
"Maaf tuan saya tidak bisa ..."
Langsung Andrew mengusap wajahnya frustasi. Jika Stella menolak menikah dengan dirinya lalu bagaimana dia akan menghadapi Surya. Karena Andrew tau betul sifat papanya yang keras kepala seperti dirinya.
"Maksud saya ... saya tidak bisa jika harus menikah kontrak Tuan," sambung Stella setelah agak lama menjeda ucapannya.
Sontak Andrew menatap wajah Stella. Meminta penjelasan maksud dari ucapannya itu.
"Saya tidak mau untuk menikah kontrak Tuan. Karena di keluarga saya pernikahan adalah hal yang sakral. Kalau bisa sekali seumur hidup dan pastinya kedua orang tua saya menolak jika saya menikah hanya di atas sebuah kontrak," lanjut Stella menjelaskan.
Penjelasan Stella tersebut membuat Andrew bernapas lega.
"Lalu jika saya mau mengajak kamu untuk beneran menikah dengan saya. Apakah kamu bersedia?" tanya Andrew dengan tatapan serius.
Sebuah pertanyaan yang Stella tidak bisa untuk menjawab. Bagaimana bisa menikah dengan seseorang yang baru saja dikenal. Belum lagi mengetahui banyak mengenai sifat Andrew.
"Kenapa kamu diam saja Stella?" tanya Andrew.
"Saya tidak bisa menjawab Tuan," jawab Stella.
"Tolong bantu saya Stella. Tolong ..." pinta Andrew memohon.
"Jika kamu mau membantu saya dan menikah dengan saya. Saya janji akan menjaga pernikahan kita sebaik mungkin. Dan akan mencintai kamu setulus hati," ucap Andrew.
"Saya mohon ..."
__ADS_1
"Menikahlah denganku," lanjutnya dengan wajah memelas.
Pria yang menjabat sebagai atasan Stella itu sangat berharap. Hanya Stella yang bisa menolongnya saat ini. Wajahnya menyiratkan permohonan supaya Stella mau menikah dengannya.
"Bagaimana Stella?" Andrew menuntut sebuah jawaban.
"Apakah kamu keberatan?" tebak Andrew.
"Atau kamu punya pacar?" tebaknya dengan raut wajah sedih.
Perlahan kepala gadis cantik dengan rambut yang dicepol itu hanya menggeleng. Menyangkal pernyataan dari Andrew barusan.
"Lebih baik anda langsung menanyakannya kepada kedua orang tua saya saja Tuan," jawab Stella lirih.
Setidaknya Stella tidak menolak menikah dengannya. Dirinya juga masih memiliki kesempatan untuk membujuk orang tua Stella. Agar memberikan restu untuk menikah dengan Stella.
"Terserah Tuan saja bisanya kapan bertemu orang tua saya."
"Bolehkah nanti malam saya langsung menemui orang tua kamu Stella?" tanya Andrew terlihat tidak sabar.
"Karena papa menginginkan pernikahan dilaksanakan secepatnya. Kata papa akan menikahkan kita minggu depan," terang Andrew.
Lagi-lagi Andrew berhasil membuat perempuan cantik didepannya itu terkesiap. Haruskah secepat itu pernikahan akan digelar. Bisakah ditunda entah sebulan atau dua bulan untuk persiapan segalanya.
"Ehm ... ke-kenapa secepat itu ya Tuan?" protes Stella.
__ADS_1
"Bukankah untuk melaksanakan pernikahan harus menyiapkan banyak hal?"
"Kalau minggu depan memangnya waktunya cukup untuk menyiapkan semuanya?"
Pertanyaan Stella beruntun sekaligus protes kenapa pernikahan dilaksanakan secepat itu. Namun, dalam pertanyaannya tersebut menyiratkan kalau Stella mau menikah dengannya.
"Minggu depan untuk menyiapkan semuanya cukup kok Stella. Berarti kamu mau kan menolong saya dan menikah denganku?" Andrew memastikan.
"Kamu tidak usah bingung memikirkan semua tentang pernikahan. Ada anak buah papa yang mengurus semuanya. Jika kamu bersedia menikah denganku."
##
Ngebet banget ya keknya si Andrew. haha ... Lihat aja dia dihadapan orang tua Stella.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1