
Sebuah hotel mewah milik Dinata Grup menjadi tempat resepsi pernikahan Andrew dan Stella. Tempatnya ballroom sudah didekorasi pernikahan dengan dominan warna gold. Hiasan bunga-bunga mempercantik lokasi tersebut. Meja-meja ditata sedemikian rupa untuk menyambut para tamu undangan.
Andrew bersyukur acara pengucapan janji pernikahan terlaksana dengan sangat khidmat. Stella sempat berkaca-kaca, sedikit tidak percaya kalau saat ini dirinya sudah berstatus sebagai istri presdir-nya. Tak pernah menyangka bakalan menikah dengan orang yang baru saja dikenalnya.
"Mungkin saat ini cinta itu belum ada. Tetapi aku percaya cinta akan hadir dalam hubungan kita. Entah kapan waktunya tiba. Biarkan saja cinta hadir seiring berjalannya waktu saja."
Begitulah prinsip yang selalu dipegang Stella dalam menyetujui menikah dengan Andrew. Dia yakin bila saat ini dirinya agak terpaksa menikah karena ingin menolong bosnya. Suatu saat cinta itu akan hadir dari Stella untuk Andrew. Percayalah!
"Apakah kamu tidak happy sayang?" ucap Andrew seraya menyeka air mata Stella. Dan itu kali pertama Stella mendengar kata sayang dari Andrew, setelah benar-benar berstatus sah sebagi istrinya. Meskipun dulu saat masih berakting menikah, Andrew kerap memanggil Stella dengan sebutan 'sayang'. Ya, rasanya sedikit berbeda saja bagi Stella.
"Aku happy kok. Cuma terharu saja," jawab Stella lirih.
"Senyum dong sayang. Lihatlah banyak tamu yang melihat kita," ucap Andrew seraya memegang kedua pipi Stella dengan mesra.
"Nah senyum gitu kan cantik," sambung Andrew.
__ADS_1
Rangkaian acara demi acara berlangsung dengan sangat meriah. Mengundang kolega bisnis, semua karyawan, teman, saudara, media dan lain sebaginya. Semua tampak menikmati acara resepsi pernikahan yang meriah itu.
Satu persatu tamu undangan mengucapkan selamat atas pernikahan Andrew dan Stella. Beberapa mengucapakan selamat dengan naik ke pelaminan. Ada juga yang sesekali mengajak berfoto. Pokoknya hari itu dipenuhi senyum bahagia yang tak pernah luntur dari pasangan yang baru saja menikah itu.
"Tuan Andrew ..." teriak seseorang mendekati Andrew dan Stella..
"Akhirnya mengadakan resepsi juga," sambung pria yang tak lain adalah Arslan.
"Selamat ya Tuan dan Nona," ucapnya bahagia seraya menjabat tangan keduanya satu persatu.
Arslan bersama istrinya mengajak berfoto dengan pasangan pengantin itu. Meskipun Andrew sempat merasa kesal dengan Arslan, karena membuat pernikahan bohongannya ketahuan Papanya Andrew. Disisi lain dia juga bahagia karena itu akhirnya bisa beneran menikah dengan perempuan impiannya.
Namun ada satu sahabat dan rekan bisnis Andrew yang tidak hadir di hari bahagianya. Pria yang sempat menganggu hubungannya dengan Stella. Bahkan ingin merebut Stella dari Andrew. Siapa lagi kalau bukan Mario. Ya, pria itu tidak hadir ke acara tersebut. Padahal Andrew telah mengirimkan undangan kepadanya.
"Mungkin dia sudah menerima kekalahannya," batin Andrew seraya menampilkan senyum kemenangannya.
__ADS_1
Tak lama setelah memikirkan Mario. Tiba-tiba listrik di dalam ballroom itu mati total. Seketika acara berantakan, semua orang yang ada di lokasi berlarian menyelamatkan diri. Karena memang ballroom tersebut gelap gulita. Tak lupa suara teriakan orang-orang terdengar.
"Stella ... Stella ..." teriak Andrew tatkala istrinya tersebut tidak berada disampingnya.
##
Lho kirain habis menikah udah tamat. Lah kok malah ada aja musibah. Next bab ya!
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇