TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Babak Belur


__ADS_3

Langsung saja Andrew keluar dari mobilnya. Menghampiri orang yang sedang berjalan berlawanan arah dengan mobilnya. Dan ternyata memang benar itu adalah Farhan yang sedang membopong Stella.


"Farhan!" teriak Andrew menghampiri.


"Lo mau bawa istri gue kemana," bentak Andrew kesal dan sudah mengepalkan tangannya.


"Kurang ajar Lo!" umpatnya kesal.


Keluarlah sifat emosional Andrew yang suka salah paham. Selalu menyimpulkan sesuatu dari apa yang dia lihat pertama kali. Pria itu sudah naik pitam, bersiap menghantam asistennya.


"Dengarkan dulu bos!" teriak Farhan dengan sangat keras. Membuat Andrew tersentak karena baru pertama kali aku asistennya itu membentak dirinya dengan sangat keras.


"Ini bukan saatnya marah karena salah paham bos! Lihatlah istri anda sedang tak sadarkan diri!" lanjut Farhan cepat.


"Kalau bos benar-benar sayang dia. Cepat selamatkan dia!" kesal Farhan.


Baru Andrew menyadari yang lebih penting dari semuanya adalah keselamatan. Segera dia membukakan mobil untuk Stella. Langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.


Dengan kecepatan tinggi, Andrew mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Beruntungnya jalanan ramai lancar dan sampai rumah sakit kurang lebih hanya lima belas menit.


"Suster! Tolong segera selamatkan istri saya!" teriak Andrew tatkala sampai di UGD salah satu rumah sakit.

__ADS_1


Beberapa suster segera membantu seorang perempuan yang tak sadarkan diri itu. Salah satu dokter segera memeriksa keadaan si pasien. Begitu juga dengan Farhan yang juga dirawat karena beberapa luka ringan bekas pukulan benda keras.


"Tuan untuk pasien perempuan masih dalam perawatan intens. Sedangkan untuk pasien laki-lakinya sudah selesai dirawat karena hanya mengobati luka lebamnya saja," ucap salah satu perawat perempuan kepada Andrew.


"Dan jika tuan ingin menjenguk pasien laki-lakinya. Sudah dipersilahkan Tuan," lanjut suster itu memberi tahu.


"Dimana saya bisa menemuinya sust?" tanya Andrew.


"Mari saya antar Tuan," ucap suster itu yang kemudian berjalan ke salah satu ruangan.


Masuklah dalam satu kamar yang masih di area UGD rumah sakit itu. Pria kekar itu terlihat lemas dengan lebam pada bagian kedua pipinya. Penampilannya sungguh memilukan bagi siapapun yang melihatnya.


"Ini beneran Farhan kan?" tanya Andrew meyakinkan.


Sejujurnya Farhan malas menanggapi ledekan dari bosnya itu. Karena buat berbicara saja mulutnya terasa ngilu. Ingin rasanya memukul bosnya itu agar bisa merasakan apa yang dia rasakan.


"Bos kok gitu sih! Malah seneng asistennya kaya gini," ucap Farhan lemah.


"Ya gimana muka Lo lucu sih!" balas Andrew.


Farhan memalingkan mukanya. Enggan menanggapi bosnya itu. Dalam hatinya mengerutu, "Padahal gue kaya gini juga demi istri Lo bos!"

__ADS_1


"Kok Lo diem saja?" Farhan berbicara lagi.


"Lo marah sama Gue?" imbuhnya.


"Iya deh iya ... Gue minta maaf ya," ucap Andrew seraya duduk pada kursi yang berada di samping ranjang Farhan.


"Gue cuma bercanda kali," ucap Andrew lagi.


"Sekarang tolong Lo ceritain bagaimana Lo bisa nemuin Stella," pinta Andrew.


##


Ada yang mau tau cerita awalnya Farhan bisa ada bersama Stella? Next bab ah! hehe


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31

__ADS_1


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇


__ADS_2