TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Pengagum Rahasia


__ADS_3

Ritual mesra-mesraan antara Andrew dan Stella saat ini hanya bisa melalui video call. Sebelum memulai aktivitas hari ini mereka saling menyapa melalui video call dulu. Saling memberi semangat untuk menjalani hari ini.


"Sudah ya sayang aku mau ke ruangan meeting dulu," pamit Andrew.


"Iya hati-hati. Jangan genit kalau ada perempuan cantik disana," balas Stella.


"Wah sejak kapan istri aku posesif? Tidak lah sayang, bagiku perempuan cantik ya cuma kamu," ucap Andrew.


"Sudah ya. Sukses untuk ujiannya hari ini. Have a nice day sayang," tutup Andrew seraya menutup pintu kamar hotelnya.


Posesif bukanlah sikap Stella, terkadang posesif juga penting dalam suatu hubungan. Ketika jarak memisahkan seperti saat ini. Alangkah baiknya saling mengingatkan tentang keberadaan pasangan yang selalu menantikan mereka dalam pelukan. Segeralah pulang.


*


*


Hari ini adalah hari terakhir ujian yang harus dijalani Stella. Usai ujian dia bergegas untuk ke kantor pusat Dinata Grup sebentar untuk mengecek laporan beberapa hari ini. Selama ditinggal Andrew ke Bali yang bertanggung jawab adalah Stella.


"Waduh laporan numpuk nih," gumam Stella ketika masuk ke ruangannya.


Dia mendudukkan tubuhnya pada kursi miliknya. Mengecek beberapa laporan yang ada di meja tersebut. Satu persatu laporan telah dia cek dengan baik.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga," gumamnya lega seraya meregangkan otot-ototnya.


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Setelah dipersilahkan masuk oleh Stella, ternyata ada office boy yang mengantarkan kiriman buat Stella. Usai mengucapkan terima kasih, Stella yang penasaran langsung membuka kiriman untuknya.


"Gelang?" gumam Stella saat baru mengintip isinya. Segara dibukanya lebih dalam dan langsung matanya melotot.


"Gelang berlian biru?" ucapnya terkejut.


Sebuah gelang berlian bermata biru yang sangat cantik sekali. Memancarkan keindahan yang sangat menawan. Setahu Stella memang gelang ini termasuk gelang langka dan terbatas di dunia.


"Gelang mahal ini dari siapa ya?" tanya Stella kebingungan.


"Beneran buat gue gak sih?"


Masih dengan kebingungan yang menyelimuti dirinya itu. Seseorang kembali mengetuk pintu ruangan itu. Dan tampaklah orang yang sama seperti yang mengantarkan kiriman sebelumnya tadi.


"Nona ini ada kiriman lagi," ucapnya dengan hormat menyerahkan sebuah paper bag.


"Memangnya siapa yang mengirim sih Pak?" tanya Stella menaik-turunkan alisnya.


"Saya tidak tahu Nona. Pengirimnya tidak mencantumkan nama. Tadi diantar oleh kurir," jelasnya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau ada yang kirim-kirim lagi tolong tanya siapa pengirimnya. Kalau tidak ada nama pengirimnya jangan diterima ya Pak," titah Stella tegas.


"Baik Nona saya akan menyampaikan kepada pihak satpam yang berjaga di depan. Saya permisi," pamitnya yang langsung diangguki oleh Stella.


Istri dari presdir Dinata Grup itu menghela napas panjang. Lalu menghembuskannya dengan kasar, melihat paper bag yang ada dihadapannya. Seraya berkata, "Apa lagi ini?"


"Kroisan?" gumamnya bertanya-tanya.


Pikiran Stella mulai menghubung-hubungkan dengan kiriman bunga mawar biru, sirloin steak, gelang berlian biru, dan yang terakhir kroisan. Semua itu adalah kesukaan Stella. Hanya orang-orang terdekatnya saja yang tahu hal itu.


"Pengagum rahasia?" gumam Stella.


Tiba-tiba pengagum rahasia muncul dipikirannya. Dari kebanyakan film yang dia tonton emang biasanya kalau ada yang kirim-kirim barang kesukaan secara misterius itu karena adanya pengagum rahasia. Tapi dirinya juga kurang yakin kalau punya pengagum rahasia.


"Gak mungkin gue punya pengagum rahasia. Siapa gue?" ucapnya merendah.


"Semua ini sungguh membingungkan," kesal Stella.


##


Benarkah itu dari pengagum rahasia Stella? Lalu siapa pengagum rahasia itu?

__ADS_1


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


__ADS_2