
"Stella!" teriak Arthur menyusul Stella keluar ruangan.
Pria itu mengedarkan pandangannya kesana kemari mencari sumber teriakan itu. Dia yakin kalau teriakan itu adalah teriakan milik Stella. Segera dia berlari ke seluruh lorong yang ada di lantai itu.
"Stella!" panggilnya lagi.
Sesekali saat pria itu merasa lelah. Dia menyandarkan punggungnya sebentar di dinding. Mengatur napasnya yang terengah-engah karena terus berlari mencari Stella.
"Apa yang harus gue lakukan?" tanyanya seraya berpikir.
"Gue harus telepon suaminya," pikirannya.
Ketika sudah menggenggam ponselnya. Arthur baru kepikiran bahwa dia tidak memiliki nomer telepon Andrew. Lalu apa yang harus dia lakukan?
Sret ... sret ... sret ...
Telinga pria berjas rapi itu mendengar suara benda yang diseret dan langkah kaki yang amat pelan. Tatapannya fokus menunduk untuk mengutak-utik ponselnya. Tetapi ujung matanya melirik keadaan sekitarnya.
"Benar tebakan gue," batinnya.
Dari ujung matanya, terlihat bayangan seseorang sedang menyeret orang yang pingsan. Dalam hitungan ketiga Arthur akan segera menggerebek orang itu. Arthur segera berlari mengejar orang itu.
"Stella!" panggilnya.
__ADS_1
Satu pukulan mendarat di pipi kanan Arthur. Satu tendangan menimpa perut pria bertubuh tinggi itu. Meskipun tubuhnya tinggi tetapi Arthur sama sekali tidak memiliki bekal ilmu bela diri. Tak mampu membalas orang yang telah memukul dan menendangnya.
Sementara Arthur terkulai lemah akibat pukulan yang berkali-kali. Orang itu segera menggendong Stella menjauh pergi. Dengan sisa tenaganya Arthur segera mengejar orang itu.
"Stella!" teriaknya.
"Lapaskan dia!" ucap Arthur disela-sela kejar-kejaran itu.
Sebuah mobil sudah siap sedia di depan lobby. Tampaknya komplotan penculik itu sudah merencanakan penculikan dengan detail. Ketika seseorang yang membawa Stella keluar dari hotel, langsung dimasukkan mobil dan mobil itu langsung melaju pergi.
"Pak tolong ikuti mobil itu!" kini Arthur juga sudah masuk ke dalam sebuah taksi konvensional yang ada di depan hotel.
Tanpa basa-basi, supir taksi itu menurut dengan perintah penumpangnya itu. Hingga kejar-kejaran menggunakan mobil pun terjadi pada malam itu. Melintasi jalanan kota yang ramai lancar, menyalip mobil-mobil lainnya untuk mengejar satu mobil yang di dalamnya ada Stella.
*
*
"Susah banget dihubungi. Si bos kemana sih?" gerutunya kesal.
"Lagi genting juga. Malah nggak bisa dihubungi."
Tadi sore dia sempat melihat bosnya keluar dari hotel menggunakan mobil. Sehingga Farhan memiliki inisiatif untuk menelepon supir yang bertanggung jawab atas Andrew. Jelas saja Farhan memiliki nomer telepon sang supir. Karena memang segala urusan Andrew saat melakukan perjalanan bisnis diatur oleh Farhan.
__ADS_1
"Oke Pak. Terima kasih informasinya," tutup Farhan usai mendapatkan informasi dari supir itu.
Dengan menggunakan taksi Farhan menuju lokasi dimana bosnya itu berada. Hatinya sungguh tidak tenang saat ini. Farhan mengerahkan orang suruhan yang ada di negara ini untuk membantu mencari Stella.
"Cari jejak melalui CCTV!" perintah Farhan melalui telepon.
"Sebagian ikuti mobil yang membawa Nona Stella!" sambungnya.
##
Siapa lagi yang menculik Stella?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1