TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Siapa Arthur?


__ADS_3

"Sekarang jelaskan siapa Arthur itu!" tegas Andrew saat keduanya sudah berada di dalam kamar.


Buru-buru Andrew menarik Stella keluar dari ruang pertemuan. Segera keduanya masuk ke dalam kamar. Andrew sudah tidak sabar untuk meminta penjelasan dari istrinya itu.


"Pak Arthur? Dia itu dosen aku di kampus sayang," jawab Stella jujur apa adanya.


"Sedekat apa kamu dengan dia?" tanya Andrew cepat dengan masih memegang dua lengan Stella.


Kali ini Stella tidak langsung menjawab pertanyaan Andrew. Perempuan itu berpikir juga bagaimana cara menyampaikan kalau Arthur memang lumayan dekat dengannya. Dia adalah salah satu pria yang ada di kampus yang mengejar-ngejar cintanya.


"Kenapa kamu nggak langsung jawab!" ucap Andrew seraya menggoyangkan lengan Stella.


"Jawab Stella!" lanjutnya.


Perempuan itu kini dalam keadaan terhimpit. Dia harus menjelaskan semua kesalahpahaman itu agar suaminya tidak terus marah padanya. Disisi lain, Stella takut jika Andrew akan marah mengetahui Arthur yang sebenarnya.


"Dia dosen pembimbing magang aku sayang," jawab Stella pelan.


"Lalu selain itu?" cerca Andrew.


"Dia gebetan kamu?" tanya sekaligus tebakan Andrew.


"Bukan kok sayang. Bukan." Stella menyangkal tebakan suaminya itu.


Pria itu menghempaskan lengan Stella yang sedari tadi dipegangnya. Hingga perempuan itu agak terhuyung ke belakang. Untung saja hempasannya tidak terlalu kuat.


"Kalau bukan kenapa kamu nggak langsung jawab pertanyaan aku?" ucap Andrew yang berjalan kearah dinding kaca pembatas. Jika sedang marah seperti ini lebih baik memandang pemandangan gedung-gedung menjulang tinggi diluaran sana.

__ADS_1


"Kenapa? Hah!" ucapnya dengan nada tinggi.


Stella tersentak dengan bentakan suaminya itu. Perempuan itu menunduk dalam, merasa ketakutan sekaligus bersalah. Tidak lama kemudian dia mendongak untuk kembali merangkai kata, menjelaskan yang sebenarnya.


"Sebenarnya memang awalnya Pak Arthur itu coba deketin aku sayang," lirih Stella.


"Tuh kan benar!" balas Andrew cepat.


"Dengerin aku dulu sayang!" timpal Stella dengan cepat.


"Iya memang dia mendekati aku. Tapi akunya menjauh kok. Sama sekali enggak menanggapinya," jelas Stella.


"Buktinya kemarin waktu ketemu disini juga aku tidak menanggapinya. Tetapi dia yang memaksa," imbuhnya.


Mendengar itu membuat Andrew tersulut emosi. Kedua tangannya sudah terkepal kuat untuk menahan amarahnya.


"Ganti pembimbing magang kamu! Atau keluar dari kampus itu!" lanjutnya.


"Sayang jangan dong. Aku kan mahasiswa tingkat akhir, sayang sekali kalau harus keluar dari kampus," tolak Stella dengan panik.


Jelas saja panik karena lulus kuliah tepat waktu adalah impiannya sejak lama. Nah sekarang tiba-tiba Andrew meminta keluar dari kampus. Yang benar saja, Stella pasti akan menolak itu mentah-mentah.


"Please, sayang. Jangan suruh aku untuk keluar dari kampus itu ya," pintanya memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Oh jadi kamu masih tetap mau dekat sama dia?" sindir Andrew sembari tersenyum sinis.


"Bu-bukan gitu kok sayang," balas Stella cepat.

__ADS_1


"Lalu apa? Disuruh ganti pembimbing gak mau. Disuruh keluar dari kampus menolak juga," ucap Andrew.


Pria itu menoleh kearah Stella dengan kedua tangannya uang berkacak pinggang.


"Terus mau kamu apa?!" ucapnya penuh dengan penekanan.


Dering ponsel milih Andrew menganggu perdebatan keduanya siang itu. Masih dengan suasana hati yang kesal. Andrew menerima telepon itu. Mendengarkan baik-baik kata-kata orang yang ada diseberang sana.


"Oke!" tutupnya melalui telepon itu.


Tanpa mengeluarkan kata apapun. Andrew buru-buru keluar dari kamar. Meninggalkan Stella yang termenung di kamar itu.


##


Mau kemana lagi itu Andrew?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2