku," ucap Stella sembari mengecup singkat pipi suaminya itu sekilas. Dua tangan perempuan itu melingkar dileher dan pundak suaminya.

__ADS_1


"Kurang," protes Andrew.


"Ih cari kesempatan," balas Stella.


"Ayolah sayang!" pinta Andrew.


Bukannya Stella menuruti perkataan suaminya. Justru perempuan itu menggoda suaminya dengan berlari darinya. Andrew yang peka dengan ajakan godaan istrinya itu. Dia pun langsung berlari mengejar istrinya.


"Aw!" jerit Stella seraya terus menghindar dari suaminya.


"Awas saja ya kamu sayang," ucap Andrew gemas.


Hap! Cukup mudah bagi Andrew untuk mengejar istrinya itu. Langsung didekapnya Stella ke dalam pelukannya. Sehingga perempuan itu tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Aw! Lepasin sayang!" pinta Stella.


"Kamu kan yang godain aku duluan," imbuhnya.


"Terimalah akibatnya."


Pria itu bersiap untuk menggelitiki tubuh istrinya. Stella yang memang orangnya mudah kegelian langsung menggeliat kesana kemari. Berkali-kali mulutnya mengucapkan kata ampun. Namun, tidak didengarkan oleh suaminya.


"Sa-sayang su-sudah dong," ucap Stella dengan terbata-bata karena kegelian.


"Ampun sayang ampun," mohon Stella.

__ADS_1


"Kamu yang mulai sayang," balas Andrew.


Tok ... Tok ... Tok ...


Ketukan pintu kamar mereka membuyarkan dua pasangan dari kegiatan mereka. Andrew melepaskan Stella dari dekapannya. Pria itu beranjak membuka pintu, sedangkan Stella mendudukkan tubuhnya di tepian tempat tidur. Mengatur napasnya yang kecapekan karena lari-larian dan menahan geli.


"Selamat malam bos," sapa Farhan.


"Maaf menganggu waktu bermesraan anda," lanjutnya seraya menunduk hormat.


"Saya hanya menyampaikan bahwa makan malam sudah siap," ucapnya.


Andrew menoleh kearah Stella. Mengajak istrinya untuk turun kebawah dan melakukan makan malam bersama. Andrew dan Stella berjalan didepan Farhan.


"Oh iya bos. Saya tadi mendapatkan pesan dari Tuan Arslan katanya ingin mengadakan meeting besok sore, Bos," ucap Farhan seraya berjalan.


"Hah besok sore? Besok kan weekend?" protes Andrew.


Stella yang berada disamping Andrew langsung mengerucutkan bibirnya. Wajahnya sudah nampak sedih, karena rencananya besok mereka akan mengunjungi orang tua Stella. Dan kini apakah rencana itu akan gagal karena ada meeting dengan Arslan.


##


Kira-kira gimana? Tegakah Andrew membuat Stella sedih karena tidak jadi ke rumah orang tuanya? Atau bagaimana ya nanti 🤔


⚠️Warning ⚠️

__ADS_1


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


__ADS_2