TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Makan Siang


__ADS_3

Dering telepon dari ponsel Stella menghentikan obrolan dua sahabat itu. Perempuan cantik berambut panjang itu langsung menempelkan ponselnya pada telinganya. Berbicara mesra dengan seseorang diseberang sana.


"Elva, sorry Gue harus cabut duluan. Ini suami Gue udah jemput." Stella berpamitan dengan Elva masih dengan telepon yang terhubung dengan suaminya.


"Obrolan lanjut besok atau kapan-kapan saja ya," sambungnya.


Stella pun membereskan dompetnya, memasukannya ke dalam tas. Kemudian berdiri dan menyerahkan sebuah paper bag kepada sahabatnya. Seraya berkata, "Ini oleh-oleh pesanan Lo."


"Semoga Lo suka ya," imbuhnya.


"Sudah ah. Gue udah ditungguin. Bye Elva sayang!" ucapnya seraya buru-buru pergi masih dengan telepon yang menempel ditelinganya.


Kaki jenjang perempuan cantik itu melangkah menuju gerbang depan kampus. Matanya mencari-cari mobil sport milik suaminya. Dan segera berlari kearah mobil itu.


"Maaf sayang. Lama ya?" tanya Stella saat menutup pintu mobil kembali.


"Enggak kok. Buat kamu apa sih yang lama? Demi kamu menunggu pun jadi mengasyikkan," ucap Andrew.


"Ih ngegombal ya?" balas Stella..


"Beneran sayang," ucap Andrew sembari menghidupkan mesin mobilnya.

__ADS_1


Mobil sport itu pun melaju perlahan meninggalkan kampus dimana istrinya belajar. Membelah jalanan ibukota yang padat di waktu istirahat siang itu.


"Mau makan dimana sayang?" tanya Andrew dengan satu tangan yang memegang stir mobil. Sedangkan tangan satunya mengelus-elus kaki istrinya yang kebetulan saat itu mengenakan rok kulit hitam selutut.


Betapa mesranya suaminya itu, tau saja bahwa Stella memang paling suka dielus kakinya saat menyetir. Mungkin hampir semua wanita yang seperti dia. Hayo ngaku saja, para pembaca juga begitu atau tidak? Suka dielus-elus kakinya dengan manja saat di motor atau di mobil.


"Makan apa sayang?" tanya Andrew lagi karena Stella terhanyut dalam kesenangannya karena perlakuan Andrew kepadanya. Jadi meleleh hati Stella siang itu.


"Terser---" ucapan Stella langsung terpotong oleh kata-kata Andrew.


"Jangan jawab terserah seperti perempuan lainnya." Andrew memperingati.


Stella pun berpikir dirinya siang itu ingin makan apa. Tak lama satu nama restoran terkenal di ibukota hinggap di otaknya. Menu-menu di restoran itu langsung terbayangkan pada pikiran perempuan cantik itu.


"Nah gitu dong. Istri aku harus menentukan satu pilihan kalau ditanya. Jangan terserah. Oke!" ucap Andrew senang karena tidak perlu berbelit-belit. Tidak pada perempuan pada umumnya yang suka bilang "terserah" saat ditanya mau makan apa. Hayo ngaku lagi!


Andrew segera melajukan mobilnya menuju restoran yang dimaksud. Kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai di lokasi.


"Sayang bagaimana di kampus tadi? Ketemu sama Arthur?" tanya Andrew tiba-tiba.


"Ketemu sih---" ucap Stella terjeda.

__ADS_1


"Ngapain aja sama dia?" tanya Andrew cepat.


Pria itu sudah panik saat istrinya tau istrinya ketemu Arthur di kampus. Jujur saja pria itu masih saja cemburu karena Arthur yang pernah mencintai istrinya. Tiba-tiba raut wajah Andrew berubah kesal dengan mulut yang cemberut.


"Ih dengerin dulu dong sayang," ucap Stella yang ingin menjelaskan.


"Dengerin apa lagi?" ketus Andrew.


"Kan aku sudah melarang kamu jangan dekat atau bahkan jangan pernah ketemu lagi sama dia!" tambahnya dengan nada suara meninggi.


Bukan hanya nada suaranya yang berubah tinggi. Pria yang dirundung cemburu itupun melanjutkan mobilnya dengan cepat. Begitulah Andrew meluapkan emosinya saat di mobil.


"Sayang! Hati-hati!" teriak Stella.


"Aku mau jelasin dulu!" imbuhnya dengan nada suara kencang agar terdengar oleh suaminya.


##


Dan terjadi lagi ... Andrew yang suka marah-marah ...


Akankah Stella bisa meredakan emosi suaminya saat di mobil itu?

__ADS_1


Sebelum ke bab selanjutnya jangan lupa klik love (favorit-kan), like bab-nya dan komentar-nya juga ya kakak.


Thankyou 😇


__ADS_2