
Masuklah Andrew dan Stella ke dalam restoran yang bernama Papper Lunch. Restoran yang mengusung menu makanan bistik cepat saji yang berawal dari Tokyo Jepang. Makanan kekinian yang sudah menjadi santapan favorit warga Indonesia kelas menentu.
"Akhirnya makan juga," ucap Stella yang ngiler dengan tampilan makanan yang ada dihadapannya.
"Selamat makan sayang!" tambahnya.
Perempuan cantik itu tampak sudah bersiap untuk menyantap makanannya. Memang sedari tadi di kantin kampus sudah merasa sangat lapar. Namun, ditahannya karena janjian makan siang bersama suaminya.
"Jangan lupa berdoa!" pesan Andrew saat satu sendok makanan sudah diambang mulutnya.
Langsung Stella menghentikan kegiatannya yang akan menyuapkan nasi itu. Dia diam sejenak untuk berdoa di dalam hati. Setelah itu baru melahap makanannya dengan cepat.
"Lapar banget ya sayang?" tanya Andrew heran dan tersenyum. Satu persatu sendok nasi beserta lauknya masuk ke dalam mulut. Tampaknya istrinya itu beneran kelaparan.
"Pelan-pelan sayang," peringatan Andrew seraya mengusap rambut istrinya yang duduk berhadapan dengannya itu. Yang dibalas anggukan kepala oleh Stella. Namun tetap melahap makanannya dengan cepat.
Sampai-sampai mulut mungil istrinya itu sudah penuh akan makanan. Sangat menggemaskan sekali perempuan satu itu. Andrew pun tertawa gemas melihat tingkahnya.
"Stop dulu sayang," perintah Andrew yang menghentikan kegiatan makan Stella sejenak. Dengan sedikit bingung, perempuan itu menuruti perintah suaminya.
__ADS_1
"Belepotan sayang," ucap Andrew yang kemudian mengelap sisa makanan dibibir Stella. Dengan lembut tangan kekar itu membersihkan sisa makanan itu sampai bersih.
"Hehe ... maaf sayang," ucap Stella sedikit malu karena tingkahnya sendiri. Setelah mendapatkan perintah dari Andrew untuk melanjutkan makannya. Dia pun segera kembali menyantap makanan.
*
*
Beberapa saat kemudian makanan milik Stella pun habis tak tersisa. Yang disusul oleh makanan Andrew yang sudah habis juga. Andrew sempat menawarkan Stella untuk menambah makanannya. Tapi ditolak oleh Stella.
"Enggak ah. Sudah kenyang," tolak Stella.
Keduanya memutuskan untuk bersantai sebentar untuk menurunkan makanan yang telah mereka makan. Sembari berbincang-bincang ringan di siang itu.
Semenjak menikah Stella belum pernah kembali ke rumah ayah dan ibunya. Palingan mereka berkomunikasi melalui ponsel. Itu pun disela-sela kesibukan Stella dalam kuliah dan magang. Padahal sebelumnya Stella adalah tipe anak perempuan yang super manja kepada kedua orang tuanya.
"Kamu mau ke rumah ayah dan ibu?" tanya Andrew yang seolah mengerti dengan apa yang dirasakan Stella.
"Iya mau," jawab Stella dengan cepat disertai anggukan kepalanya.
"Baiklah weekend ini kita akan kesana," ucap Andrew.
__ADS_1
Senyuman lebar terukir manis dari bibir istri saat mendapat kepastian itu. Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu keluarganya. Karena sejauh apapun melangkah tetap keluarga dan rumah utama tempat untuk kembali.
"Ya sudah yuk pulang," ajak Andrew yang sudah beranjak.
"Lho pulang? Kamu enggak ke kantor sayang?" tanya Stella karena saat ini masih siang hari. Belum waktunya pulang dari kantor.
"Aku akan mengantarkan kamu pulang dulu. Kamu capekkan pulang dari Singapura?" tanya Andrew.
"Aku kasih waktu istirahat satu hari deh. Libur jadi sekertaris aku dulu," tambahnya.
"Oke deh yuk pulang," ajak Stella yang sudah menggandeng tangan suaminya.
Baru saja beranjak dari tempat duduknya. Seseorang memanggil nama Stella dengan lantang. Setelah Stella membalikkan badannya, perempuan cantik itu terperangah.
"Stella!" panggilnya lagi. Yang ternyata orang itu adalah laki-laki.
Reflek Stella merentangkan tangannya dan laki-laki itu pun juga sama. Ya, saat itu juga keduanya berpelukan. Bak seorang dua orang yang melepaskan rindu karena lama tak bertemu.
##
Makin panas ini kayaknya. Siapa laki-laki itu?
__ADS_1
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.