
Tepat saat lampu ballroom dimana pesta pernikahan itu berlangsung. Farhan yang berada disamping pelaminan menjaga keamanan bosnya. Masih ingatkan bahwa asisten yang sangat patuh kepada bosnya itu selalu berada di dekat si bos. Yang saat itu melangsungkan acara resepsi pernikahan.
"Arkhhhhh ..." teriakan orang-orang terdengar memenuhi ballroom.
Farhan sempat melihat Stella yang ditarik oleh seseorang. Meskipun mencoba memberontak, namun percuma. Karena badan Stella kalah besar dengan dua orang yang sedang menarik tubuhnya.
"Nona Stella!" teriak Farhan.
Ruangan yang sangat gelap dan banyak orang yang berlarian menyelamatkan diri. Membuat Farhan sempat kehilangan jejak kemana Stella dibawa. Namun berkat kecepatannya menyusup diantara orang-orang itu. Farhan berhasil melihat keberadaan Stella.
"Lepasin ... tolong ... tolong ..." Stella tetap masih memberontak.
"Kalian siapa? Lepasin!" teriaknya lagi.
"Siapapun tolong lepasin!"
Karena Stella yang terus berteriak, membuat salah satu penculik itu geram. Satu tangannya yang kekar dia gunakan untuk membungkam mulut Stella. Agar perempuan itu berhenti berteriak, kalau pun masih berteriak tidak bisa sekencang yang tadi.
"Sudah! Diamlah!" ucap penculik itu.
Farhan masih memantau dari kejauhan. Dia belum melakukan aksinya. Berusaha memantau nona mudanya itu terlebih dahulu.
"Argh!!!!" jerit penculik itu karena telapak tangannya digigit oleh Stella.
__ADS_1
"Breng$ek! Kenapa kau gigit tanganku," ucap penculik itu kesakitan.
Stella yang berhasil menggigit tangan penculik itu langsung menjerit minta tolong. Namun dikarenakan kericuhan yang terjadi disana jeritannya sama sekali tak terdengar.
"Percuma kau berteriak," ucap penculik yang lainnya.
"Diam kau!" sahut penculik yang telapak tangannya digigit Stella.
Plak! Plak!
Penculik itu menampar pipi Stella sebanyak dua kali. Menyeret paksa Stella keluar melalui pintu samping ballroom. Disaat yang bersamaan salah satu tim penculikan itu membakar ballroom itu. Dan kepulan asap mulai memenuhi ballroom.
"Kau apakan ballroom itu!" teriak Stella.
"Jangan macam-macam ya kalian!" imbuhnya.
"Mau kemana mereka? Nggak bisa dibiarkan!" geram Farhan dengan cekatan mengambil motor milik salah satu satpam hotel itu.
Mengikuti mobil yang didalamnya membawa Stella. Membelah ramainya jalanan kota wakt itu. Hingga beberapa saat kemudian mobil itu berhenti disebuah perumahan tak berpenghuni.
"Lepasakan! Mau kau apakan aku?" Stella masih setia berteriak meskipun disisa tenaganya.
Stella disekap dalam sebuah ruangan kosong. Beberapa kali Stella mendapatkan pukulan, agar dia diam dan tak memberontak. Dan pada akhirnya seorang perempuan cantik nan seksi memerintahkan untuk memberikan obat bius kepada Stella.
__ADS_1
"Nah begitukan cantik! Diam saja kau perempuan breng$ek!" umpat perempuan itu.
"Siapa suruh kau nikah dengan Andrew!" imbuhnya menyeringai seram.
Sementara itu Farhan masih tetap memantau nona mudanya dari kejauhan. Mengintip dari sebuah kaca dimana Stella disekap. Tidak hanya diam dan memantau. Farhan juga sedang memikirkan strategi untuk melawan gerombolan penculik itu.
*
*
"Kurang ajar! Siapa yang berani-beraninya menculik Stella?" sela Andrew saat Farhan berhenti bercerita.
##
Kira-kira bagaimana strategi Farhan menyelamatkan Stella? Kita tunggu di bab berikutnya.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇